Kita sering meragukan kemampuan kita sendiri, mengira bahwa kita tidak dapat mengubah keadaan, dan merasa sangat kecil. Banyak yang percaya bahwa kekuatan satu orang tidak akan berarti banyak – tetapi jangan meremehkan diri sendiri. Satu pikiran yang penuh dengan keadilan atau kebaikan, seperti yang dimiliki oleh gadis kecil ini, mungkin bisa mengubah segalanya.
Pada awal abad ke-20, seorang gadis kecil menangis di luar gereja di Philadelphia. Seorang pendeta melihatnya dan dengan lembut bertanya: “Ada apa?” Sambil menangis, gadis itu menjawab: “Terlalu banyak anak… tidak ada tempat di dalam kelas!”
Pendeta Cornwall memperhatikan bahwa pakaiannya sudah usang dan compang-camping – tidak seperti anak-anak lain yang berpakaian rapi yang dibawa oleh orang tua mereka. Ia menyadari bahwa anak itu pasti dikeluarkan dari sekolah minggu hanya karena ia berasal dari daerah kumuh. Tergerak oleh rasa iba, ia menggandeng tangan mungilnya dan mencarikan tempat duduk untuknya agar ia dapat bergabung dengan kelas. Gadis kecil itu, yang sangat tersentuh oleh kebaikan hati pendeta tersebut, diam-diam membuat sebuah janji untuk dirinya sendiri.
Dua tahun kemudian, ia meninggal dunia karena sakit di daerah kumuh. Orang tua gadis itu tahu bahwa ia sering menghadiri sekolah minggu di gereja, jadi mereka meminta pendeta untuk mengadakan kebaktian perpisahan untuknya. Saat pendeta memeluknya, ada sesuatu yang terlepas dari barang-barangnya. Dia memungutnya – sebuah tas yang sudah usang. Di dalamnya terdapat sebuah catatan, dengan tulisan khas anak-anak: “Ini adalah persembahan saya untuk Tuhan. Bangunlah gereja kecil ini menjadi lebih besar agar lebih banyak anak bisa datang ke sekolah minggu.” Dompet itu berisi uang sejumlah 57 sen. Pendeta itu diliputi emosi dan menangis.
Kisah ini ditulis dan tersebar luas. Seorang pemilik tanah yang membacanya memutuskan untuk menjual sebidang tanahnya kepada gereja – dengan harga 57 sen, sesuai uang yang didonasikan gadis kecil. Kini, tanah tersebut menjadi rumah bagi sebuah gereja yang dapat menampung 3.300 orang. Gereja tersebut adalah Gereja Temple Baptist Church, Philadelphia.
Gadis kecil itu mengumpulkan 57 sen dengan niat tulus sebelum kematiannya. Sulit untuk mengukur betapa kecilnya 57 sen itu – tetapi apa yang telah dilakukannya sungguh luar biasa. Apakah kamu sering merasa kecil dan tidak berdaya? Apakah tantangan di dunia nyata menghancurkan ide-idemu bahkan sebelum kamu mencoba untuk menindaklanjutinya? Apakah hidupmu benar-benar lebih sulit daripada gadis kecil dari daerah kumuh ini? Kamu belum tentu kecil.
