Budi Pekerti

Bencana Tidak akan Menimpa Mereka yang Berhati Baik

Perahu di tengah badai
Perahu di tengah badai. @Pixabay

Dahulu kala, ada seorang pria yang hidup dalam kemiskinan namun memiliki moralitas yang sangat tinggi, dia tidak pernah melakukan kecurangan apapun terhadap orang lain ataupun melawan hukum.

Karena dia tidak dapat menghidupi dirinya sendiri, dia bekerja sebagai pelayan untuk sekelompok pengusaha.

Pengusaha-pengusaha ini membawa pria miskin tersebut bersama mereka, saat mereka pergi ke laut untuk menemukan harta karun di dasar laut.

Mereka kemudian berhasil menemukan harta karun itu, lalu kemudian membuka layar untuk kembali ke rumah.

Baru saja berlayar sebentar, entah mengapa perahu mereka tidak bisa bergerak, mereka sudah berusaha mendayung dengan kuat, namun tetap saja, perahu itu hanya diam dan tidak bergerak sedikitpun.

Para pengusaha itu mulai ketakutan, mereka ingat ada kepercayaan rakyat bahwa harta karun yang akan mereka ambil, adalah milik Raja Naga, dan jika harta itu diambil, maka Raja Naga tersebut akan marah.

Sebelumnya mereka berpikir bahwa itu hanya sekedar dongeng, namun setelah berpikir kembali, mereka berhasil menemukan harta karun itu, juga berkat petunjuk dari kisah-kisah rakyat yang beredar. Jadi kalau kisah tentang harta karun ini benar, bukan tidak mungkin kisah tentang Raja Naga juga benar.

Ternyata, kisah rakyat itu memang benar, dan benar saja, masalah yang terjadi pada perahu mereka, memang adalah karena kemarahan Raja Naga.

Raja Naga marah karena ada orang yang mencuri hartanya, dan bermaksud untuk menenggelamkan kapal mereka, namun Raja Naga melihat ada satu orang yang sangat baik di atas kapal tersebut, dan dia tidak sepantasnya terkena musibah, Raja Naga justru akan mendapat hukuman jika sampai mendatangkan bencana bagi orang baik tersebut.

Jadi Raja Naga berpikir, “Saya akan menguji mereka selama tujuh hari, jika mereka lulus, saya akan melepaskan mereka.”

Perahu itu diam tidak bergerak di atas laut selama tujuh hari, dan di hari ke-tujuh, salah seorang pengusaha itu bermimpi. Dia bermimpi kalau Raja Naga datang menemuinya, dan mengatakan bahwa mereka akan dibebaskan jika mereka bersedia mengorbankan si pria miskin yang ada di atas kapal mereka.

Keesokan harinya, pengusaha itu memberitahu teman-temannya, dan mereka berdiskusi, akhirnya mereka memutuskan akan mengorbankan si pria miskin tersebut.

Si pria miskin yang baik, setelah mengetahui apa yang akan mereka lakukan, berkata: “Silahkan lakukan, jika satu nyawa saya bisa menyelamatkan nyawa kalian semua, itu tidak akan menjadi masalah bagi saya.”

Para pengusaha itu merasa senang mendengar kata-kata si pria miskin, mereka kemudian memberikan uang sebagai upah atas pekerjaan yang dia lakukan di atas perahu, lalu melemparkan pria miskin itu ke laut.

Tidak lama kemudian, perahu mereka mulai bergerak, mereka semua merasa lega dan senang. Namun tiba-tiba sebuah gelombang ombak besar datang dan menenggelamkan kapal tersebut beserta seluruh penumpangnya.

Sementara itu, si pria miskin terombang ambing terbawa ombak, namun tidak lama, ada gelombang ombak besar yang mendorong dan membawa si pria miskin yang baik hati, dengan begitu kuat dan cepat hingga dengan segera, dia mencapai daratan. Dan akhirnya dia berhasil pulang ke rumah. (kisahmoralkuno/an)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI