Budi Pekerti

Lima Kata Bijak Ajaib untuk Menghadapi Tukang Bully

Bullying
Bullying. @Pexels

Selalu ada yang nge-bully selama ada hubungan sosial. Saat ini, lebih dari sebelumnya, ada lebih banyak cara untuk diganggu daripada sebelumnya, terutama dengan adanya internet. Jadi, bagaimana cara menghadapinya?

Apa itu pengganggu?

Menurut kamus online, bully (pengganggu) adalah “seseorang yang biasanya berusaha untuk menyakiti atau mengintimidasi orang-orang yang mereka anggap rentan”.

Mengapa pengganggu mengganggu?

Karena mereka berpikir bahwa mereka akan menang atau mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Karena mereka ingin tenar atau menghibur teman-temannya.

Karena mereka menikmati perasaan berkuasa atas seseorang, bisa jadi juga karena terkadang mereka justru sedang diganggu oleh orang lain!
Karena mereka bahkan tidak menyadari bahwa mereka menyakiti orang lain.

Lima Kata Bijaksana

Pada zaman dahulu, banyak yang menerapkan lima kata bijaksana ini ketika berhadapan dengan tukang bully (pengganggu).

Banyak orang mengerti bahwa kekuatan yang diyakini para pengganggu adalah kelemahan bagi orang bijak mana pun. Seperti yang diyakini kebanyakan orang dimasa lalu, dibutuhkan lebih banyak keberanian untuk melakukan yang benar daripada melakukan yang salah.

Toleransi
Kebanyakan orang terbiasa berkelahi dengan orang lain untuk menang. Misalnya, untuk dianggap sebagai pemenang, dan untuk membuktikan bahwa pendapat orang lain salah.

Bersikap toleran berarti menerima bahwa orang lain memiliki pendapat yang berbeda atau bahwa beberapa orang mungkin memiliki filosofi hidup dan mentalitas yang sama dengan pengganggu.

Mundur
Pengendalian diri sangat dihargai dalam situasi apapun. Tapi, ironisnya, menahan diri, seperti mundur selangkah, hanya bisa dilakukan disaat kejadian. Itu berarti guru pengendalian diri yang terbaik adalah orang yang memprovokasi anda.

Berarti anda memiliki dua hal untuk dilatih untuk mundur: Pertama adalah dorongan batin untuk bereaksi terhadap intimidasi. Dan yang kedua adalah tindakan yang coba dilakukan si pengganggu untuk memancing anda agar merespons.

Abaikan
Di Tiongkok kuno, kesabaran adalah salah satu pilar karakteristik bagi seorang kultivator selama kultivasi mereka yang sulit, terutama dalam isolasi total atau pengasingan.

Tindakan mengabaikan bukan sekadar memalingkan kepala dan kemudian bergosip tentang si pengganggu dengan rekan kerja anda. Mengabaikan mereka adalah bentuk lain dari kesabaran. Ini berarti menganggap tindakan si pengganggu tidak berarti dan secara mental menepis semua emosi menekan yang mungkin mengganggu anda.

Hindari
Menghindari orang atau situasi mungkin tampak bertentangan dengan definisi standar “kuat”. Biasanya, orang diajari untuk mandiri. Untuk bertarung sampai mereka menang. Dan itu benar; beberapa memang hal patut diperjuangkan, terutama hal-hal yang berkaitan dengan hak asasi manusia, martabat, dan nilai-nilai universal.

Tetapi sekali lagi, menurut Sun Tzu, penulis buku The Art of War: “Seni perang tertinggi adalah menaklukkan musuh tanpa berperang”. Jadi dengan menghindari pengganggu, menghindari reaksi dan tindakan yang akan memuaskan si pengganggu, Anda telah mempraktikkan “seni perang tertinggi”, bisa dikatakan demikian.

Hormat
Siapa yang tidak ingat situasi dimana orang tua mungkin berkata: “Tunjukkan rasa hormat”. Bukan hanya orang lanjut usia yang pantas dihormati karena kedudukan, latar belakang, atau nama keluarga mereka. “Respek berarti anda menerima seseorang apa adanya”.

Bagaimana 5 kata ajaib ini membantu anda menghadapi pengganggu?

Tidak ada cara teoretis untuk menjelaskan seberapa kuat kelima kata ajaib ini dalam praktik sebenarnya ketika berhadapan dengan pengganggu. Penulis pernah hidup disamping apartemen sepasang pengganggu.

Mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk berkelahi atau mencari-cari kesalahan untuk membenarkan kritik mereka. Tapi saya tidak pernah membiarkan mereka memancing amarah saya. Dan setiap hari ketika saya melihat mereka, saya akan menyapa mereka dengan suara yang ramah dan senyuman yang tulus.

Pada hari kami pindah karena saya pindah kerja, saya mengetuk pintu mereka dan mengucapkan selamat tinggal. Saya berterima kasih kepada mereka karena telah menjadi tetangga saya dan menyapa mereka untuk memberi tahu mereka bahwa mereka dapat mengandalkan saya jika mereka membutuhkan saya.

Saya bisa melihatnya di mata mereka. Mereka sangat tersentuh, sehingga sang suami mengulurkan tangan dan menjabat tangan saya. Sejak hari itu, mereka secara resmi hanya tetangga, bahkan teman, dan bukan lagi pengganggu saya dari tetangga sebelah.(nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI