Apa yang membuat kamu bahagia? Banyak orang percaya bahwa mengejar kekayaan dan ketenaran membawa kesuksesan, dan tampaknya itulah kunci kebahagiaan.
Tetapi apakah menjadi kaya dan terkenal benar-benar membuat anda bahagia?
Memiliki ketenaran dan kekayaan tampaknya seperti tiket pasti menuju kebahagiaan; Namun, sebenarnya, tidak ada jaminan ini akan memberi anda kebahagiaan yang anda inginkan. Bahkan bagi banyak jutawan, rasa hampa mungkin menyerang mereka di akhir hidup mereka ketika mereka menyadari semua kekayaan mereka tidak dapat dibawa bersama mereka setelah kematian.
Dan perasaan hampa itulah yang dulu dihadapi oleh Li Dunrong, 54 tahun, seorang pengacara papan atas di firma hukum Korea.
Meskipun Li memiliki pekerjaan tetap yang dikagumi banyak orang, dia masih merasa hampa. “Kekosongan mendorong saya untuk mencari bentuk pemenuhan lainnya,” kata Li.
Untuk membuat hidupnya lebih menyenangkan, Li mulai banyak minum dan merokok. Dan Li selalu merenungkan tentang tujuan hidupnya di bumi. “Kadang-kadang, saya merenung arti keberadaan saya di alam semesta yang luas ini, dan sambil menghibur diri dengan harapan agar semua ini tidak lenyap setelah kematian,” katanya.
Untuk mengisi kekosongan dalam hidupnya, Li mulai belajar metode kultivasi tubuh dan pikiran yang berbeda-beda dari banyak master terkenal. Dia melakukannya dengan penuh semangat dan karenanya, rekan-rekannya memberinya julukan “Pengacara Tao”.
Namun, Li merasa bahwa pencariannya untuk menemukan jalan kebenaran tidak membuahkan hasil, dan perasaan hampa yang mengganggu itu semakin memburuk.
Seperti kata pepatah, “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.” Akhirnya, pada tahun 2004, saat Li bekerja di firma hukum Korea cabang Daejeon, seorang teman memberi tahu dia, “Saya menemukan sesuatu yang mungkin anda sukai.”
Temannya mengatakan kepadanya bahwa dia bertemu dengan seseorang di dekat gedung pengadilan yang berlatih metode kultivasi pikiran-tubuh yang dikenal sebagai Falun Gong atau Falun Dafa, yang berasal dari Tiongkok.
Peristiwa ini membuat Li mencari informasi tentang Falun Gong secara online. Dia menemukan situs web yang dikelola praktisi Falun Gong, yaitu Minghui.org dan melalui Minghui, dia menemukan buku ajaran utama kultivasi, yaitu Zhuan Falun.
Saat Li membaca Zhuan Falun, dia tahu dia telah menemukan Jalan Kebenaran.
“Dalam sekejap saya begitu tertarik dengan isi buku Zhuan Falun sehingga saya tidak bisa berhenti membacanya. Buku ini berisi pengetahuan yang saya dambakan, jawaban atas pertanyaan saya tentang kehidupan. Kekosongan di hati saya berangsur-angsur terisi,” kenangnya.
Tak perlu dikatakan, Li kemudian menekuni latihan kultivasi Falun Gong.
Sebelum berlatih, Li adalah seorang perokok berat dan peminum kronis, yang akan merokok satu bungkus rokok dalam sehari dan minum berlebihan setiap hari setelah bekerja. Hebatnya, segera setelah berlatih, dia melepaskan kebiasaan buruk tersebut bahkan ketika seorang teman mendesaknya untuk minum bir.
“Saya minum sedikit dan segera mengalami sakit kepala. Saya terkejut. Sejak saat itu, saya berhenti minum. Saya bahkan tidak tahan dengan bau alkohol, ”katanya. “Sebaliknya, kecanduan saya pada rokok lebih sulit untuk dihilangkan. Meskipun saya semakin tidak menyukai bau rokok, kebiasaan itu tetap sulit dihentikan. Suatu hari ketika saya mengisap rokok, pada isapan pertama, tiba-tiba saya merasa sangat menyesal dan seketika itu juga saya berhenti merokok. “
Sejak Li mengkultivasi dirinya sendiri sesuai dengan prinsip-prinsip Falun Gong “Sejati, Baik, dan Sabar” dia menjadi orang yang lebih sabar dan mampu menangani dengan mudah kasus yang paling sulit sekalipun.
Latihan Falun Qong juga membantu meningkatkan kesehatan mentalnya, mengurangi kelelahan dan stres yang dia derita di tempat kerja. Dan perlahan-perlahan dia tidak lagi merasa hampa. Sebaliknya, dia menjalani hari-harinya dengan “rasa puas dan bahagia.”
Li berkata hidup berubah menjadi lebih baik setelah berkultivasi Falun Gong; perubahannya begitu jelas bahkan anaknya pun menyadarinya.
“Ayah sekarang lebih baik dan lebih mudah didekati,” kata anaknya.
Mendapat manfaat yang luar biasa dari kultivasi Falun Gong, dia bertekad untuk berbagi latihan Falun Gong yang luar biasa ini dengan orang lain dengan melakukan latihan gerakan dan meditasi setiap minggu di tempat latihan Gunung Qingxi di Seoul.
Selain itu, Li selalu berusaha sebaik mungkin untuk memberi tahu klien-kliennya tentang kebenaran di balik penganiayaan brutal selama dua dekade terhadap Falun Gong di Tiongkok.
Meskipun Falun Gong saat ini dilatih oleh orang-orang di lebih dari 100 negara, akan tetapi di Tiongkok sendiri, sejak 20 Juli 1999, latihan tersebut telah difitnah dan praktisinya dianiaya karena ketakutan dan rasa iri dari mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok Jiang Zemin terhadap popularitas Falun Gong yang berkembang pesat.
Bagi Li, Falun Gong adalah cahaya yang memberinya harapan di tengah kegelapan. Karena latihan kultivasi, dia telah menemukan kebahagiaan sejati dan tujuan hidupnya. Untuk alasan ini, dia sangat berterima kasih. “Kultivasi telah menjadi alasan keberadaan saya di dunia. Berkat Falun Gong, saya telah menemukan tujuan saya, kebahagiaan batin, dan kedamaian. ” (epochtimes/ron/ch)
Untuk informasi lebih lanjut tentang latihan ini atau untuk mengunduh Zhuan Falun, kunjungi.falundafa.org. Semua buku, musik latihan, video tutorial tersedia secara gratis. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang penganiayaan yang dialami praktisi Falun Gong di Tiongkok, kunjungi http://faluninfo.net/.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

