Budi Pekerti

Keangkuhan Membatasi Kemampuan Orang

Pejabat Tiongkok Kuno (@ Wikipedia)
Pejabat Tiongkok Kuno (@ Wikipedia)

Xue Tan belajar bernyanyi pada Guru Qin Qing. Setelah setahun, ia berhenti karena ia berpikir telah menguasai semua hal-hal yang perlu diketahuinya tentang teknik bernyanyi, dan semua yang dapat diajarkan Qin kepadanya. Namun Xue Tan ternyata salah.

Qin Qing tidak menjadi kecewa, dan berpegang pada kebulatan tekadnya untuk mengajar muridnya. Akhirnya sang guru mengajaknya di pinggiran sebuah kota, dimana saat itu Guru Qin menyanyikan lagu-lagu untuk Xue Tan.  Melodi-melodi yang dibawakan begitu agung sehingga pohon-pohon dalam hutan yang ada di dekat sana merasa tersentuh, dan awan-awan di langit seolah-olah berhenti berkejaran hanya untuk mendengarkan.

Xue Tan merasa malu, karena menyadari keangkuhan dirinya dan mengerti bahwa dihadapannya masih terbentang jalan yang panjang untuk bisa memahami kemampuan Guru Qin yang amat mendalam. Ia lalu meminta maaf kepada gurunya dan memohon agar tetap bisa tinggal lebih lama bersamanya, untuk belajar lebih  banyak.

Tidak menjadi masalah apakah seseorang sedang dalam tahap pencarian terhadap kemampuan artistiknya, atau sedang dalam pencarian akan kultivasi ataupun pengetahuan—semuanya tidak terbatas. Rasa puas diri dan keangkuhan diri akan merintangi diri seseorang untuk bisa maju ke depan dan akan membatasi pencapaian potensinya.

Hanya dengan kerendahan hati serta pikiran penuh kesadaran, seseorang baru dapat meraih cita-cita apapun. Mereka yang dikaruniai dengan kemampuan istimewa tidak perlu menyombongkan diri di hadapan orang lain; bagaimanapun juga orang akan mengenali mereka. Mereka yang mempertunjukkan keangkuhan dan menyombongkan diri sangatlah tidak layak menyandang nama dan gelar mereka.(The Epoch Times/mer)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI