Beberapa tahun belakangan ini murid-murid SD tidak berminat belajar (sekolah) merupakan masalah yang sering kali kita jumpai. Timbulnya permasalahan ini disebabkan oleh banyak faktor, kebanyakan disebabkan oleh usia anak yang relatif masih kecil, masih belum bisa menempatkan diri secara tepat dalam hubungan antara bermain dan belajar.
Ditambah lagi kesibukan para orang tua dalam mencari nafkah sehingga telah melalaikan mendidik kedisiplinan pada anak-anaknya. Ketika anak menemui persoalan dalam belajar, tidak segera memberi pengarahan yang tepat, lambat laun makin tertinggal di dalam pelajaran, menggunakan cara belajar yang kurang tepat, terbiasa oleh kebiasaan yang tidak baik, tidak bertanggung jawab dan lain-lain sebagainya.
Permasalahan yang dihadapi semakin lama semakin banyak, membuat anak kehilangan kepercayaan diri sehingga sulit sekali bisa memusatkan hati terjun dalam belajar. Juga ada sebagian besar yang masih sangat suka bermain, tidak tahan godaan, hanyut dalam tontonan tv, youtube, atau permainan game, sehingga lebih tidak mudah mengekang diri. Keadaan Anak terjadi karena apa? Hal tersebut adalah masalah pertama yang harus kita pahami dulu.
Ketika kita menemukan hasil nilai rapor yang tidak sesuai dengan harapan, kita boleh bersama-sama dengan anak menganalisa soal-soal ujian, mencari sebabnya, melihat masalah dan kebocorannya terletak di mana. Segera memberikan dia bantuan penyelesaian masalah, untuk menghapus segala gangguan belajar yang berada di belakang. Memupuk fondasi belajar yang baik. Harus memberitahukan anak:
Bila dalam menuntut ilmu menemui kesulitan itu wajar sekali, akan tetapi harus segera diselesaikan, jika tidak hal-hal yang tidak dipahami akan menumpuk semakin banyak, dan akan makin sulit untuk diselesaikan.
Selama dalam masa belajar, anak-anak bukan hanya belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, yang lebih penting adalah untuk menambah keyakinan dan kemampuan dalam menghadapi dan menanggulangi kesulitan-kesulitan yang ditemui.
Anak harus diberi pengertian bahwa dalam kehidupan manusia kita tidak tahu berapa banyak kegagalan dan kesulitan yang akan kita hadapi. Bagi orang yang terlatih untuk jatuh segera bangun, biasanya dia dapat dengan cepat keluar dari segala kesulitan dan kegagalan, mengumpulkan pengalaman, menyongsong tantangan yang baru, maka dia akan terus-menerus meningkatkan kepandaian dan kemampuannya, inilah yang disebut keberhasilan.
Bila dalam belajar menemui kesulitan itu adalah hal yang sangat wajar. Dengan secara terus-menerus menanggulangi kesulitan dan menyelesaikan permasalahan yang ada, maka seorang pelajar juga akan setahap demi setahap makin menguasai pengetahuan tekniknya, menambah keahliannya.
Harus menyemangati Anak untuk menghapus segala gangguan dalam pembelajarannya sendiri, dari sana akan memupuk kemampuan mandirinya untuk menghadapi dan menanggulangi kesulitan.
Orang tua harus menyatakan keyakinan penuh terhadap dia, bila belum mencapai tingkat nilai yang ditargetkan, asalkan dia mendapatkan sedikit kemajuan, harus dipuji dan disemangati. Hal ini merupakan dukungan yang kuat bagi anak.
Pada umumnya, sumber dorongan belajar bagi anak berasal dari tiga aspek: anak tertarik oleh isi dalam pelajaran, kepercayaan diri dari anak dan dukungan dari orang tua. Dalam hal tersebut dukungan dari orang tua murid bisa secara langsung mempengaruhi kepercayaan diri dari anak, dan seorang anak jika sekali dia yakin bisa mengerjakan dengan baik dalam suatu bidang, maka dia akan mengerjakan hal itu dengan giat, serta menghasilkan prestasi tertentu, dalam bidang ini minatnya juga bisa meningkat. Oleh karena itu orang tua murid tidak boleh mengabaikan perannya.
Sebagai orang tua mutlak tidak boleh berpikiran melepaskan anak, hal tersebut bisa menghancurkan dorongan belajar dari seorang anak. Sebenarnya, anak sama dengan anak-anak yang lain, membutuhkan perhatian dari orang tua, saya mengusulkan kepada anda agara bisa segera bertindak, membuka saluran komunikasi dengan anak Anda, secara mendalam memahami anak sedang menghadapi kesulitan dan keraguan apa.
Bantuan secara nyata yang mana yang ia perlukan dari orang tua? Kesenangan dia di bidang apa? Dia memiliki kelebihan apa? Semua ini harus segera diberi pengarahan, mengembangkan kelebihan dan menambal kekurangan. Dukungan dan perhatian dari orang tua, pertama-tama bisa membuat anak merasakan nilai (harga) dia di dalam hati kedua orang tuanya, hal ini sangat bermanfaat untuk menambah kepercayaan diri dari anak itu sendiri. (epochtimes/lin)
