Perbuatan baik memang mendatangkan balasan yang baik! Seperti yang terjadi di negara bagian Connecticut, di mana seorang tunawisma bernama Elmer Alvarez suatu hari menemukan cek senilai $10.000 di jalan. Meskipun keadaannya miskin, ia berpikir: “Saya hanya memikirkan bagaimana perasaan orang yang kehilangan cek ini. Saya bisa merasakan keputusasaannya!” Jadi, alih-alih menyimpan uang ini untuk memperbaiki kondisinya, ia segera meminta bantuan seorang teman, melacak perusahaan yang menerbitkannya, dan akhirnya menghubungi pemilik perusahaan tersebut melalui layanan pelanggan.
Di ujung telepon yang lain adalah Roberta Hoskie, pendiri dan pemilik perusahaan real estat. Ketika ia menjawab panggilan itu, ia menyadari bahwa ia telah kehilangan sebuah cek penting. Roberta terkejut bahwa seseorang akan sejujur itu dan berusaha keras untuk mengembalikan cek tersebut.
Ia mengatur untuk bertemu muka dengan Elmer.
Setelah bertemu, Roberta terkejut mengetahui bahwa Elmer adalah seorang tunawisma. Saat mereka mulai mengobrol, ia bertanya: “Apakah kamu sedang bekerja atau kuliah?” Sambil menggelengkan kepala, ia menjawab: “Saya sedang berusaha keras untuk kembali hidup lebih baik.” Terharu oleh jawabannya, Roberta dengan berani menyatakan: “Saya bisa membantumu!” Ia telah bertekad untuk membantu tunawisma itu kembali hidup lebih baik. Awalnya, ia memberinya uang tanda terima kasih untuk membantunya memenuhi kebutuhan hidup dan kemudian menawarkan kursus real estat gratis di sekolah yang ia dirikan. Pada saat yang sama, ia mengatur akomodasi dan pekerjaan yang layak agar ia dapat mencari nafkah sambil belajar.
Alvarez mengatakan ia tidak pernah mengharapkan imbalan apa pun — ia percaya ia melakukan hal yang benar. Ia terharu dengan semua yang diterimanya dan tak kuasa menahan air mata, berseru dengan penuh emosi: “Terima kasih Tuhan!” Kesediaan Roberta untuk membantu Elmer berasal dari pengalaman pribadi — ia tahu betapa sulitnya hidup di jalanan. Pada usia 17 tahun, ia juga adalah seorang tunawisma dan dalam keadaan hamil, bergantung pada bantuan sosial untuk bertahan hidup. Namun, melalui usaha dan pembelajaran yang tak kenal lelah, ia akhirnya menjadi seorang profesional real estat yang sukses.
Pada akhirnya, Roberta bahkan memberikan sertifikat penghargaan atas kejujurannya dan menyemangatinya dengan kata-kata berikut: “Apa pun yang sedang kamu alami, itu hanya sementara — teruslah melakukan hal yang benar.” Ia lebih lanjut mengungkapkan harapannya agar masyarakat memiliki lebih banyak orang baik hati seperti Elmer, dan di masa depan, ketika ia sukses, ia akan mengulurkan tangan untuk membantu orang lain yang membutuhkan.
Dua jiwa yang tulus
Satu orang yang mengembalikan apa yang bukan miliknya dan yang lainnya yang mengulurkan tangan untuk membantu — keduanya merupakan teladan kebaikan yang cemerlang dan patut diteladani.
