Budi Pekerti

9 Strategi Ajarkan Kesabaran pada Anak Anda

Mengajarkan anak bersabar
Mengajarkan anak bersabar. (Getty Images)

Melihat orang tua yang malu karena anaknya tantrum, mengamuk atau berteriak-teriak di lorong supermarket, bank atau di tempat lain, karena kurang sabar adalah hal yang sangat memilukan. Lebih mengecewakan lagi jika anak tersebut berusia di atas enam atau tujuh tahun atau berusia remaja. Tentu saja, perilaku ini mungkin disebabkan oleh beberapa kelainan, namun terkadang hal ini hanya karena anak tidak dapat sabar menunggu.

Anak-anak kecil mulai egois dan impulsif. Namun yang menakjubkan, seiring bertambahnya usia, anda dapat membantu membentuk perilaku mereka dari egois menjadi tidak mementingkan diri sendiri dan dari impulsif menjadi sabar.

Mengapa Mengajar Anak Anda Kesabaran

Saat ini, kepuasan instan adalah model setiap perusahaan. Jika anda menginginkan sebuah film, anda tidak perlu menyewanya dan mengantri sampai pelanggan lain mengembalikannya. Jika anda ingin makanan panas, anda dapat mendapatkannya diantar dengan cepat. Jadi mengapa anda ingin memupuk kesabaran pada anak-anak ketika mereka memiliki segalanya dalam genggaman mereka?

Tidak diragukan lagi, efisiensi sangat penting di dunia modern. Namun, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh menjadi orang dewasa yang sabar memiliki keterampilan sosial yang lebih baik, kesehatan mental dan fisik yang lebih baik, dan kemungkinan besar mencapai tujuan mereka.

Bagaimana Cara Mengajar Anak Anda untuk Bersabar

1. Jadilah Panutan

Anak-anak belajar dari orang tuanya. Mereka melihat apa yang anda lakukan saat terjebak kemacetan atau antrean panjang. Jadi cobalah mengendalikan amarah atau ledakan emosi anda alih-alih bersikap gelisah dalam situasi seperti ini. Dengarkan musik, pecahkan teka-teki dengan cepat, atau bahkan luangkan waktu untuk berbicara dengan anak anda.

Cara lain untuk menjadi teladan dalam bersabar adalah dengan berbagi cerita. Bagikan kesuksesan dan kegagalan anda serta peran kesabaran (atau ketidaksabaran) didalamnya.

2. Gunakan Mendengarkan Secara Aktif dan Reflektif

Anak-anak kecil mungkin tidak dapat mengungkapkan perasaan mereka dengan kata-kata. Mereka mungkin tidak tahu bagaimana mengatakan bahwa mereka frustrasi atau marah, jadi bantulah mereka mengungkapkan perasaannya secara verbal. Secara alami, mereka mungkin menunggu lebih lama ketika anda menunjukkan bahwa mereka memahami perasaannya.

“Saya tahu ini memakan waktu terlalu lama. Tapi kamu melakukan pekerjaan dengan baik dalam menunggu, hebat!” Selain itu, anda juga bisa berpura-pura bergosip kepada pasangan anda atau siapa pun yang bersama anda. “Bukankah Brian melakukan menunggu dengan baik hari ini?”

3. Penguatan Positif

Memuji anak atas kesabaran atau usahanya dapat membantu mereka menjadi lebih sabar. Namun, hindari penguatan negatif seperti memberi mereka hadiah, permen, atau “suap” lainnya.

4. Gunakan Aktivitas untuk Mengajarkan Kesabaran

Mengajarkan kesabaran bisa terlihat berbeda ketika berhadapan dengan usia yang berbeda. Bagi anak-anak kecil, terutama mereka yang berusia di bawah dua tahun, sikap tidak mementingkan diri sendiri bukanlah hal yang “alami”. Jadi gunakan aktivitas yang fokus pada pengulangan dan teladan dalam memberi atau membantu orang lain.

Aktivitas seperti bergiliran, teka-teki gambar, dan jalan-jalan dengan telur dan sendok sangat bagus untuk anak berusia lima tahun ke atas. Untuk anak lebih kecil, “Pass the Parcel” adalah permainan bagus lainnya. Di sini, bungkus kado dalam beberapa lapis, dan setiap anak membuka satu lapis, hingga anak terakhir akhirnya mengungkapkan apa yang ada di dalam parsel.

