Berteman dengan para lansia mungkin tampak tidak konvensional di dunia yang bergerak cepat saat ini, tetapi membangun hubungan lintas generasi menawarkan manfaat yang mendalam. Mulai dari mendapatkan kebijaksanaan hingga menumbuhkan empati, berteman dengan para lansia secara tak terduga memperkaya kehidupan.
Beth Christensen, seorang mahasiswi, memilih magang di sebuah panti jompo di Prairie Village, Kansas. Dia adalah bagian dari program antar generasi yang dibentuk antara kampusnya dan panti jompo tersebut. Di akhir tahun, hubungannya dengan para penghuni panti jompo telah berkembang menjadi persahabatan yang mengharukan.
Juga ada kisah ketika Wilson dan Sharaine Caraballo pindah ke rumah baru mereka di Texas, tetangga mereka yang sudah lanjut usia menawarkan sebuah tangga. Itu adalah sikap yang baik dan bertetangga, tetapi tumbuh menjadi hubungan yang mendalam dan tulus. Kakek Paul, yang telah kehilangan istrinya, menemukan kehangatan hubungan baru, sementara keluarga Caraballo, yang baru mengenal lingkungan itu, membentuk ikatan dengan seorang kakek yang baik hati.
Tetapi, apakah ini situasi yang unik, atau sebagian besar dari kita mengabaikan potensi persahabatan yang tenang yang ada di sekitar kita? Saat ini, kaum muda dan tua kebanyakan hidup dalam lingkungan yang terpisah, namun dengan jadwal kita yang padat, kita harus meluangkan waktu untuk menjalin hubungan dengan orang yang lebih tua yang sering kali merasa ditinggalkan atau dilupakan.
Bagaimana berteman dengan lansia memberi manfaat bagi kaum muda dan tua
Berteman dengan lansia pada awalnya mungkin tampak tidak biasa karena Anda mungkin tidak mengira akan menemukan kesamaan. Anda tumbuh di masa yang berbeda, dengan mode, musik, dan perspektif yang berbeda tentang dunia. Namun, begitu pintu itu terbuka, Anda akan menemukan bahwa Anda memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang Anda kira. Selain itu, banyak manfaat yang dapat diperoleh dari persahabatan antargenerasi.
Mendapatkan pengalaman tanpa harus bersusah payah
Para lansia telah menjalani semuanya, pernah mencicipi asam garam kehidupan, dan mereka dapat memberi Anda gambaran sekilas tentang peta jalan kehidupan. Mereka telah melihat perang, cinta, kehilangan, kemerosotan ekonomi, pekerjaan yang muncul dan menghilang, bencana alam dan bencana akibat ulah manusia, dan banyak lagi. Sebagian besar dari mereka telah beradaptasi untuk bertahan hidup dan berkembang, dan anak muda dapat belajar bagaimana berinvestasi, mengelola stres, dan menghindari kesalahan. Dengan memahami apa yang mereka lakukan atau akan mereka lakukan secara berbeda dalam hal keuangan, keluarga, dan perawatan diri, Anda akan tahu bukan dari buku teks, tetapi dari seseorang yang telah menjalaninya.
Zona bebas penghakiman
Sebagian besar percakapan dengan para lansia bersifat tenang dan bijaksana. Mereka tidak cepat mengkritik karena, tidak seperti teman sebaya Anda, kecil kemungkinan mereka bersaing atau membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan Anda. Lingkungan yang langka dan aman seperti ini bisa menjadi anugerah di era media sosial yang serba cepat. Ini adalah kesempatan bagi wirausahawan muda dengan ide-ide yang masih mentah, remaja yang menghadapi tekanan teman sebaya, atau anak muda yang bermasalah yang tidak yakin akan masa depan untuk menemukan kenyamanan dan kejelasan.
Merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar
Di sebagian besar budaya, orang yang lebih tua dipandang sebagai sumber kebijaksanaan, dan di dunia di mana orang muda terbebani oleh keputusasaan dan perbandingan, kata-kata yang baik dan meyakinkan dapat membantu menguatkan mereka. Kebanyakan lansia saat ini hidup di masa ketika orang-orang berbagi dengan tetangga mereka, dan keegoisan yang tak terkendali jarang terjadi. Persahabatan Anda dapat membuka pintu gerbang menuju sejarah, budaya, dan pandangan yang lebih luas tentang kehidupan.
Mengembangkan empati dan kecerdasan emosional
Empati berarti melihat dari sudut pandang orang lain, dan berteman dengan seseorang dari generasi yang berbeda dapat membantu Anda mengembangkan kesabaran dan kebaikan. Mereka adalah pendengar aktif yang telah belajar untuk mendengarkan dengan lebih penuh perhatian, lebih sedikit menyela, dan berbicara dengan lebih hati-hati. Anda juga dapat belajar untuk menghargai proses penuaan dan tantangan yang dihadapi oleh para lansia. Hal ini membantu mematahkan stereotip penuaan yang negatif, seperti stereotip “kakek pemarah” atau “nenek cerewet”.
