Iblis tua melihat bahwa manusia sangat diberkati Tuhan dalam dunia manusia, sehingga dia memberi tahu Iblis kecil, “Kita perlu mengganggu hidup manusia, jika tidak, tidak ada tempat bagi kita dalam dunia manusia.”
Iblis Kecil Pertama
Dia mengirim Iblis kecil untuk mengusik seorang petani, karena petani itu, meskipun dia bekerja keras setiap hari dengan hasil pas-pas-an, dia tetap merasa senang dan puas. Iblis kecil itu kemudian mengganggu kehidupan petani ini dengan cara membuat tanah pertanian menjadi sangat keras. Petani itu mencoba menggemburkan tanah yang keras itu. Dia bekerja sangat keras dengan hasil yang sangat sedikit. Namun dia tetap bersemangat, dia hanya beristirahat sebentar kemudian lanjut bekerja tanpa mengeluh. Iblis kecil itu melihat bahwa rencananya tidak berhasil, jadi dia mundur.
Iblis Kecil Kedua
Iblis tua mengirim iblis kecil kedua ke petani. Iblis kecil kedua itu mencuri makan siang dan air minum petani dan membayangkan jika petani itu merasa lelah dan lapar, lalu ia menemukan bahwa makan siang dan air minumnya hilang, dia pasti akan kehilangan kesabarannya dan marah. Ketika petani yang kelelahan dan haus pergi untuk beristirahat di bawah pohon dan mendapati roti dan air minumnya hilang, dia berpikir: “Saya merasa senang kalau ada orang miskin yang lebih membutuhkan roti dan air minum itu lebih daripada saya. Saya harap dia akan puas dengan semuanya itu. ” Iblis kecil itu gagal dan mundur.
Iblis Kecil Ketiga
Iblis tua itu merasa aneh. Apakah tidak ada cara untuk menghancurkan petani ini? Pada saat itu, iblis kecil ketiga datang. Dia memberi tahu iblis tua itu, “Saya bisa melakukannya. Saya bisa menghancurkannya.” Iblis kecil itu mengubah wujudnya menjadi manusia lalu bersahabat dengan petani itu. Petani itu sangat senang memiliki teman yang mempunyai kemampuan memprediksi masa depan. Dia memberi tahu petani itu bahwa akan ada kekeringan tahun depan, dan meminta petani itu menanam bijinya di tanah basah. Petani itu melakukan apa yang diperintahkan kepadanya, dan tahun berikutnya tidak ada petani yang panen kecuali petani itu. Dia menjadi kaya karenanya.
Iblis kecil memberi tahu petani itu apa yang harus ditanam untuk tahun depan. Setelah 3 tahun, petani menjadi sangat kaya. Ia juga mengatakan kepada petani untuk membuat alkohol dari beras untuk menghasilkan lebih banyak uang. Perlahan-lahan petani itu berhenti bekerja; dia mencari nafkah dengan cara berdagang.
Suatu hari iblis tua datang dan iblis kecil memberi tahunya: “Sekarang, saya akan menunjukkan keberhasilan saya.” Petani mengadakan perjamuan; banyak orang kaya datang dan ada banyak pelayan yang melayani mereka. Mereka menyia-nyiakan banyak makanan dan semuanya mabuk dan mulai berperilaku diluar kontrol.
“Kamu akan melihat bahwa dia juga berubah sekarang,” kata iblis kecil itu ketika seorang pelayan tersandung ketika si petani memegang anggur. Petani itu memarahinya: “Mengapa kamu begitu ceroboh?”
“Tuan, kami belum makan apa pun, kami sangat lapar sehingga kami tidak memiliki kekuatan untuk bekerja.” “Bagaimana kamu bisa makan sesuatu sebelum pekerjaanmu selesai?” kata petani itu.
Iblis tua melihatnya dan merasa senang, “Hebat! Sekarang dia berlumur dosa! Bagaimana kamu melakukannya?”
Iblis kecil itu berkata, “Aku hanya membiarkannya memiliki lebih dari yang dia butuhkan sehingga keserakahan mengalahkan sifat baiknya sebagai manusia.” (visiontimes/ron)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

