Budi Pekerti

Tak Bisa Menjaga Hati

©freepik

Saat manusia jatuh dalam godaan, maka akan kehilangan banyak harapan, menemui kegagalan dan ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintai. Ada sebuah kisah nyata yang ditulis di liteatur Tiongkok kuno mengenai hal perselingkuhan, kisah ini diceritakan turun temurun agar manusia senantiasa menjaga kesucian pernikahan demi kesukesan masa depan; inilah kisahnya:

Di masa Dinasti Qing, ada saudara kembar yang tinggal di Yuzhang. Mereka sangat mirip sehingga bahkan orang tua mereka kesulitan membedakan mereka. Di usia 20,  mereka mengenyam pendidikan di akademi pengadilan. Menginjak dewasa, mereka berdua menikah. Setahun kemudian, masing-masing istri melahirkan seorang putra.

Ketika si kembar berusia 31, mereka pergi untuk mengikuti ujian daerah. Seorang janda muda yang menarik tinggal di sebelah tempat ujian diadakan. Setelah beberapa saat, dia mencoba merayu saudara laki-laki yang lebih tua, tetapi dia menolak dengan tegas.

Dia khawatir bahwa wanita ini akan merayu adik laki-lakinya, jadi dia memberi tahu adiknya apa yang dia lakukan dan menasihatinya:

“Kamu dan aku terlihat sama persis. Wanita itu mencoba merayuku. Kemungkinan besar dia akan mencoba merayumu juga. Jangan masuk dalam perangkapnya atau kamu akan kehilangan segalanya! ”Adik laki-laki itu mengangguk.

Wanita itu tidak tahu bahwa lelaki yang coba dirayunya memiliki saudara kembar. Dia mencoba merayunya lagi, tetapi kali ini adiknya. Tergoda oleh pesona kecantikan dan gaya bicaranya yang bersahabat, laki-laki itu menjalin hubungan dan berzina dengannya.

Setelah sekian waktu, adik lelaki itu memberi tahu si janda, ”Jika aku berhasil dalam ujian kekaisaran, aku akan menikahimu.” Kenyataannya, kakak laki-lakinya berhasil sedangkan si adik gagal. Si adik lelaki coba menipu dia dengan mengatakan:

“Meski tahun ini aku berhasil, aku masih perlu mengikuti ujian musim semi. Setelah itu, aku akan menikahimu dan hidupmu akan kaya dan bahagia.” 

Kemudian dia mengatakan kepada si janda bahwa dia kehabisan uang untuk mempersiapkan ujian. Janda itu percaya dan memberi semua uang tabungannya untuk membantu si adik laki-laki.

Musim semi berikutnya, kakak lelaki itu berhasil lagi. Tentu saja wanita itu mengira kekasihnya yang berhasil, jadi dia berharap menjadi istrinya. Namun, dia tidak pernah mendengar kabar dari si adik lelaki dan akhirnya jatuh sakit. Dia menulis surat untuk memberitahu si adik lelaki tentang rasa sakit di hatinya. Dia akhirnya meninggal karena depresi.

Surat si janda akhirnya sampai di tangan kakak laki-laki. Dia sangat terkejut setelah menyadari apa yang terjadi. Dia sangat kecewa dengan perilaku yang diperbuat adik lelakinya. Si adik lelaki tidak bisa berkata apa-apa. Tahun berikutnya, putra tunggal si adik lelaki meninggal karena kecelakaan. Adik lelaki sangat sedih sehingga dia menangis tak kunjung henti. Dia kehilangan penglihatannya karena itu. (visiontimes/eva)