Memperluas lingkaran sosial dan profesional Anda
Berteman dengan orang yang lebih tua dapat membuka jalan baru yang memungkinkan Anda untuk tumbuh secara sosial dan terkadang secara profesional. Katakanlah Anda memiliki semangat kewirausahaan; mereka mungkin menjadi mentor Anda, memberikan dukungan finansial, atau menghubungkan Anda dengan seseorang yang mereka kenal yang dapat membantu Anda berkembang. Ini juga merupakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi Anda, karena membangun hubungan seperti itu membutuhkan keluar dari zona nyaman.
Meningkatkan kesehatan mental dan fisik Anda
Penelitian telah menunjukkan bahwa kebaikan kepada orang lain adalah situasi yang saling menguntungkan bagi pemberi dan penerima. Altruisme dan kasih sayang tidak hanya membuat Anda merasa nyaman, tetapi juga menciptakan rasa memiliki. Mereka juga membantu orang untuk menjaga segala sesuatunya dalam perspektif karena Anda belajar untuk menghargai apa yang Anda miliki, dalam hal ini, masa muda Anda dan keniscayaan penuaan. Teman juga membantu Anda mengurangi rasa kesepian, dan rasa keterhubungan tersebut dapat meningkatkan harga diri dan harga diri Anda.
Bagaimana lansia mendapat manfaat dari berteman dengan yang muda
Lansia memiliki banyak hal yang dapat ditawarkan, tetapi kebutuhan mereka sering kali terabaikan. Banyak yang tinggal jauh dari keluarga mereka, dan hari-hari mereka mungkin diisi dengan kesunyian dan lebih sedikit kesempatan untuk merasa berguna dan didengar. Di situlah persahabatan Anda mungkin berguna.
Rasa memiliki tujuan
Kita semua ingin menjadi bagian dan merasa berarti bagi seseorang. Menjadi mentor atau teman bagi seseorang yang lebih muda dapat menghidupkan kembali rasa memiliki dalam diri mereka. Mereka merasa bahwa mereka perlu menjadi diri mereka sendiri ketika Anda mengizinkan mereka untuk berbagi cerita, nasihat, atau kenangan tentang seseorang yang ingin mereka pertahankan. Rasanya menyenangkan ketika pengetahuan apa pun yang telah mereka kumpulkan sepanjang hidup mereka diteruskan alih-alih hanya berdebu di rak-rak mental mereka.
Memerangi kesepian
Para lansia menghadapi beban kesepian yang paling berat karena dampak buruknya terhadap kesehatan fisik dan mental mereka. Kunjungan, telepon, atau berbagi tawa dengan seseorang dapat mencerahkan hari mereka dan memberi mereka sesuatu yang dinanti-nantikan.
Mempelajari hal-hal baru
Belajar bukanlah jalan satu arah karena Anda juga dapat memberikan pengetahuan kepada yang lebih tua. Kaum muda memiliki ide, energi, dan keterampilan teknologi yang dapat dipelajari oleh orang yang lebih tua, sehingga dapat menumbuhkan rasa saling terhubung di dunia modern.
Tetap aktif secara mental
Interaksi sangat penting dalam mencegah gangguan seperti demensia atau masalah kognitif lainnya. Persahabatan Anda dapat membantu mereka menjaga pikiran mereka tetap tajam dengan memungkinkan mereka untuk tetap ingin tahu, mengingat, dan berpikir kritis. Pikiran membutuhkan latihan, terutama seiring bertambahnya usia, dan stimulasi mental baik untuk ingatan, suasana hati, perhatian, dan kesehatan secara keseluruhan.
Mendorong aktivitas fisik atau hobi
Menjalin persahabatan dengan orang-orang yang lebih muda dan aktif dapat membantu para lansia untuk tetap aktif. Ada banyak cerita tentang para lansia yang berlatih tinju atau bela diri di panti jompo, yang memungkinkan mereka untuk tetap aktif dan mencerahkan hari-hari mereka. Anda juga dapat membantu mereka menghidupkan kembali gairah dan minat mereka. Entah itu merajut, pertukangan, atau pandai besi, mereka akan merasa senang jika sesuatu yang mereka sukai dapat menarik minat orang lain yang lebih muda.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan saat menjalin persahabatan antargenerasi
Persahabatan di antara teman sebaya sering kali memiliki tantangan, termasuk persaingan, perbandingan yang terus menerus, pergeseran prioritas, dan transisi kehidupan lainnya, seperti pindah ke kota atau negara lain. Demikian juga, persahabatan lintas generasi juga memiliki tantangan yang tidak kalah beratnya, namun itulah yang membuatnya berharga. Jadi, inilah cara untuk membuat persahabatan antargenerasi berhasil.
