Sebelum Partai Komunis Tiongkok merebut kekuasaan pada tahun 1949, masyarakat Tionghoa adalah orang yang sangat jujur dan bermoral. Dengan cara terhormat dan sakral, mereka takut pada Tuhan dan Langit. Mereka tahu bahwa untuk menentang Langit membawa kemalangan dan nasib buruk, dan mendengarkan Langit membawa kemakmuran.
Sejak zaman kuno, orang-orang Tionghoa memiliki tradisi penghormatan yang ditanamkan dalam hati mereka. Misalnya, ketakutan akan Langit berarti bahwa Tuhan itu baik hati dan murah hati. Tuhan juga hanya memberi berkah pada yang baik dan menghukum yang berbuat jahat; Tuhan juga seorang pencipta alam semesta.
Ada beberapa kata-kata bijak umum dan bentuk meditasi yang mencerminkan pemahaman ini, seperti: “Tuhan mengawasi setiap perbuatan kita”; “Tuhan berada tiga kaki di atas kepalamu.” Dengan demikian, Anda tidak ingin melakukan kesalahan, dan Anda tidak akan mau melakukan sesuatu dengan sembarangan.
Jika Anda seorang pedagang, pastikan harga Anda sama untuk tiap kalangan; Jika Anda seorang sarjana, pastikan Anda berbicara kebenaran; Jika Anda seorang pejabat, Anda tidak mengambil suap; Sebagai manusia biasa, Anda akan bertindak sesuai dengan hati nurani dan tidak mengkhianati teman-teman Anda. Dengan penghormatan seperti itu peradaban Tiongkok tetap terwariskan meski adanya bencana dan penderitaan yang melanda rakyat Tiongkok.
Begitu orang tidak takut akan Langit, mereka akan menjadi nekad, melakukan apa pun yang mereka inginkan, dan akhirnya menderita konsekuensi akibat pembuatan mereka sendiri.
Takut pada Langit menuntun Anda untuk menjadi rendah hati dan adil
Jika Anda memandang langit dan bumi dengan sakral dan memiliki rasa hormat dan terima kasih atas semua hal, Anda akan sangat diberkahi Tuhan.
Rasa ingin tahu berasal dari iman seseorang, dan ketika orang-orang memiliki rasa ingin tahu akan segala sesuatunya di hati mereka, mereka tidak akan menentang tetapi sebaliknya rendah hati. Untuk bisa menghormati sekaligus takut, Anda harus mengatur dan menahan pikiran, kata-kata, dan tindakan Anda. Seseorang yang selalu kagum adalah sangat rendah hati.
Di masa lalu, orang Tionghoa percaya pada takdir. Tapi apa itu takdir? Sebelum melakukan sesuatu, orang akan memikirkannya dengan matang dan tahu bahwa kehidupan tingkat tinggi berada tiga kaki di atas kepala mereka. Mereka takut melakukan kesalahan. Dengan demikian tidak layak bagi mereka untuk melakukan sesuatu yang buruk.
Hal terbaik yang dapat Anda lakukan sebagai imbalan adalah melayani negara dengan baik
Di era Dinasti Han Timur, Yang Zhen dipuji karena ketidakberpihakan dan kejujurannya, dan karena tidak mencari keuntungan pribadi. Suatu ketika, dia pergi dari Jingzhou ke kab Donglai (sekarang Yantai dan Weihai di Provinsi Shandong) selaku gubernur dan dalam perjalanannya melewati kab Changyi.
Wang Mi, hakim di kabupaten itu, adalah seorang pejabat yang direkomendasikan oleh Yang Zhen ketika dia menjabat gubernur Jingzhou, jadi Wang pergi ke pinggiran untuk menyambut Yang.
Di malam hari, Wang Mi mengunjungi Yang, dan ketika dia mengucapkan selamat tinggal, Wang Mi tiba-tiba mengambil emas dari sakunya dan meletakkannya di atas meja, mengatakan: “Saya telah mempersiapkan hadiah kecil untuk membalas kebaikan Anda yang telah membantu saya.”
Yang Zhen berkata: “Di masa lalu, karena saya mengenali bakat sejati Anda, saya mempromosikan Anda dan berharap Anda akan menjadi pejabat yang baik. Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk saya sebagai imbalan adalah melayani negara dengan baik alih-alih memberi saya sesuatu yang sifatnya pribadi.”
Tapi Wang Mi masih bersikeras: “Ini sudah tengah malam, tidak ada yang akan tahu, tolong terimalah! “Yang Zhen berubah serius dan berkata dengan suara lantang:
“Bagaimana kamu bisa mengatakan bahwa tidak ada yang tahu? Langit dan Bumi tahu, dan begitu juga Anda dan saya.”
Wang Mi merasa malu dan buru-buru pergi.
Ini adalah kisah terkenal Yang Zhen menolak emas dalam sejarah Tiongkok. Kisah ini mencerminkan pentingnya mengapa Anda harus menjaga hati nurani Anda. (eva/visiontimes)
Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
