Budi Pekerti

Harga dari Aroma Roti

Roti
Roti. @Pexels

Suatu ketika ada seorang petani yang pulang ke rumah, setelah bekerja di ladangnya. Dalam perjalanan pulang, dia melewati sebuah toko roti.

Petani itu lelah dan lapar. Ketika dia berjalan melewati toko roti itu, ada beberapa roti yang baru saja selesai dibuat, aroma roti yang baru matang tersebar hingga ke luar toko. Dia ingin membeli roti itu, namun dia tidak punya banyak uang, jadi dia hanya berdiri diam di sana, sambil menghirup aroma roti yang baru dipanggang, dan membayangkan kalau dirinya sedang menikmati roti lezat yang baru matang.

Ternyata si pemilik toko melihat petani itu sedang menikmati aroma rotinya, dan karena pemilik toko roti ini adalah orang yang sangat kikir, dia tidak rela membagikan, bahkan sekedar aroma rotinya, kepada orang lain dengan gratis.

Jadi dia menghampiri si petani, dan meminta si petani untuk membayar atas aroma roti yang dia hirup.

Petani itu kaget dan berkata, “Tapi saya sama sekali tidak memakan rotimu, mengapa saya diharuskan membayar?”

Pemilik toko menjawab, “Sekalipun kamu tidak memakan roti saya, tapi kamu sudah menikmati aromanya, itu sama saja dengan memakannya, jadi sekarang kamu harus bayar!”

Si petani sedikit bingung, hanya ada beberapa keping uang logam di sakunya, namun kemudian dia menemukan sebuah akal.

Dia mengambil beberapa keping uang logam di sakunya, lalu kemudian mengocok beberapa uang logam itu di dalam genggamannya, hingga terdengar suara gemerincing.

Dia lalu berjalan pergi.

Si pemilik toko menghentikannya, berkata: “Berhenti! Kamu tidak boleh pergi sebelum membayar!”

Lalu si petani menjawab lagi, “Loh saya sudah membayarnya tadi. Tadi kamu sudah mendengar suara gemerincing uang logam saya bukan?

Kalau menghirup aroma rotimu dianggap sama seperti memakan roti, kalau begitu, mendengar suara gemerincing uang logam saya, sama juga dengan telah menerima uang logam saya.” (moralstories26/an)

Mungkin dalam hidup, kita bertemu dengan orang yang curang dan licik seperti si tukang roti. Terkadang kita perlu memanfaatkan taktik lawan, untuk mengalahkan lawan.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI