Si kaya dan si miskin pernah berada di garis start yang sama, tetapi hasil akhirnya sangat berbeda. Apa sebabnya? Ini adalah kisah tentang bagaimana masa depan tiga orang pria ditentukan oleh apa yang mereka lakukan dengan beberapa buah apel.
Tiga orang pria pergi bersama untuk mencari peluang untuk menghasilkan banyak uang. Mereka menemukan sebuah kota terpencil yang menjual apel besar, merah, dan rasanya manis dengan harga sangat murah.
Ketika pemuda pertama melihat apel, matanya mulai bersinar. Dia segera menghabiskan semua uangnya dan membeli 10 ton apel terbaik. Dia mengirimkannya kembali ke rumah dan menjualnya dengan harga tiga kali lipat dari harga pembelian. Setelah melakukan ini beberapa kali, ia menjadi jutawan pertama di kota.
Pemuda kedua mempelajari apel dan merenung sejenak. Dia menghabiskan setengah uangnya untuk membeli 100 bibit apel terbaik. Kemudian dia mengirim bibit itu kembali ke rumah, menyewa ladang dilereng bukit, dan menanamnya.
Pemuda ketiga menghabiskan beberapa hari berjalan disekitar kebun melihat-lihat apel. Dia akhirnya menemukan pemilik kebun dan berkata: “Saya ingin membeli tanah dibawah pohon apel”.
Pemilik kebun menggelengkan kepalanya dan berkata: “Tidak, tanahnya tidak untuk dijual”. Pemuda itu memohon kepada pemiliknya, dan akhirnya mendapatkan segenggam tanah seharga satu dolar.
Dia membawa pulang tanah itu dan menganalisanya. Dia kemudian menyewa lereng bukit yang tandus. Dia menghabiskan tiga tahun mengolah dan merawat tanah agar sama dengan tanah kebun yang dibawanya. Dan dia akhirnya menanam pohon apelnya di lereng bukit.
Sepuluh tahun kemudian, kekayaan ketiga pemuda ini cukup berbeda.
Pemuda pertama masih membeli dan menjual apel, tetapi keuntungannya menurun setiap tahun, dan kadang-kadang dia tidak bisa mencapai titik impas.
Pemuda yang membeli bibit itu sekarang memiliki kebun sendiri, tetapi karena kualitas tanah yang berbeda, apel yang dia tanam kualitasnya lebih rendah, tetapi dia tetap mendapat untung yang cukup baik.
Pemuda ketiga, yang membeli segenggam tanah, akhirnya memanen apelnya. Apelnya adalah berkualitas terbaik dan dengan demikian menarik banyak pembeli, dan mereka selalu mendapatkan harga terbaik. Salah satu dari pemuda ini lebih pintar dari dua lainnya, yang menawarkan pandangan hidup yang realistis, dan meninggalkan banyak hal untuk kita renungkan.
Orang yang mendapat upah harian atau memiliki pekerjaan paruh waktu hanya akan mendapatkan upah minimum. Pekerja migran yang memiliki pekerjaan bulanan juga akan menghasilkan sedikit uang.
Manajer profesional yang mendapat gaji tahunan memiliki tinjauan sepanjang tahun, sehingga gaji mereka lebih tinggi dari dua yang disebutkan di atas. Direktur proyek, yang memiliki tinjauan beberapa tahun pada suatu waktu, mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.
Pengusaha, yang melihat tren selama beberapa dekade atau bahkan satu abad, mendapatkan penghasilan tertinggi.
Prestasi kita ditentukan oleh visi dan keputusan kita. Meskipun kita mungkin dihadapkan pada peluang yang sama, pendekatan yang berbeda akan membawa hasil yang berbeda. Orang pertama yang menghasilkan uang mungkin bukan yang terkaya. Siapa pun yang dapat melihat lebih jauh kedepan dan merencanakan akan mencapai kekayaan yang lebih besar.(nspirement)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
