Budi Pekerti

Empat Kisah Inspiratif yang Mencerahkan Jiwa

©Rob Ireton/flicker

Kisah-kisah singkat yang inspiratif merupakan bacaan yang memiliki kekuatan besar, hal terbaik adalah mudah dicerna dan selalu ada pesan moral di akhir setiap cerita. Apakah itu kisah nyata atau fiksi, ataupun legenda ratusan tahun, beberapa kisah demikian kuat dan inspiratif sehingga membuat kita merenung.

Kita terinspirasi oleh kekuatan semangat manusia dan belajar bagaimana menjadi orang yang lebih baik, lebih peka, penolong, baik hati dan penuh kasih. Di sini, kami menyajikan kumpulan kisah inspiratif luar biasa yang akan mendorong anda untuk mencari ke dalam serta membantu menemukan nilai-nilai sejati yang layak untuk dicapai.

Panah yang patah

Suatu hari, selama periode Negara Berperang di Tiongkok, seorang jenderal memberikan sebuah hadiah kepada putranya. Jenderal itu mengatakan:

“Putraku, panah berharga dan kuat ini adalah pusaka keluarga. Panah ini dapat memberikanmu keberanian besar dan juga bisa melindungimu. Namun, kamu tidak boleh melepaskannya dari sarungnya.”

Putranya, yang juga seorang prajurit, kagum pada sarung kulit dan bulu merak yang mencuat keluar dari bagian belakang panah.

Keesokan harinya, pria muda itu terlibat dalam pertempuran sengit. Dia merasa penuh keberanian dan kuat, membunuh setiap prajurit musuh yang bertarung dengannya. Di akhir hari itu, putranya tidak bisa berhenti memikirkan panah ajaibnya.

Akhirnya, dia menyerah pada rasa ingin tahunya dan menarik ke luar panah itu dari sarungnya. Betapa terkejutnya dia ternyata panahnya patah! Tiba-tiba, putranya menjadi sangat takut dan semangat bertarungnya goyah. “Bagaimana saya bisa melawan musuh dengan panah yang patah?” Keesokan harinya, dia terbunuh di medan perang.

Ketika sang jenderal melihat jasad putranya, dia menghela napas dalam-dalam dan berkata:

Jika kamu bahkan tidak bisa menjaga tekadmu, bagaimana kamu bisa menjadi jenderal”

Tentu saja, sangat tidak bijaksana dan berbahaya menggantungkan harapan pada sebuah panah. Namun, itu tidak ada bedanya dengan menggantungkan harapan atau kebahagiaan anda pada anak-anak atau pada pasangan anda.

Nilai Kehidupan

Selama seminar, seorang pembicara terkenal mengangkat uang kertas Rp. 100.000. Dia kemudian bertanya pada para hadirin: “Siapa yang mau uang ini?” Banyak yang mengangkat tangan dan pembicara menjawab: “Uang ini akan diberikan kepada salah satu dari kalian, tetapi sebelum saya memberikannya, izinkan saya melakukan satu hal.”

Dia kemudian meremas dan menggumpalnya menjadi bola. Namun, beberapa orang masih menginginkannya. Akhirnya, dia melempar uang itu ke lantai dan menginjak-injaknya. Pada saat itu, uang telah menjadi demikian kotor dan lusuh.

Ketika dia bertanya: “Siapa yang menginginkannya?” Sekali lagi, beberapa tangan terangkat. Dia menjelaskan: “Teman-teman, ada pelajaran yang sangat berarti di sini; tidak peduli bagaimana saya memperlakukan uang itu, kalian tetap menginginkannya karena uang itu tidak kehilangan nilainya.”

“Dalam perjalanan hidup kita, kita akan terjatuh berkali-kali; kita akan merasa tidak berharga, tetapi apa pun yang terjadi atau apa pun yang mungkin terjadi, anda tidak akan pernah kehilangan nilai diri kita di mata Tuhan — Anda tetap tak ternilai.”

“Nilai Anda tidak tergantung pada apa yang anda kerjakan atau siapa yang anda kenal; melainkan berasal dari keunikan anda sendiri. Jangan pernah lupakan ini.”

Kecantikan adalah mengangkat kepala anda tinggi-tinggi

Seorang gadis kecil bernama Jenny biasanya selalu menundukkan kepalanya karena dia merasa tidak cukup cantik.

Suatu hari, dia pergi ke toko perhiasan dan membeli sebuah jepitan pita merah. Pemiliknya terus memberi tahu dia betapa cantik dirinya dengan pita barunya. Jenny sangat senang dan mengangkat kepalanya tinggi-tinggi. Dia ingin semua orang melihat pita barunya. Ketika seseorang menabraknya, dia hampir tidak menyadarinya.

Ketika dia berjalan ke ruang kelasnya, guru berkata: “Jenny, kamu terlihat sangat cantik ketika kepalamu terangkat tinggi!” Gurunya bahkan memberinya pelukan kecil.

Dia menerima banyak pujian hari itu, tentu saja dia mengira karena pita barunya. Namun, ketika dia bercermin, dia tidak bisa menemukan pitanya. Dia baru sadar bahwa pitanya pasti terlepas dari kepalanya ketika seseorang menabraknya tadi.

Percaya diri adalah suatu bentuk kecantikan; namun kebanyakan orang berpikir bahwa kecantikan terletak pada penampilan. Itulah alasan utama mengapa banyak orang merasa tidak bahagia akhir-akhir ini. Tidak masalah apakah anda kaya atau miskin, cantik atau biasa-biasa saja, sepanjang anda bisa mengangkat kepala, anda akan merasa bahagia – yang pada gilirannya membuat anda terlihat lebih menawan dan cantik.

Daun terakhir

Penulis cerpen Amerika terkenal William Sydney Porter, juga dikenal dengan nama pena O. Henry, menulis cerita berjudul: The Last Leaf.

Di dalamnya, ia berbicara tentang seorang lelaki sekarat yang menatap sebatang pohon di luar jendelanya. Saat dedaunan pohon terus berjatuhan diterpa angin musim gugur, ia berpikir: “Ketika daun-daun pohon itu telah gugur seluruhnya, aku akan mati.”

Seorang pelukis tua mengetahui tentang prediksi buruk pria itu dan memutuskan untuk melukis sebuah daun “permanen” di salah satu cabang pohon. Akhirnya, pria itu hidup sampai usia lanjut.

Kisah sederhana ini memberi tahu kita bahwa walaupun kita dapat menjalani hidup kita tanpa memiliki banyak hal, sangatlah sulit untuk hidup tanpa memiliki harapan. (visiontimes/yiming-mark pence/thr/kar)