Raja Xuan dari negara Qi mempunyai hobby mendengar musik, terutama orkestra yang dimainkan oleh ratusan orang. Raja Xuan ingin merekrut musisi dalam jumlah besar, Nan Guo mendengar kabar tersebut, datang melamar.
Nan Guo sebenarnya adalah seorang kurir barang. Ia tidak bisa memainkan alat musik. Dia datang melamar karena dia tahu bahwa pekerjaan ini gajinya besar. Sempat ragu, namun ia berhenti dari pekerjaannya dan terus melanjutkan rencananya.
Nan Guo sangat beruntung, di kelompok orkestra tersebut tidak ada orang yang menyadari dia bermain curang hanya pura-pura meniup terompet.
Tetapi ini tidak berlangsung lama, Raja Xuan tidak berapa lama kemudian wafat, dan putra mahkota Min naik tahta.
Raja Min juga sangat suka musik, tetapi dia berpikir 300 orang musisi terlalu banyak. Demi efisiensi, tanpa pemberitahuan sebelumnya, pada suatu hari semua musisi diuji satu per satu untuk memilih hanya pemusik bertalenta tinggi yang tetap dipertahankan di orkestra kerajaan.
Dalam ujian itu, kebohongan Nan Guo selama ini ketahuan, karena ia sama sekali tidak bisa main musik, dan akibatnya dia dijebloskan ke penjara dan harus membayar denda berupa pengembalian gajinya yang diterima selama ini.
Nan Guo sangat menyesal, sudah kehilangan pekerjaan, masuk penjara, harus bayar denda, lebih lebih lagi nama baiknya menjadi rusak dan membuat malu keluarganya. (minghui school)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini
Berada di sepanjang garis khatulistiwa, membuat Indonesia memiliki iklim tropis. Wilayah negara dengan iklim tropis biasanya memperoleh sinar matahari di sepanjang waktu. Ini yang membuat Indonesia hanya memiliki dua musim, yaitu musim penghujan dan kemarau.
Meski belakangan kedua musim itu sangat bervariasi dari satu tempat ke tempat lain karena dipengaruhi oleh pola angin monsun yang berbeda, namun tetap saja, dalam satu tahun pasti kita akan melewati satu siklus dimana akan turun hujan berhari-hari.
Jika sedang tiba di musim penghujan dan kondisi rumah sedang tidak baik, tentunya akan menyebabkan hal-hal yang tidak menyenangkan. Masalahnya terkadang, kerusakan-kerusakan kecil tidak disadari sebelumnya oleh pemilik rumah, sampai terjadi masalah besar.
Kerusakan seperti masalah bocor atau rembes, umumnya baru diketahui saat musim penghujan tiba. Masalah bocor yang tidak segera diperbaiki umumnya akan merambat ke masalah lainnya.
Maka cara terbaik untuk mengatasi kerusakan akibat air hujan, dengan melakukan pencegahan sebelumnya. Ada 2 hal utama yang dapat kita lakukan:
Berikan perkuatan pada area eksterior rumah
Pertama, bagian atap
“Tugas” utama atap adalah melindungi rumah Anda. Maka, pemeriksaan utama Anda dimulai dari atap. Jika Anda memiliki atap dak beton, lakukan perlindungan secara berkala. Anda dapat melapisinya dengan lapisan waterprofing.
Jika penutup atap Anda menggunakan genteng atau sirap, periksa atap Anda secara berkala untuk mencari genteng atau sirap yang rusak, longgar, atau turun. Anda juga dapat memeriksa plafon atau dinding rumah Anda, apakah ada noda kecoklatan di sana.
Jika pada musim penghujan lalu sudah ada kebocoran halus, umumnya air tetap akan meninggalkan bekas di plafon atau dinding.
Kedua, bagian dinding luar
Dinding terluar yang langsung terekspos oleh matahari dan hujan, cukup riskan menyebabkan terjadi perembesan ke dalam.
Mungkin Anda tidak menyadari jika kerusakan pada dinding interior rumah seperti cat mengelupas, wallpaper lembab, atau cat berubah warna, memiliki berbagai kemungkinan termasuk dari rembesnya air hujan.
Air hujan masuk melalui lubang di dinding. Periksa dinding eksterior Anda secara berkala. Gunakan cat waterprofing untuk melapisi dinding terluar yang langsung terekspos matahari dan hujan.
Cek drainase rumah
Pertama, talang
Pastikan semua saluran air di bagian atap bersih dari kotoran. Tergantung dari rumah masing-masing, jika rumah Anda dikelilingi oleh pepohonan, kemungkinan besar atap Anda akan penuh dengan daun-daun kering. Lakukan pembersihan secara berkala.
Daun-daun dapat menyumbat air turun melalui pipa talang tegak. Akibatnya, air hujan tergenang di talang dan menyebabkan bocor karena air hujan akan turun melalui celah-celah lainnya.
Anda juga dapat menutup talang atap dengan penutup yang terbuat dari semacam jaring untuk menjaga dedaunan masuk ke dalam talang.
Kedua, talang tegak
Hampir sama dengan talang atap, saluran di pipa talang tegak ini juga harus bersih dari kotoran. Pipa talang tegak yang tersumbat, akan menyebabkan air hujan balik ke atap dan air hujan mencari jalan dari celah-celah lainnya.
Pastikan air yang melalui talang tegak ini diterima oleh bak kontrol dan langsung dialirkan ke riol kota. Jumlah talang tegak bergantung dari besaran atap rumah Anda. Umumnya perencana telah membuat kisaran jumlahnya yang disesuaikan dengan luasan atap Anda.
Tentu saja, kerusakan bangunan akibat kebocoran air tidak terbatas dari air hujan saja. Pipa air bersih yang bocor atau dinding yang berhubungan dengan area basah tidak menggunakan tasram juga dapat menyebabkan kerusakan.
Selain itu, setiap bahan bangunan memiliki “masa hidup” yang berbeda-beda. Terkadang kita sudah berusaha melapisi dinding terluar dengan cat waterprofing, namun masih terjadi perembesan.
Kemungkinan ada beberapa bagian batu bata yang sudah lapuk, sehingga tidak berfungsi secara maksimal. Namun setidaknya, Anda telah melakukan perlindungan yang cukup pada rumah Anda.
Memastikan atap, dinding luar, dan drainase berfungsi sebagaimana mestinya, adalah tugas kita sebagai penghuni rumah. (ntdindonesia/averiani)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini
Dinding yang selalu lembab dapat menyebabkan cat terkelupas, menggelembung, atau berjamur. Jika hal tersebut terjadi dalam jangka waktu panjang, maka semakin lama akan merambat ke area lain dan bahkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada penghuni rumah.
Melakukan perbaikan secepatnya tentu harus dilakukan, namun ada baiknya, sebelum melakukan perbaikan, perlu mengetahui sumber penyebabnya terlebih dahulu. Ini dilakukan agar dapat memutuskan solusi yang tepat dan menghindari perbaikan yang berulang-ulang.
Dinding yang lembab terjadi karena berbagai sebab, dan solusi untuk mengatasinya pun berbeda-beda tergantung penyebabnya. Dari sekian banyak terjadinya dinding lembab pada umumnya dapat dibagi menjadi tiga penyebab utama, antara lain:
Plester lembab
Ini umumnya terjadi pada dinding yang berbatasan langsung dengan area luar. Selain terkena air hujan secara langsung, bisa juga karena terkena tampias air hujan atau merembes melalui celah antara dinding dan bingkai jendela atau pintu. Jika dinding tidak dilapisi dengan waterproof, maka air hujan akan meresap dalam pori-pori. Kondisi ini semakin diperparah bila dinding bagian luar belum diplester. Air hujan akan semakin mudah meresap.
Solusi:
Aplikasikan plester dan waterproof pada permukaan dinding yang belum diplester tersebut. Untuk dinding yang telah menggunakan plester, cukup dengan melapisi waterproof. Namun jika rembesan air masih berlanjut, artinya plester sudah sampai pada titik jenuh sehingga perlu mengelupas plester lama dan melapisinya dengan plester baru. Sedangkan untuk rembesan yang terjadi diantara dinding dan bingkai, tutup celah di sekeliling pintu dan bingkai jendela pada dinding.
Kebocoran
Kebocoran akibat genteng yang rusak atau terlepas, retak pada pada bubungan, talang air yang tersumbat, maupun pipa air (ditanam di dalam tembok) yang pecah, juga dapat menyebabkan dinding lembab. Umumnya hal ini ditandai dengan area basah di sekitar plafon atau di sisi yang sejalur dengan saluran air seperti pada kamar mandi atau dapur.
Solusi:
Perbaiki sumber masalah yang mengakibatkan kebocoran. Perbaiki genteng, talang air yang tersumbat, dan penyebab kerusakan lainnya. Setelah itu baru mulai mengupas cat dan melakukan pengecatan ulang.
Rembesan air tanah
Air tanah dapat naik ke dinding karena adanya fenomena kapiler. Umumnya hal ini disebabkan karena pasangan bata diatas sloof tidak menggunakan plester kedap air (trassram) atau bisa juga karena kesalahan pengerjaan pondasi.
Solusi:
Lapisi dinding dengan plester kedap air. Jika dinding telah jenuh air, dapat dilakukan dengan menyematkan ringbalk pada area bawah dinding. Ini untuk memutus dinding bata dari rembesan air dari tanah. Demikian beberapa kemungkinan penyebab dinding lembab beserta solusi pemecahannya. Semoga dapat membantu. (ntdindonesia/averiani)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
Kesedihan yang intens dapat menyebabkan tekanan berat pada jantung, yang dapat menyebabkan kardiomiopati yang disebabkan oleh stres, juga dikenal sebagai “sindrom patah hati.” Jadi ya, Anda bisa mati karena patah hati jika Anda merasa stres. Patah hati bukan sekedar karena kehilangan pasangan, tetapi juga kehilangan siapa pun yang sangat Anda cintai, misalnya, anak.
Ada banyak contoh sindrom patah hati yang menyebabkan kematian individu. Harold Knapke dan Ruth Knapke menikah selama 65 tahun dan membesarkan enam anak bersama. Di masa tuanya, Harold menderita demensia dan masalah jantung dan tertidur sepanjang waktu. Lalu, istrinya jatuh sakit dan meninggal. Setelah anak-anaknya memberitahunya tentang hal ini, Harold meninggal keesokan harinya. Seolah-olah dia hidup untuk istrinya, dan ketika dia melihat istrinya tidak berhasil, dia melepaskan keinginannya sendiri untuk hidup.
Ada cerita serupa lainnya. Menurut studi yang dilakukan Universitas Harvard dan Universitas Yamanashi di Tokyo, para peneliti menemukan ada kenaikan 41 persen kematian selama 6 bulan pertama setelah salah satu pasangan meninggal. Studi ini didasarkan pada data yang dikumpulkan dari 2,2 juta orang dan menemukan bahwa usia benar-benar tidak berlaku. Patah hati berlaku untuk yang tua dan muda.
Penderitaan pria berbeda dari wanita yang diakibatkan sindrom ini. Ini karena wanita secara naluri memelihara rumah dan menjaga hubungan keluarga. Saat sang istri meninggal, para pria tiba-tiba kebingungan. Mereka lebih menderita jika tidak tahu cara memasak. Mereka menjadi kesepian dan terpisah dari lingkungan sekitar. Wanita lebih terpengaruh dengan kematian anak. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2013 menemukan bahwa perempuan mengalami kenaikan 133 persen kematian selama dua tahun pertama setelah ditinggal mati anaknya.
Mirip dengan serangan jantung, gejala dan hasil tes menunjukkan perubahan drastis pada ritme dan zat dalam darah. Perbedaannya, pada sindrom patah hati, tidak ada arteri yang tersumbat. Apa yang terjadi adalah bagian jantung (ruang jantung kiri bawah) membesar sementara, dan darah tidak terpompa secara memadai yang menyebabkan gagal otot jantung jangka pendek.
Tidak seperti serangan jantung yang bisa berakibat fatal, sindrom patah hati tidak separah itu, dan biasanya dapat diobati sepenuhnya dalam beberapa minggu setelah dirawat di rumah sakit.
Karena manusia adalah makhluk sosial, dia berusaha untuk mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang dia cintai. Walaupun kelihatannya klise, dia ingin mencintai dan dicintai. Ketika semakin banyak cinta, semakin bahagia. Tetapi setiap orang setidaknya menginginkan seseorang untuk merawat mereka. Hubungan primer ini dalam dan bermakna, dan ketika ada kehilangan yang mendadak, individu yang terpengaruh tidak tahu bagaimana mengatasinya, dan gagal secara mental. Beban mental dan kebingungan yang diakibatkan kehilangan ini memperburuk hormon stres dalam tubuh sedemikian rupa sehingga jantung tidak dapat mengatasinya dan akhirnya gagal.
Hal utama yang dapat Anda lakukan untuk menghindari situasi tersebut adalah dengan berolahraga dan menjaga kesehatan jantung. Berolahraga secara teratur dan intens juga memungkinkan penumpukan hormon stres dapat dikendalikan. Ketika stres dapat dikendalikan dan jantung sehat, hal berikutnya yang harus dijaga adalah sikap. Sikap berasal dari sistem kepercayaan.
Memupuk ketahanan mental dan keyakinan bahwa yang telah meninggal berada di dunia yang lebih baik dan bebas dari penderitaan akan membantu mereka yang berduka untuk mengatasi situasi lebih cepat. Jika Anda berada dalam situasi sulit setelah kematian orang yang dicintai, cobalah hubungi keluarga dan teman dekat. Kepedulian mereka akan membantu Anda mengatasi situasi sulit hingga Anda mampu menjaga diri sendiri. Ingat, waktu menyembuhkan. Anda harus memberinya waktu yang tepat. (eva/visiontimes)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dewasa ini, tingkat perceraian sangat tinggi dan ada begitu banyak keluarga menjadi single-parent. Beberapa orang menyalahkan faktor maraknya perselingkuhan atau kemiskinan, tetapi pada kenyataannya, kerusakan yang disebabkan oleh penggunaan bahasa yang kasar bagi sebuah keluarga jauh lebih besar.
Para filosof Tiongkok kuno berkata: “Kata-kata lembut lebih hangat daripada sutra; kata-kata kasar (bully) dapat menyebabkan lebih banyak luka dibandingkan pisau.”
IKEA pernah melakukan percobaan bertema “Bully Plant” di sebuah kampus di Timur Tengah, dan juga membantu siswa memahami kekuatan berbicara. Mereka memilih dua tanaman pot yang identik (sama persis) dan merawatnya dengan pemupukan dan sinar matahari yang sama. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa masing-masing diperlakukan dengan kata-kata yang berbeda dari siswa: yang satu menerima kata-kata yang baik dan yang lain menerima kata-kata yang buruk.
Para siswa mengatakan hal-hal seperti:
“Aku suka penampilanmu”; “Aku sangat senang ketika
melihatmu”; “Kamu benar-benar cantik” pada tanaman pot yang
mendapat pujian; dan sebaliknya mengatakan: “Kamu adalah sampah, kamu tidak ada
gunanya”, “Kamu sama sekali bukan tanaman hijau”, “Katakan
yang sebenarnya, apakah kamu masih hidup?” pada tanaman pot yang menerima
kata-kata kasar.
Hasil percobaannya cukup menakjubkan.
Tanaman pot yang dilecehkan secara verbal perlahan-lahan layu, sedangkan
tanaman pot yang mendapat pujian semuanya masih hidup. Meskipun dalam lingkungan
pertumbuhan yang sama, ada perbedaan yang terlihat dalam sebulan. Jadi bisa
dikatakan tanaman tidak tahan akan bahasa kasar, apalagi manusia.
Terkadang, hanya dibutuhkan satu kalimat
untuk menjatuhkan seseorang. Jika ini diucapkan oleh keluarga terdekat Anda,
kerugiannya akan berlipat ganda! Jika bahasa hilang kendali, maka itu akan
menjadi pisau yang membunuh tanpa mengeluarkan darah. Inilah alasan mengapa
kerusakan yang diakibatkan penggunaan bahasa yang kasar dan kejam itu
mengerikan. Kata-kata itu akan menyakiti hati orang dan meninggalkan trauma
mendalam. Banyak kejahatan yang berakibat kerusuhan sosial disebabkan oleh
penjahat yang pernah menjadi korban pelecehan kata-kata kasar saat masih kecil.
Begitu pun dengan keluarga, banyak pasangan
yang berselisih satu sama lain, dan perpecahan orang tua-anak berasal dari
kekerasan bahasa. Jika keadaan seperti itu berlanjut untuk waktu yang lama,
rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keluarga secara alami kian menjadi
lemah, sehingga berbagai masalah keluarga, seperti kabur dari rumah, lebih
mungkin terjadi.
Saat suami istri bertengkar, mereka saling mengeluarkan kata-kata buruk. Mereka bahkan mengindoktrinasi anak-anak dengan kesalahan pihak lain, sementara mustahil bagi anak-anak yang polos untuk menghindari percekcokan. Banyak anak yang tidak memiliki nilai memuaskan di sekolah atau yang tidak memenuhi persyaratan seringkali diejek. Karena semua jenis tekanan menumpuk hingga waktu yang lama, tragedi keluarga akan cenderung terjadi, mulai dari perceraian hingga bunuh diri.
”Berbuat salah adalah manusia, dan tidak
ada orang yang sempurna,” kata mereka yang membuat alasan. Kita selalu terbiasa
melunak pada orang lain, tetapi emosi pada anggota keluarga. Tidak ada orang
yang sempurna di dunia. Orang selalu memiliki kekurangan, dan butuh waktu untuk
memperbaiki kesalahan mereka. Jika kita dapat menerima kekurangan kita, mengapa
kita tidak bisa memperlakukan kekurangan orang lain dengan kebaikan?
Beberapa orang mengatakan bahwa rumah bukanlah tempat untuk berdebat, tetapi untuk menunjukkan cinta kasih. Keluarga yang harmonis membutuhkan semua anggotanya untuk menggunakan hati. Kata-kata yang kasar dan merendahkan hanya akan membuat orang menutup hati, sementara kata-kata lembut seperti angin musim semi membuat orang merasa nyaman dan menyentuh hati mereka. (Joseph Wu/eva/visiontimes)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Bulan ini, saya dan suami membeli sebuah mobil baru. Baru saja tiga hari kami memilikinya, mobil itu hilang dicuri orang.
PODCAST
Suami saya sangat marah, lalu kami melapor ke polisi.
Di kantor polisi, petugas berkata: “Tenang saja Pak, selama ini, 95% kasus pencurian mobil, bisa terungkap dalam waktu hanya 3 hari.”
Suami saya yang masih kesal menjawab: “Oh, tapi bagaimana kalau saya masuk dalam kelompok yang 5%? Bagaimana saya bisa tenang?”
Setelah selesai membuat laporan, akhirnya kami pulang.
Di rumah, saya menyalakan televisi, menonton acara komedi, dan tertawa.
Suami saya merasa aneh, dia bertanya: “Istriku, apakah kamu sadar, kita sudah menabung cukup lama untuk membeli mobil baru itu, dan kini, mobil itu hilang, bagaimana bisa kamu tertawa di saat-saat seperti ini?”
Sayapun menjawab: “Suamiku, kita bisa merasa sedih dan kesal, dan kita kehilangan sebuah mobil. Atau,,, kita bisa merasa senang, dan kehilangan sebuah mobil. Yang mana saja yang kita pilih, tetap saja, kita kehilangan sebuah mobil, kan?”
Saat itu, kami tidak berbicara lagi.
Tiga hari kemudian, kami kembali mendatangi kantor polisi, suami saya bertanya kepada petugas di sana.
“Bagaimana Pak, apakah mobil saya yang hilang sudah ditemukan? Ini sudah tiga hari.”
Polisi itu tersenyum, lalu menjawab: “Wah, kebetulan sekali, mobil Bapak sudah ditemukan, kami berencana memberi kabar siang ini, tak disangka Bapak sudah datang pagi-pagi. Itu, mobil Bapak ada di belakang, silahkan dilihat.”
Suami saya melihat ke lapangan di belakang kantor polisi, dan benar saja, mobil kami yang hilang ada disana, namun kondisi mobil itu, sama sekali tidak seperti sebuah mobil yang baru.
Ada banyak cacat di badan mobil itu, beberapa bagiannya juga penyok, namun untunglah, mobil itu masih bisa dihidupkan, dan masih bisa dikendarai.
Setelah mengurus semuanya, kami berdua pulang sambil mengendarai mobil baru kami yang tampak tidak baru.
Di perjalanan, suami saya terus mengomel, dia kesal karena kondisi mobil baru kami, sudah penuh cacat seperti ini.
Dia berkata: “Huh, mobil baru, tapi sudah seperti ini, betapa tidak beruntungnya kita.”
Saya menjawab: “Suamiku, kita bisa memiliki mobil yang penuh cacat dan merasa kesal, atau kita bisa memiliki mobil yang penuh cacat dan merasa bahagia karena kita bisa memiliki sebuah mobil, yang manapun yang kita pilih, tetap saja, kita memiliki sebuah mobil yang penuh cacat. Jadi, kenapa kita tidak memilih untuk merasa senang?”
Suami saya akhirnya tertawa, dia berkata: “Hahahahaha, benar juga, syukurlah kita tidak sampai kehilangan mobil ini.”
Banyak hal di dunia ini, berada di luar kendali kita. Banyak hal dalam kehidupan ini, yang akan berjalan tidak sesuai dengan harapan kita. Dan akan ada banyak hal yang membuat kita kesal dan marah.
Kita tidak bisa mengatur semua itu, namun, di dalam semua hal itu, kita masih bisa memilih, untuk menjadi marah dan kesal, atau untuk tetap merasa senang dan bahagia.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Suatu ketika seorang guru sekolah dasar memutuskan untuk membuat sebuah permainan di kelasnya. Dia menyuruh setiap siswa di kelasnya untuk membawa tas plastik berisi beberapa kentang.
Dia meminta untuk
menaruh beberapa buah kentang di dalam plastik, dalam jumlah yang sama seperti
jumlah orang yang mereka benci di dalam kelas.
Jadi keesokan
harinya, para siswanya mulai datang sambil membawa kantung plastik berisi kentang.
Dia memperhatikan bahwa ada yang memiliki 2, 3 bahkan ada 5 buah kentang di kantong
plastik mereka.
Kini, dia
memberi tahu bahwa mereka harus membawa tas plastik itu selama seminggu, ke
manapun mereka pergi.
Setelah 3-4 hari berlalu, anak-anak mulai mengeluh karena bau tidak enak yang berasal
dari kentang yang busuk.
Selain itu, anak-anak yang memiliki 5 buah kentang harus mendapat beban tambahan, karena berat dari kentang
yang mereka bawa.
Setelah satu minggu semua anak lega karena permainan
akhirnya berakhir.
Sekarang pada akhir minggu, guru bertanya kepada anak-anak,
“Bagaimana perasaan kalian
saat membawa kentang-kentang
itu selama satu minggu?”
Anak-anak mulai mengeluh tentang masalah yang harus mereka
lalui karena kentang yang berat, busuk
dan bau, ke manapun mereka
pergi.
Kemudian sang Guru
berkata, “Ini sama situasinya,
ketika kalian membawa
kebencian terhadap seseorang di dalam hati kalian. Bau busuk kebencian itu akan terus mencemari
kemurnian hati kalian, dan sama
seperti kentang-kentang yang busuk itu, sesungguhnya kebencian itu akan terus
menjadi pengganggu di dalam hati kalian dan juga menyebabkan gangguan bagi
orang lain di sekitar kalian.”
Guru melanjutkan, “Sekarang pikirkanlah, jika kalian sudah begitu terganggu dengan semua
kentang itu hanya dalam satu minggu, dapatkah kalian bayangkan bagaimana rasanya hidup
dengan kebencian di hati, dalam
waktu yang jauh lebih lama lagi?”
Kebencian terhadap seseorang hanya akan mendatangkan kerugian di diri kita, bagaikan sebuah benda busuk yang akan mencemari pikiran dan hati kita. Semakin lama kita menggenggam kebencian itu, semakin lama pula kita menderita. Karena itu, memaafkan orang lain, sesungguhnya bukan hanya berkah bagi orang lain tersebut, namun adalah berkah bagi diri kita sendiri juga. (moralstories26/an)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Seorang petani
berjalan melintasi ladangnya di suatu pagi di musim dingin. Dia
melihat di tanah, ada seekor
ular yang terbaring kaku kedinginan.
Ular itu adalah
ular paling beracun di daerah itu, dia merasa iba dan membawanya.
Di rumah, ketika
istrinya melihat suaminya membawa seekor ular paling beracun yang membeku, dia
terkejut.
Dia marah dan
tidak setuju kalau suaminya membawa seekor ular yang begitu beracun ke dalam
rumah.
Namun suaminya
menjelaskan, memintanya untuk tenang, ular ini sangat kedinginan dan hampir
mati beku, dan mungkin saja racun di tubuhnya sudah tidak akan mematikan.
Lagipula, bisa jadi ular itu tidak akan menggigitnya, karena pernah ditolong
olehnya.
Jadi si petani
mulai menaruh ular tersebut di sebuah baskom air hangat. Perlahan-lahan tubuh
ular tersebut melunak, dan mulai bergerak, ternyata ular itu masih hidup.
Si petani sangat
senang, ternyata ular itu belum mati, dia berpikir kalau ular itu tahu terima
kasih dan tidak akan menyerangnya, jadi dia mengangkat ular tersebut.
Namun malang,
tepat ketika dia menjulurkan tangan untuk memegang ular tersebut, ular beracun
itu langsung mematuknya, dan karena racunnya yang sangat mematikan, seketika
itu juga, si petani ambruk ke lantai.
Dalam tarikan nafas terakhirnya, si petani berkata: “Hendaknya semua orang bisa belajar dari apa yang terjadi pada saya. Jangan pernah berpikir bahwa makhluk jahat akan menjadi baik, hanya karena kita berbuat baik kepadanya. Dan jangan pernah berpikir kalau racun tidak akan meracuni, racun tetaplah racun, sampai kapanpun akan meracuni.” (moralstories/an)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Iblis tua melihat bahwa manusia sangat diberkati Tuhan dalam dunia manusia,
sehingga dia memberi tahu Iblis kecil, “Kita perlu mengganggu hidup
manusia, jika tidak, tidak ada tempat bagi kita dalam dunia manusia.”
Iblis Kecil Pertama
Dia mengirim Iblis kecil untuk mengusik seorang petani, karena petani itu,
meskipun dia bekerja keras setiap hari dengan hasil pas-pas-an, dia tetap
merasa senang dan puas. Iblis kecil itu kemudian mengganggu kehidupan petani
ini dengan cara membuat tanah pertanian menjadi sangat keras. Petani itu
mencoba menggemburkan tanah yang keras itu. Dia bekerja sangat keras dengan
hasil yang sangat sedikit. Namun dia tetap bersemangat, dia hanya beristirahat
sebentar kemudian lanjut bekerja tanpa mengeluh. Iblis kecil itu melihat bahwa
rencananya tidak berhasil, jadi dia mundur.
Iblis Kecil Kedua
Iblis tua mengirim iblis kecil kedua ke petani. Iblis kecil kedua itu
mencuri makan siang dan air minum petani dan membayangkan jika petani itu
merasa lelah dan lapar, lalu ia menemukan bahwa makan siang dan air minumnya
hilang, dia pasti akan kehilangan kesabarannya dan marah. Ketika petani yang
kelelahan dan haus pergi untuk beristirahat di bawah pohon dan mendapati roti
dan air minumnya hilang, dia berpikir: “Saya merasa senang kalau ada orang
miskin yang lebih membutuhkan roti dan air minum itu lebih daripada saya. Saya
harap dia akan puas dengan semuanya itu. ” Iblis kecil itu gagal dan
mundur.
Iblis Kecil Ketiga
Iblis tua itu merasa aneh. Apakah tidak ada cara untuk menghancurkan petani
ini? Pada saat itu, iblis kecil ketiga datang. Dia memberi tahu iblis tua itu,
“Saya bisa melakukannya. Saya bisa menghancurkannya.” Iblis kecil itu mengubah
wujudnya menjadi manusia lalu bersahabat dengan petani itu. Petani itu sangat
senang memiliki teman yang mempunyai kemampuan memprediksi masa depan. Dia
memberi tahu petani itu bahwa akan ada kekeringan tahun depan, dan meminta
petani itu menanam bijinya di tanah basah. Petani itu melakukan apa yang
diperintahkan kepadanya, dan tahun berikutnya tidak ada petani yang panen
kecuali petani itu. Dia menjadi kaya karenanya.
Iblis kecil memberi tahu petani itu apa yang harus ditanam untuk tahun
depan. Setelah 3 tahun, petani menjadi sangat kaya. Ia juga mengatakan kepada
petani untuk membuat alkohol dari beras untuk menghasilkan lebih banyak uang.
Perlahan-lahan petani itu berhenti bekerja; dia mencari nafkah dengan cara
berdagang.
Suatu hari iblis tua datang dan iblis kecil memberi tahunya: “Sekarang, saya
akan menunjukkan keberhasilan saya.” Petani mengadakan perjamuan; banyak orang
kaya datang dan ada banyak pelayan yang melayani mereka. Mereka menyia-nyiakan
banyak makanan dan semuanya mabuk dan mulai berperilaku diluar kontrol.
“Kamu akan melihat bahwa dia juga berubah sekarang,” kata iblis
kecil itu ketika seorang pelayan tersandung ketika si petani memegang anggur.
Petani itu memarahinya: “Mengapa kamu begitu ceroboh?”
“Tuan, kami belum makan apa pun, kami sangat lapar sehingga kami tidak
memiliki kekuatan untuk bekerja.” “Bagaimana kamu bisa makan sesuatu
sebelum pekerjaanmu selesai?” kata petani itu.
Iblis tua melihatnya dan merasa senang, “Hebat! Sekarang dia berlumur dosa!
Bagaimana kamu melakukannya?”
Iblis kecil itu berkata, “Aku hanya membiarkannya memiliki lebih dari yang dia butuhkan sehingga keserakahan mengalahkan sifat baiknya sebagai manusia.” (visiontimes/ron)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Ada seorang pemilik perahu yang merasa bahwa cat di perahunya sudah pudar, jadi dia bermaksud untuk mengecat ulang perahunya. Ia lalu menyewa seorang tukang cat.
PODCAST
Di hari yang ditentukan, tukang cat ini pun datang. Dia mulai mengecat perahu tersebut, namun saat sedang mengecat, dia menemukan ada sebuah lubang kecil di badan perahu. Ia berpikir bahwa itu hanyalah lubang kecil, dan tidak sulit untuk memperbaikinya.
Jadi ia pun memperbaiki lubang kecil di perahu tersebut, dan kemudian kembali meneruskan pekerjaannya.
Setelah selesai, si pemilik perahu memberinya uang bayaran sesuai yang dijanjikan, dan ia pun pergi.
Tak disangka, keesokan harinya, si pemilik perahu datang lagi menemuinya, dan memberinya sejumlah uang yang cukup banyak.
Tukang cat ini terkejut, lalu bertanya:
“Loh Pak, untuk apa uang ini? Bapak sudah membayar upah pekerjaan saya kemarin, lagipula, jumlahnya banyak sekali?”
“Ambillah, ini untuk pekerjaanmu memperbaiki lubang di perahu saya.”
“Tapi,,,ini terlalu banyak, lagipula itu hanya sebuah lubang kecil saja, tidak sulit untuk memperbaiki, sebentar saja selesai, Bapak tidak perlu memberikan uang sebanyak ini!”
“Kamu berhak. Baiklah, biar saya ceritakan. Kemarin setelah pekerjaanmu selesai, saya ada urusan dan pergi dari rumah. Ternyata tepat setelah cat di perahu itu kering, anak-anak saya langsung menggunakannya untuk memancing ke tengah laut.
Saya tahu ada lubang kecil di perahu tersebut, dan saya tidak mengatakannya kepada mereka. Saya berencana untuk memperbaikinya hari Minggu nanti. Jadi bisa kamu bayangkan,
ketika saya pulang dan mengetahui bahwa anak-anak saya pergi ke laut menggunakan perahu yang memiliki lubang kecil, betapa panik dan putus asanya saya. Dan ketika akhirnya saya melihat mereka pulang dalam keadaan selamat, betapa lega dan bersyukurnya saya. Saya kemudian memeriksa perahu itu, dan menemukan bahwa lubang yang ada di badannya, telah diperbaiki.
Saya tahu, pasti kamu yang memperbaikinya, kamu memperbaikinya tanpa diminta, karena itulah saya sangat….berterima kasih.”
“Oh…..syukurlah kalau begitu Pak! Tapi…. uang ini tetap saja terlalu banyak.”
“Tidak kawan,,,, ini justru terlalu sedikit, ini bukan uang untuk pekerjaanmu memperbaiki lubang di badan perahu, tapi untuk menyelamatkan nyawa anak-anak saya.”
Selesaikanlah pekerjaan kita dengan sebaik- baiknya dan sepenuh hati. Jangan ragu untuk mengulurkan tangan jika ada pekerjaan tambahan yang memerlukan bantuan kecil, tanpa diminta. Karena kita tidak pernah tahu, sebuah bantuan kecil yang kita berikan itu, bisa jadi adalah rejeki untuk kita sendiri, jika waktunya telah tiba.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.