Anda juga dapat menggunakan membuat kue, berkebun, dan membuat daftar belanjaan untuk anak-anak yang lebih besar di atas lima atau enam tahun. Selain itu, kembangkan empati dengan mengajak mereka melalui peristiwa secara langsung dan bagaimana rasanya berada di posisi orang tersebut.

5. Gunakan Teknik Peregangan Kesabaran

Teknik ini seperti berolahraga karena hasilnya terlihat secara bertahap. Katakanlah anak anda menginginkan mainan dari anda. Triknya adalah nyaris memberikan apa yang mereka inginkan. Ulangi kembali, “Mainan! Kamu ingin mainan!” Mulailah menyerahkannya kepada mereka, katakan, “Tunggu, tunggu sebentar!” lalu berbalik dan berpura-pura mencari sesuatu.

Setelah sekitar lima detik, kembalilah dan segera berikan apa pun yang mereka minta. Menghargai mereka dengan cepat akan mengajarkan mereka bahwa kesabaran itu tidak buruk dan, pada akhirnya, mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Terus tingkatkan jarak waktunya, dan anda akan membangun pengendalian diri mereka seiring berjalannya waktu.

Ingat, ini tidak seperti menggoda; anda berpura-pura akan memberi mereka sesuatu dan kemudian menahannya sama sekali.

6. Gunakan Pengatur Waktu

Pengatur waktu adalah alat yang sangat baik untuk membantu anak anda menyaksikan penantian mereka. Ini dapat membantu ketika anda sedang sibuk, tetapi anak anda meminta perhatian anda. “Beri Ayah waktu beberapa detik, dan setelah alarm berbunyi, ayah akan membacakanmu sebuah cerita.”

Namun, pastikan anda memberi diri anda cukup waktu untuk menepati janji anda.

7. Bantu Mereka Mengembangkan Strategi Menunggu

Anda dapat membantu anak anda menemukan cara unik untuk menyibukkan pikirannya saat menunggu. Misalnya, para ahli merekomendasikan untuk meminta mereka menjadi pahlawan super favorit mereka sambil menunggu. Begitu mereka mewujudkan pahlawan super favoritnya, anak-anak menjadi lebih imajinatif dan mungkin lebih sabar.

8. Pahami Konteks dan usianya

Anak usia lima tahun berada di taman kanak-kanak mungkin memahami pandangan dunia orang lain lebih baik daripada anak usia 3 tahun. Jadi ketika meminta anak anda untuk bersabar, hal tersebut harus disesuaikan dengan usia dan konteksnya. Misalnya, anda tidak bisa mengharapkan seorang anak menunggu makanan lebih dari setengah jam di restoran, jadi pesanlah sesuatu sambil menunggu atau alihkan perhatiannya dengan buku atau permainan.

Sebaliknya, jika anak anda, terutama yang lebih besar, berperilaku “seperti anak manja”, hentikanlah tindakan tersebut secara konsisten dan tegas.

9. Pertimbangkan prasekolah

Anak-anak berusia tiga tahun mulai memahami dunia dari sudut pandang orang lain. Untuk memastikan anak anda belajar kesabaran sejak dini, pertimbangkan untuk memasukkannya ke prasekolah. Jika tidak, anak yang egois dan tidak sabaran akan dijauhi oleh guru dan anak-anak lain sejak taman kanak-kanak dan seterusnya ? mereka akan kesulitan untuk menyesuaikan diri.

Kesimpulan

Kesabaran adalah kebajikan yang diremehkan, terutama dalam budaya kepuasan instan. Untungnya, ada strategi untuk menanamkan kesabaran pada anak anda, seperti menggunakan teknik pemberian hadiah yang ditunda atau aktivitas yang mencontohkan kesabaran.

Ingat, memperoleh kesabaran terjadi secara bertahap, dan bahkan orang dewasa pun mengalami kesulitan. Jadi saat anda mengajari anak anda tentang kepuasan yang tertunda, bersabarlah. (nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI