Budi Pekerti

Bebas dari Hambatan Hari ini

Berpikir (Andrea Piacquadio @Pexels)
Berpikir (Andrea Piacquadio @Pexels)

Terjebak dalam kebiasaan adalah pengalaman yang tidak menyenangkan namun umum terjadi.

Ketidakmampuan untuk membalikkan keadaan dapat membuat kita mati rasa dan membuat kita melupakan kemungkinan tak terbatas yang terbentang didepan.

Selama anda mengenali hambatan anda, maka bukan tidak mungkin untuk diatasi. Beberapa hambatan paling umum yang kita hadapi mungkin dapat diatasi dengan perubahan sederhana dalam pola pikir kita. Dengan bekerja secara proaktif pada diri kita sendiri, kita dapat melompat kembali dari hambatan dalam waktu singkat.

Hambatan internal:

1. Persepsi diri

Apakah anda pikir anda mampu dan memungkinkan untuk mencapai tujuan anda, atau apakah ada suara keraguan diri di kepala anda? Ketika kita kurang percaya diri, kita tidak hanya mendiskreditkan upaya yang telah kita lakukan untuk mengembangkan kemampuan kita, tetapi kita juga gagal mengenali potensi kita.

Luangkan waktu sejenak untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anda dan biarkan hal ini memberi tahu keputusan anda.

Dengan menyadari keterbatasan anda dan memanfaatkan kemampuan anda, maka anda dapat menghadapi tantangan anda dengan penuh percaya diri dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperbaiki kekurangan anda.

2. Takut gagal

”Albert Einstein berkata “Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan tidak pernah mencoba sesuatu yang baru”.

Ketakutan adalah perasaan dahsyat yang dapat mencegah kita melangkah keluar dari zona nyaman kita. Mengatasi hambatan melibatkan merangkul perubahan, dan menghadapi segala macam ketidakpastian. Mengubah perspektif kita tentang kegagalan dan memahami perannya dalam peningkatan diri kita, memungkinkan kita untuk menghadapinya secara langsung dan memperkuat karakter kita dalam prosesnya.

3. Takut Dikritik

“Kritik mungkin tidak menyenangkan, tetapi itu perlu. Ini memenuhi fungsi yang sama seperti rasa sakit ditubuh manusia. Hal ini seperti memberi perhatian pada keadaan yang tidak sehat, agar dibenahi”.

Ketika Winston Churchill mengucapkan kata-kata ini, dia membuat pengamatan penting: tanpa kritik, kita tidak akan menyadari kekurangan kita. Meski menyakitkan, menerima kritik membuat kita berkembang.

Karena kritik tidak bisa dihindari dan bermanfaat, karena itu tidak perlu ditakuti. Sambut hal itu sebagai umpan balik yang membangun, dan ubah menjadi peluang untuk mengidentifikasi apa yang perlu anda kerjakan.

4. Pikiran negatif

Segala sesuatu selalu berubah dan berkembang. Karena tidak ada yang permanen, kita pasti menghadapi ketidakpastian di setiap tahap kehidupan kita, jadi kita harus bersiap untuk hasil yang paling tidak mengenakkan.

Sementara berpikir ke depan menghindarkan kita dari kejutan yang tidak diinginkan, hal itu juga dapat menimbulkan perasaan cemas dan beban yang cenderung mengaburkan penilaian kita dan menyeret kita kebawah. Belajarlah untuk mengenali pemikiran negatif dan berusahalah untuk mencari pelangi dan hikmahnya.

5. Penilaian Diri

Kritik diri sendiri adalah perangkap berbahaya lainnya. Dengan meremehkan diri kita dan pencapaian kita, kita tidak hanya memadamkan kemungkinan kita untuk berkembang tetapi juga merusak hubungan kita dengan diri kita sendiri. Kembangkan kasih sayang diri untuk membuang kebiasaan berbahaya ini. Dengan memiliki hati yang penuh rasa syukur dan empati akan membuka banyak pintu untuk perubahan positif.

Hambatan eksternal:

1. Kurangnya sumber daya

Tidak memiliki sarana untuk melaksanakan suatu proyek membuat kita putus asa dan seringkali diluar kendali kita. Namun, situasi ini dapat dibalik hanya dengan mengubah perspektif kita; yaitu, cobalah untuk melihat gelas setengah penuh!

Alih-alih berfokus pada kekurangan anda, pikirkan apa yang anda miliki. Jarang hanya ada satu solusi. Buka pikiran anda untuk menggunakan sumber daya anda secara kreatif, dan lihat situasinya sebagai peluang untuk lebih membuka potensi anda.

2. Kurangnya kesempatan

Bagaimana jika anda memiliki keterampilan dan antusiasme, namun tidak ada peluang? Jika anda menunggu dan menunggu tanpa mengambil tindakan, harapan anda mungkin tidak lebih dari sebuah mimpi.

Pengusaha Amerika Jim Rohn menasihati: “Mulailah dari mana pun anda berada dan dengan apa pun yang anda miliki”, menjelaskan, “seringkali, peluang paling luar biasa tersembunyi diantara peristiwa kehidupan yang tampaknya tidak penting”. Jadi kumpulkan keterampilan anda dan mulailah menggunakannya, daripada menunggu “saat yang tepat”.

Hambatan Perilaku:

1. Anda mempertahankan status quo

Einstein berkata, “Kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda”. Cara terbaik untuk keluar dari kebiasaan adalah dengan mencoba pendekatan baru. Pertimbangkan kemungkinan pendekatan alternatif yang dapat membantu anda bergerak maju. Meskipun memodifikasi modus operandi kita membutuhkan banyak keberanian, dan anda mungkin gagal, tetapi anda tidak akan tahu jika anda tidak mencobanya.

2. Anda Gagal Membuat Keputusan

Jim Rohn juga menekankan pentingnya keputusan aktif: “Apakah anda menjalankan hari atau hari menjalankan anda”. Ketika kita gagal memimpin hidup kita, kita mungkin tidak akan pernah mencapai potensi kita.

Luangkan waktu sejenak untuk menentukan tujuan anda. Pilihan seperti apa yang harus anda buat untuk mencapainya? Ketika kita pasti tentang seperti apa yang kita inginkan, kita dapat membuat pilihan harian yang benar untuk membawa kita lebih dekat ke tujuan kita.

3. Anda tidak menganggap diri Anda bertanggung jawab

Ketika anda terhambat, apakah anda memeriksa diri sendiri, atau hanya menyalahkan keadaan anda? Ketika kita gagal untuk mengenali peran kita sendiri dalam situasi tertentu, maka tidak mungkin untuk tumbuh. Tanyakan pada diri sendiri apa yang mungkin telah anda lakukan yang menyebabkan keadaan tidak berubah dan tidak nyaman ini. 

Apakah anda gagal menangkap peluang karena tampaknya terlalu sulit? Sudahkah anda ramah pada diri sendiri daripada bersikap keras terhadap diri sendiri? Ketika kita merenungkan kekurangan kita, kita cenderung bertanggung jawab dan mengubah perilaku kita.

4. Anda Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Lao Tzu pernah berkata: “Ketika anda puas menjadi diri sendiri dan tidak membandingkan atau bersaing, semua orang akan menghormati anda”. Membandingkan diri anda dengan orang lain dalam upaya untuk mengukur kemajuan anda dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.

Ingatlah bahwa setiap individu adalah unik, dengan kekuatan yang berbeda, karakter yang berbeda, dan keadaan yang berbeda.

Untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang seberapa banyak kemajuan anda, gunakan diri anda yang lama sebagai referensi.

Identifikasi bagaimana perilaku, pikiran dan emosi anda telah berubah, dan apakah perubahan ini positif. Jika tidak, selamat! Anda telah menemukan kesempatan untuk meningkat dan maju dalam perjalanan anda untuk menjadi versi terbaik dari diri anda. (visiontimes)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI