Ada seorang pengusaha sukses yang sedang bersiap untuk berangkat ke kantornya, tepat sebelum menaiki mobilnya, seekor anjing liar menggigit kakinya.
Pengusaha ini kesakitan dan menjadi sangat marah, dia lalu mengambil batu dan melemparkannya ke anjing liar tersebut.
Namun anjing itu sudah berlari sangat jauh, dan batu yang dilemparkan oleh si pengusaha, luput dari sasarannya.
Sepanjang perjalanan ke kantor, pengusaha ini masih terus menyimpan kemarahannya, hingga akhirnya dia tiba di kantornya.
Di kantor, dia melihat seorang manajer yang bajunya kurang rapi, jadi dia menegurnya, dan karena di dalam hatinya masih ada kemarahan, dia kemudian melampiaskan kemarahannya kepada si manajer.
Dia memarahi dan memaki manajer di perusahaannya itu.
“Anda ini seorang manajer, bagaimana bisa Anda memakai pakaian yang tidak rapi? Apa jadinya jika ada tamu perusahaan yang datang, melihat manajer di sini, bahkan memakai baju yang rapi saja tidak bisa. Terlebih lagi, bagaimana jika hal itu ditiru oleh semua bawahan Anda? Anda bisa menjadi penyebab kehancuran perusahaan ini!”
Si manajer yang dimarahi, merasa kesal dan marah, lalu kemudian dia memarahi supervisor di sana.
“Supervisor, tahukah Anda bahwa menjadi manajer itu sangat berat? Kamu yang berbuat salah, kamu yang tidak becus kerja, namun malah saya yang harus bertanggung jawab kepada atasan. Kalau sampai nanti saya menemukan kamu berbuat salah lagi, saya akan memecatmu!”
Supervisor yang ikut terkena dampak kemarahan, merasa bingung, namun kemudian, juga menjadi marah, dia memarahi stafnya.
Kemarahan itu terus menyebar dan akhirnya sampailah pada si pesuruh kantor.
Karena sudah tidak ada karyawan lain yang bisa dimarahi oleh si pesuruh kantor, dia lalu memendam kemarahan itu di hatinya.
Malam harinya ketika pulang ke rumah, istrinya agak terlambat menyiapkan makan malam, jadi saat itu dia menjadi kesal, lalu melampiaskan kemarahannya kepada istrinya.
“Tahukah kamu! Seharian saya keluar, bukan untuk bersenang-senang, saya bekerja keras sampai lelah, untuk mencari nafkah, agar kita bisa makan!”
Istrinya yang hanya sedikit terlambat menyiapkan makan malam itupun harus menjadi korban kemarahan besar dari suaminya.
Setelah itu, si istri kini kemudian menjadi marah, dia melihat anaknya yang sedang duduk menonton televisi.
Jadi dia memarahi anaknya,
“Haduh Nak! Setiap hari kerjanya hanya menonton TV dan bukannya belajar, mau jadi apa kamu kalau sudah besar nanti?”
Si anak kesal, kemudian pergi keluar rumah, di luar dia berjalan sambil memendam kemarahannya, dia melihat ada seekor anjing liar yang sedang berjalan.
Anak ini lalu mengambil sebuah batu, dan melemparkannya ke anjing tersebut dengan penuh kemarahan.
Ternyata anjing liar itu adalah anjing liar yang sama, yang menggigit kaki si kepala perusahaan di pagi hari.
Sama seperti segalanya di dunia ini, keburukan juga bisa menular, oleh karena itulah, dunia ini sangat memerlukan apa yang disebut kesabaran dan ketabahan, karena dengan menjadi sabar dan tabah, barulah kita bisa membantu memutus rantai keburukan, dan membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik lagi. (moralstories/an)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