Hormati kecepatan dan energi mereka
Orang dewasa yang lebih tua mungkin melakukan sesuatu dengan lebih lambat atau membutuhkan lebih banyak waktu untuk pulih, jadi bersabarlah. Rencanakan kegiatan yang cocok untuk Anda berdua, dan hindari percakapan yang terburu-buru. Ingatlah, hadir saja sudah cukup.
Mendengarkan secara aktif
Sebaiknya dengarkan cerita, pengalaman, dan pelajaran yang telah mereka pelajari dari kehidupan mereka yang panjang. Anda tidak harus menyetujui semua hal, tetapi mendengarkan tanpa menyela akan membantu membangun kepercayaan dan rasa memiliki.
Bicaralah dengan mereka, bukan pada mereka
Hanya karena seseorang lebih tua, bukan berarti mereka tidak berhubungan dengan teknologi, politik, atau masalah modern. Penting untuk berbagi dunia Anda dengan mereka dan menemui mereka di mana mereka berada. Percakapan Anda harus penuh rasa ingin tahu, ramah, dan setara.
Pertimbangkan riwayat hidup mereka
Seperti yang telah disebutkan, beberapa lansia membawa kenangan akan perang, krisis ekonomi, kesulitan pribadi, dan pergeseran budaya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika mereka membuka diri, peka terhadap sejarah hidup mereka. Jika mereka memilih untuk tidak mendiskusikannya secara rinci, hargai bahwa beberapa cerita membutuhkan waktu untuk terungkap, sementara yang lain mungkin tidak akan pernah diceritakan.
Tetapkan batasan yang sehat
Seperti hubungan apa pun, persahabatan lintas generasi membutuhkan batasan yang sehat. Ya, Anda harus bersikap baik kepada para lansia, tetapi Anda harus menentukan berapa banyak waktu dan energi yang dapat Anda dedikasikan untuk mereka. Kebaikan dimulai dengan kepedulian dan kejujuran; ketika Anda berterus terang tentang harapan Anda, Anda akan menumbuhkan rasa saling pengertian dan rasa hormat.
Mengharapkan hal yang tidak terduga
Persahabatan harus terjalin secara alami, dan keindahannya ada pada kejutannya. Orang dewasa yang lebih tua tidak cocok dengan cetakan dan memiliki berbagai macam kepribadian. Tidak semua lansia memiliki sifat seperti zen, tenang, atau terukur. Beberapa orang akan berbicara dengan lembut, reflektif, dan lembut. Ada pula yang berapi-api, suka berpendapat, dan penuh dengan kenakalan serta humor yang tak terduga. Dan itu tidak apa-apa. Mereka membawa bumbu kehidupan, menantang pandangan Anda, dan mengingatkan Anda bahwa kepribadian tidak pensiun seiring bertambahnya usia. Selain itu, jangan berharap mereka akan menjadi proyek Anda atau menerima bantuan untuk segala hal, karena setiap orang berhak mendapatkan otonomi.
Pahami bahwa kerugian mungkin merupakan bagian dari hal tersebut
Ini mungkin kebenaran yang paling brutal: berteman dengan seseorang yang jauh lebih tua berarti Anda mungkin harus mengucapkan selamat tinggal secara alami. Anda mungkin bersama mereka hari ini, dan besok, mereka telah diambil oleh penyakit yang melemahkan, kehilangan ingatan, atau kematian. Hal ini dapat menyakitkan, tetapi memberikan makna lebih pada persahabatan tersebut dan sukacita yang dapat Anda berikan kepada seseorang ketika mereka sangat membutuhkannya.
Kesimpulan
Persahabatan tidak dibatasi oleh usia. Beberapa momen paling bermakna dalam hidup kita bisa datang dari tempat yang tidak kita duga – orang-orang yang telah hidup melalui era yang hanya kita baca, yang kisahnya telah berlangsung puluhan tahun, dan yang kehadirannya dapat membawa kehangatan, kebijaksanaan, dan persahabatan yang mantap.
Namun, ini bukan hanya tentang mendapatkan manfaat dari mereka; Anda juga memiliki sesuatu untuk ditawarkan. Interaksi Anda dengan para lansia dapat memberikan mereka energi, perspektif baru, dan rasa tujuan yang baru. Berteman dengan para lansia adalah tentang menjembatani kesenjangan antar generasi dan membentuk kembali persepsi kita tentang penuaan, hubungan modern, dan pengalaman manusia.
Ingatlah bahwa usia saja tidak membuat seseorang menjadi bijaksana, baik hati, atau aman. Beberapa lansia mungkin tidak memiliki kepentingan terbaik Anda, dan bahkan jika mereka memilikinya, pengalaman hidup mereka mungkin tidak sesuai dengan nilai-nilai atau realitas Anda saat ini. Tetaplah terbuka, tetapi tetaplah waspada, karena hubungan yang bertahan lama – berapapun usianya – dibangun di atas rasa saling menghormati, kepercayaan, dan batasan yang jelas.
Membentuk hubungan antargenerasi yang sehat akan mengingatkan Anda berdua bahwa masih banyak yang harus Anda pelajari, alami, dan bagikan.
