Budi Pekerti

Kisah Biji Bunga Lotus

Pada sebuah kolam yang tenang, tumbuh sekelompok bunga lotus yang cantik. Udara lingkungan sekitar sangat menyejukkan hati. Bunga-bunga lotus itu selalu bermandikan sinar matahari yang hangat, benar-benar sebuah tempat tinggal yang nyaman dan menyenangkan.

Namun suatu hari, ujung buah lotus kering tiba-tiba menjatuhkan beberapa biji lotus ke dasar kolam yang keruh. Saat itu biji-biji lotus ini tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapi mereka semua berpikir ingin segera kembali ke atas permukaan air tempat mereka berasal, dikarenakan dasar kolam ini begitu hitam pekat, kotor dan dingin.

Didalam lingkungan itu, biji-biji lotus ini menjadi sangat gugup. Tepat saat mereka sedang dalam kebingungan, Ibu Lotus berbisik, ”Anak-anakku janganlah cemas, asalkan kalian sudah memutuskan keinginan untuk kembali, dengan giat terus tumbuh ke atas, maka tak lama kelak kalian akan kembali ke atas permukaan air yang hangat.”

Setelah itu biji-biji lotus ini mulai berdebat dalam lumpur kolam. Permukaan kolam itu begitu tinggi, mereka berpikir rasanya sudah tak mungkin kembali lagi. Sehingga ada sebagian biji lotus sudah putus harapan. Bahkan diantaranya sudah terkelabui oleh pemandangan dasar kolam. Mereka melayang-layang ke lain tempat mengikuti aliran arus kolam itu.

Namun ada sebagian biji lotus yang merasa yakin akan ucapan Ibu Lotus. Mereka lalu memutuskan untuk tumbuh ke atas, meskipun memakan waktu lama untuk menumbuhkan akar. Terhadap berbagai ucapan sinis biji-biji lain mereka tidak menghiraukannya. Setelah akar tumbuh kuat, ternyata benar-benar mulai tumbuh batang yang mulai tumbuh menuju ke atas kolam.

Hari berganti, sekelompok biji lotus yang berani dan rajin ini, akhirnya berhasil kembali ke atas permukaan air yang selama ini mereka dambakan. Terlihat sinar mentari hangat yang dahulu mereka kenal, tersenyum lembut menyambut mereka. Begitu juga mereka akhirnya dapat bertemu kembali dengan Ibu Lotus yang bersama lotus-lotus lainnya, telah sejak lama menantikan kedatangan mereka.

Sebuah akhir yang bahagia bukan? Jika kita selalu berpegang teguh pada kebenaran yang kita yakini serta tidak mudah tergoda pada penglihatan semu, yang kita peroleh adalah kenyataan yang benar-benar tak terbantah. Itulah yang disebut kebenaran yang sejati. Seperti yang telah dimiliki biji-biji lotus yang tumbuh teguh bersama keyakinannya. Demikian juga, percayalah bahwa dalam hidup yang bagaikan di dasar kolam lumpur ini, Tuhan akan selalu memberimu semangat dan melindungimu. (minghui/chr)