Budi Pekerti

Apakah Anda Termasuk Kelompok 99?

Di suatu negeri hiduplah seorang raja.  Raja ini tidak pernah merasa bahagia, sekalipun memiliki banyak harta. Selain itu, pikirannya juga tidak pernah damai.

Pada suatu hari yang cerah, raja berjalan- jalan ke kebun di istananya.

Di sana, dia melihat seorang tukang kebun, yang bekerja sambil bernyanyi.

Wajah si tukang kebun terus tersenyum, terlihat jelas sekali, ia memiliki kehidupan yang bahagia.

Raja menjadi iri, dia berpikir, bahwa dia adalah seorang penguasa, namun mengapa kehidupannya tidak bahagia.

Sedangkan orang yang dia lihat, hanyalah seorang tukang kebun, pelayan baginya, mengapa ia terlihat sangat bahagia? 

Raja kemudian bertanya: “Tukang kebun, kenapa kamu terlihat begitu bahagia, padahal kamu hanya seorang pelayan?”

Tukang kebun menjawab: “Saya memang hanya pelayan, tapi saya tidak pernah banyak berharap, asalkan ada tempat berlindung dan makanan setiap hari untuk keluarga, saya sudah merasa cukup.”

Setelah mendengar jawaban tukang kebun itu, raja masih merasa tidak puas.  Dia menceritakan semuanya kepada penasehatnya, dan berpikir, bahwa, mustahil ada orang bisa sebahagia itu.

Penasehatnya berkata: “Paduka, itu bisa terjadi, karena tukang kebun Anda belum menjadi anggota kelompok 99.”

Raja bertanya: “Apa yang kamu maksud dengan kelompok 99?”

Penasehat menjawab: Baiklah, Paduka silahkan siapkan satu kantong berisi 99 koin emas besar, dan diam-diam taruhlah di depan pintu rumah si tukang kebun itu!“

Raja kemudian memerintahkan bawahannya, untuk melakukan apa yang dikatakan oleh sang penasehat. Sebuah kantong koin emas ditempatkan di luar rumah tukang kebun tersebut.

Ketika tukang kebun itu melihatnya, dia membawanya masuk, dan terkejut. Kemudian, dia menghitung koin emas di dalam kantung dan menemukan bahwa hanya ada 99 keping koin emas.

Dia berulangkali  menghitungnya, namun hasilnya tetap sama, hanya ada 99 keping koin emas.

Dia mulai berpikir bahwa tidak mungkin seseorang hanya menaruh 99 keping, pasti seharusnya ada 100 keping.

Dia mulai mencari kemana-mana, namun tidak juga menemukan kepingan koin ke-100 tersebut.

Akhirnya, dia memutuskan untuk bekerja keras, mendapatkan koin emas ke-100.

Sejak hari itu, kehidupannya berubah drastis. Dia bekerja sangat keras, semakin sedikit senyuman di wajahnya, dan ia mulai memarahi keluarganya. Diam-diam, dia juga mulai berbuat curang dan menipu.

Raja melihat semua ini dan merasa bingung. Mengapa tukang kebun berubah jadi seperti itu, jadi dia bertanya kepada penasehatnya, apa yang terjadi.

Penasehatnya menjelaskan: “Paduka, kelompok 99 adalah sebutan untuk orang, yang memiliki cukup berkah untuk menjadi bahagia, namun tidak pernah merasa bahagia, karena tidak pernah merasa puas.

Akibatnya, mereka akan berjuang untuk mendapatkan kepingan koin yang ke-100 dan selalu berkata pada dirinya sendiri,  andaikan saya mendapat satu hal yang terakhir itu, barulah saya bisa bahagia.”

Kita bisa bahagia bahkan sekalipun hanya memiliki sedikit dalam hidup kita, namun jika kita tidak pernah tahu untuk merasa cukup dan puas, selalu menginginkan lebih dan lebih lagi, maka selamanya, kita tidak akan pernah merasa bahagia.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.