Budi Pekerti

Iri Hati

Iri hati merupakan cacat yang paling jahat dan bandel di dalam sifat manusia, sangat umum dan mendarah daging. Setiap kali ada orang lain yang lebih unggul dari kita, tidak peduli itu dalam hal penampilan, harta, prestasi, bakat, reputasi, kedudukan atau nasib, maka kita akan merasakan ketidakstabilan dalam hati, muram dan tidak senang, bahkan geram dan jengkel.

Manifestasi dari iri hati semakin luas dan beraneka ragam. Iri hati seorang atasan, adalah takut bawahannya melampaui dirinya, iri hati dengan kompetitior bisnis, iri hati antara sesama teman, adalah takut kehilangan pengagum, iri hati diantara rekan kerja, adalah takut prestasi yang menonjol direbut, posisi jabatan digantikan olehnya. Iri hati juga dimanifestasikan pada asmara dan cemburu, dan di tahun politik juga ada iri hati antar para caleg dan massa pendukung tokoh pimpinan. Masih ada berbagai gangguan dari iri hati yang termanifestasi pada perilaku menjelekkan pihak lain, memfitnah, serta  tidak mau bekerja sama dalam pekerjaan dan menghalalkan segala cara untuk melampiaskan rasa iri hati.

Semua manusia memiliki sifat iri hati, hanya saja kadar berat dan ringannya berbeda. Hanya dengan serius mengakui kekurangan diri sendiri dan berusaha memperbaikinya, kita baru bisa menanggulangi iri hati itu.

Bagi mereka yang memiliki kemampuan terbatas dan iri hati kepada orang yang susila dan berbakat, daya rusak dan melukai orang sangat besar, juga sangat nyata.

Sebenarnya, baik bakat dan kemampuan orang lain, juga kedudukan dan kekuasaan yang dimiliki orang lain, semuanya ini adalah sebab dan akibat dari kehidupan masa lampau. Berkah dan pahala yang terkumpul selama masa kehidupan yang lalu yang ditukarkan dengan balasan kebaikan di dalam kehidupan sekarang.

Jika dalam nasib Anda ada, maka akhirnya Anda akan memiliki. Jika dalam nasib Anda tidak ada, jangan dipaksakan.

Jika Anda ingin tidak ada penyesalan maka haruslah melakukan sesuai pengaturan dari Tuhan. Setiap orang mempunyai masa depan masing-masing, kita tidak seharusnya iri hati terhadap kelebihan orang lain.

Orang yang kurang keyakinan pada diri sendiri dan batinnya miskin, acapkali tidak memusatkan perhatian pada peningkatan diri sendiri, malahan terus saja memperhatikan keunggulan orang lain, merasakan keunggulan itu sebagai ancaman bagi dirinya.

Di atas langit masih ada langit, di atas orang masih ada orang lain, diantara yang kuat pasti ada yang lebih kuat. Daripada menghamburkan waktu untuk iri hati kepada orang lain, lebih baik bekerja keras untuk mengejar kekurangan kita.

Orang yang mudah sekali iri atas orang lain, juga harus sering introspeksi diri, jangan sekali-kali merasa sombong karena menganggap dirinya berjasa. Lebih-lebih harus berhati-hati dan rendah hati ketika berada dalam keramaian tepuk tangan dan karangan bunga.

Seseorang yang bisa melihat dengan jelas semua keterbatasan dari keberhasilan, dia tidak akan menyombongkan keberhasilannya itu, juga tidak akan iri hati terhadap keberhasilan orang lain. 

(Bersambung – Cara Mengatasi Iri Hati)