Budi Pekerti

Hadiah dari Sebuah Kebaikan kepada Seorang Pengemis Tua

Pengemis
Pengemis. @Pexels

Victor dibesarkan dalam keluarga miskin di Inggris, dan kedua orang tuanya bekerja untuk mencari nafkah. Meskipun keluarga itu hidup dalam kemiskinan, mereka memiliki banyak integritas, kebaikan, dan cinta.

Ketika Victor masih kecil, dia bertemu dengan seorang lelaki tua miskin yang sedang mengemis di depan pintu. Saat itu musim dingin, di luar bersalju dan dingin, dan pengemis tua itu tampak lapar dan kedinginan. Ibunya memberi pengemis tua itu semua dari sedikit uang yang tersisa dari milik mereka, dan Victor menatap ibunya dengan tidak percaya.

Ibunya berkata kepadanya: “Jika kita makan lebih sedikit, kita bisa menyelamatkan nyawa seseorang.” Victor dibesarkan di lingkungan di mana orang tuanya mengajarinya dengan memberi contoh.

Setelah Victor dewasa dan sudah bekerja, suatu hari dia pergi ke pesta teman di mana dia bertemu Alys yang baik dan cantik dan keduanya segera jatuh cinta, dan mereka mulai menjalin hubungan. Sayangnya bagi pasangan itu, ayah gadis itu adalah seorang hakim yang tidak ingin melihat putrinya menikah dengan anak laki-laki miskin tanpa apa-apa. Jadi dia berkata: “Ketika anda memiliki bekal hidup sebanyak 10.000 pound, baru anda dapat melamar putri saya dan menikahinya.”

Sepuluh ribu pound untuk seorang pemuda yang bukan masyarakat kelas atas adalah benar-benar sesuatu yang tak terjangkau. Dengan sangat kecewa, dia pergi ke teman baiknya untuk mengobrol untuk menghilangkan kegalauan suasana hatinya.

Temannya, Daniel, adalah seorang pelukis dan sedang menyelesaikan lukisannya, yang karakter utamanya adalah seorang pengemis. Daniel telah mengundang seorang pengemis tua untuk menjadi modelnya. Dengan melihat pengemis berdiri di kamar dengan pakaian lusuh, membungkuk, satu tangan memegang tongkat untuk menopang, satu tangan memegang mangkuk di depannya dengan kerutan yang dalam di dahinya, membuat Victor merasa simpati.

Victor teringat masa kecilnya, juga ada seorang pengemis yang mengetuk pintu. Ketika dia mengetahui bahwa temannya hanya memberi lelaki tua itu sepuluh ribu rupiah untuk satu jam sebagai pembayaran, dia hampir tidak bisa menahan diri untuk tidak memarahinya karena kekikiran temannya. Tiba-tiba ada kurir pengantar paket mengebel pintu rumah. Daniel turun sebentar ke bawah untuk mengambil paketnya.

Victor memperhatikan penampilan pengemis tua itu dan tangannya tanpa sadar merogoh saku celananya untuk mencari dan mengeluarkan uang seratus puluh ribu rupiah. Sementara Daniel belum kembali ke atas, Victor dengan cepat memasukkan uang itu ke tangan pengemis itu. Pengemis tua itu menatapnya dengan mata penuh kejutan, tetapi tidak mengatakan apa-apa selain menerimanya. 

Kebaikan yang Dihargai

Pada pertemuan berikutnya, Victor melihat Daniel lagi dan bertanya apakah potret pengemis itu sudah selesai. Daniel mengatakan kepadanya bahwa pengemis tua itu bernama Baron Alfred. Baron adalah keturunan industri dan namanya diakui oleh banyak orang. Dia terkenal karena menyumbangkan banyak uang untuk amal dan universitas setiap tahun. Alasan mengapa Baron memintanya untuk membuat potret dirinya sebagai seorang pengemis adalah karena rasa penasarannya untuk melihat seperti apa jadinya jika dia seorang pengemis.

Mendengar cerita yang sebenarnya, Victor sangat terkejut dan bertanya, bukankah Daniel hanya mengupahnya sepuluh ribu rupiah sebagai model? Daniel tertawa terbahak sambil berkata bahwa ia hanya bercanda kepada Victor.

Suatu hari segera setelah itu, tukang pos mengirimkan surat kepada Victor yang ternyata dari Baron Alfred. Surat itu berbunyi: “Anak muda, saya bangga dengan kebaikan dan sikap anda yang baik, dan saya tahu dari Daniel tentang kisah cinta anda yang indah dengan Miss Alys. Surat ini dapat membantu anda untuk mewujudkan kisah yang indah ini.”

Terlampir pada amplop itu adalah kartu ucapan dengan cek sebesar 10.000 pound terlampir. Kartu itu berbunyi: “Untuk Tuan Victor dan Nona Alys, hadiah pernikahan! Salam seorang pengemis tua.”(nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.



VIDEO REKOMENDASI