Budi Pekerti

8 Pelajaran Mendalam yang Dapat Dipertimbangkan dari Studi Kebaikan Terbesar

Kebaikan
Kebaikan. (Canva Pro)

Pada tahun 2021, bekerja sama dengan Radio BBC, Fakultas Psikologi dari Universitas Sussex melakukan penelitian paling ekstensif tentang kebaikan, yang diberi nama “Tes Kebaikan”. Sekitar 60.000 orang berusia 19-44 tahun dari 144 negara berpartisipasi dalam penelitian ini.

Para peneliti ingin mengetahui tindakan yang paling umum dalam bersikap baik, hubungan antara bersikap baik dan kepribadian seseorang, bagaimana bersikap baik dipandang di tempat kerja, dan apa yang menghalangi sebagian orang untuk berperilaku baik.

Hasil penelitian ini dirilis setahun kemudian pada tahun 2022, dan artikel ini mengeksplorasi apa yang dapat kita pelajari dari penelitian kebaikan yang paling ekstensif ini.

8 Pelajaran Tentang Kebaikan

1. Tindakan Kecil yang Baik itu Berarti

Hampir 75 persen responden mengatakan mereka “hampir setiap saat” menerima tindakan baik dari keluarga dan teman. Beberapa bahkan mengatakan seseorang telah bersikap baik kepada mereka dalam waktu satu jam sebelum wawancara.

Tindakan-tindakan tersebut bukanlah tindakan besar, melainkan tindakan sederhana seperti membantu seseorang mengambil barang yang terjatuh, mengambilkan barang belanjaan untuk teman, membukakan pintu untuk seseorang, atau bahkan menunjukkan kepedulian terhadap mereka yang kurang beruntung.

2. Jika ragu, Tanyakan

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang menghindari membantu orang lain karena mereka tidak yakin apakah orang tersebut membutuhkan bantuannya. Mereka berasumsi bahwa menawarkan bantuan dapat disalahartikan sebagai pelanggaran privasi, dan mereka mungkin menghadapi penolakan atau rasa malu.

Membantu orang yang meminta bantuan adalah tindakan baik hati yang paling umum. Namun anda bisa mengambil langkah lebih jauh; tanyakan kepada seseorang apakah mereka membutuhkan bantuan anda bahkan sebelum mereka memintanya. Anda akan menghadapi beberapa penolakan di sana-sini, namun hal itu jangan menghentikan anda untuk berbuat baik.

3. Kebaikan dimulai dari Rumah

Hal ini mungkin tidak mengejutkan, namun sebagian besar responden mengatakan bahwa mereka merasakan lebih banyak kebaikan di rumah. Orang tua, teman, dan kerabat lebih baik terhadap mereka dibandingkan orang asing. Tindakan baik di rumah diikuti oleh tempat-tempat seperti rumah sakit, tempat kerja, dan toko.

Namun, hal ini jarang terjadi di platform online, di jalan, atau di angkutan umum.

4. Meneladani Orang yang lebih tua dan Wanita

Wanita melaporkan bahwa mereka lebih sering memberi dan menerima kebaikan dibandingkan pria. Selain itu, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang religius dan orang lanjut usia mendedikasikan lebih banyak sumber daya dan waktu untuk membantu orang lain.

Tentu saja, hal ini mungkin merupakan kasus bias pelaporan mandiri karena masyarakat mengharapkan demografi ini lebih baik. Namun, ini merupakan penemuan menarik yang menantang orang untuk menjadi lebih baik hati.

5. Bersikap Supel 

Penelitian ini menunjukkan bahwa kepribadian anda juga dapat menentukan seberapa sering anda memberi atau menerima kebaikan. Orang yang ekstrovert cenderung mendapat nilai lebih tinggi dalam Tes Kebaikan dibandingkan mereka yang kurang ramah. Tidak mengherankan, mereka menerima lebih banyak tindakan kebaikan.

Tentu saja, jika anda lebih terbuka terhadap pengalaman baru, anda bisa bertemu lebih banyak orang dan mendapatkan lebih banyak bantuan daripada introvert. Ini tidak berarti bahwa introvert itu kurang baik.

6. Berbicara dengan Orang Asing

Hal ini wajar terjadi pada sebagian orang, terutama para ekstrovert yang disebutkan di atas. Namun, bagi sebagian orang, berbicara dengan orang asing merupakan suatu tantangan. Bagaimana jika orang lain tidak mau memulai percakapan? Apakah anda akan melanggar ruang pribadinya?

Hilangkan pertanyaan-pertanyaan ini dari pikiran anda karena penelitian menunjukkan bahwa berinteraksi dengan orang asing membawa lebih banyak kebaikan dalam hidup anda, baik anda seorang introvert atau ekstrovert. Hal ini juga membuat orang lebih memperhatikan tindakan kebaikan.

Tidak semua orang akan menghargai “gangguan” anda, tetapi anda mungkin akan membuat hari seseorang menyenangkan suatu hari nanti.

7. Kebaikan Meningkatkan Kesejahteraan Anda

Kebaikan dan mementingkan orang lain membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, kita bahkan tidak memerlukan penelitian untuk mengetahui hal ini. Anda tidak hanya membantu seseorang, tetapi juga membuat diri anda merasa baik.

Ini meningkatkan perasaan percaya diri, optimisme, kebahagiaan, dan kendali. Tindakan membantu anda mungkin memengaruhi orang lain untuk menirunya dan membantu orang lain.

8. Tidak Harus Menjadi Kaya Dulu Baru Membantu Orang Lain

Jangan berkata: “Saya akan membantu jika saya cukup berada,” karena penelitian ini menunjukkan bahwa penghasilan seseorang tidak menjadi masalah dalam hal kebaikan. Orang-orang menghargai tindakan kecil yang baik, jadi lakukan apa pun yang anda bisa untuk menyemangati mereka yang membutuhkan.

Mengatasi hambatan untuk bersikap baik

Sebagian besar responden mengatakan terkadang mereka enggan membantu seseorang karena niat baik mereka mungkin disalahartikan. Yang lain mengatakan mereka tidak punya cukup waktu atau sumber daya untuk membantu mereka yang membutuhkan, sementara yang lain menyalahkan media sosial sebagai hambatan utama dalam kebaikan.

Ini adalah alasan yang sah, tidak diragukan lagi. Namun, jangan meremehkan dampak dari bersikap baik bahkan kepada orang asing. Kemurahan hati melampaui hal-hal materi, jadi teruslah membantu karena “kebaikan itu menular.” (nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor