Budi Pekerti

Kisah Teladan dari Wang Wenzheng

Lelaki tua (Canva Pro)
Lelaki tua (Canva Pro)

Dahulu kala di Tiongkok kuno, ada seorang hakim prefektur bernama Wang Wenzheng.  Dia dikenal memiliki pikiran yang pemaaf dan toleran.  Tidak ada yang pernah melihatnya berdebat dengan siapa pun atau kehilangan kesabaran.

Suatu ketika keluarganya ingin menguji tingkat kesabarannya.  Jadi mereka sengaja menyajikan semangkuk nasi putih dan semangkuk sup daging dengan kotoran di atasnya. Ketika Wang Wenzheng melihat kotoran di dalam sup, dia tidak menyentuh sup itu. 

Dia hanya memakan nasi tanpa lauk.  Ketika ditanya mengapa dia tidak menyentuh sup, dia menjawab, “Kadang-kadang saya tidak ingin makan sup daging.”  Saat makan berikutnya, keluarganya dengan sengaja menyajikan semangkuk nasi dengan kotoran di atasnya. Ketika Wang Wenzheng melihat kotornya nasi, dia berkata, “Saya tidak ingin makan nasi.  Tolong beri saya semangkuk bubur saja.”

Rumah tangga Wang biasanya membeli satu kati daging dari pasar setiap hari.  [Catatan: kati adalah satuan berat standar yang setara dengan 1,1023 pound.] Suatu hari, keluarganya melaporkan kepada Wang Wenzheng bahwa koki keluarga telah mencuri setengah kati daging. 

Wang bertanya, “Berapa kati daging yang kita konsumsi setiap hari?”  Keluarganya menjawab, “Satu kati.”  Wang berkata, “Baiklah, mengapa kita tidak membeli 1,5 kati daging setiap hari mulai sekarang?  Jika koki mencuri 0,5 kati daging lagi, kita masih punya cukup daging.”

Saat salah satu tetangga Wang membangun kembali rumahnya, dia meletakkan tumpukan besar bahan bangunan di depan pintu masuk utama rumah Wang Wenzheng.  Akibatnya, Wang tidak dapat menggunakan pintu masuk utama.  Dia harus menggunakan pintu samping yang lebih kecil yang mengharuskannya menundukkan kepala saat melewati pintu. 

Namun, Wang tidak pernah mengeluh kepada tetangganya atau menjelekkan tetangganya itu dengan orang lain.  Baru setelah tetangganya menyelesaikan pekerjaannya, Wang Wenzheng dan keluarganya akhirnya dapat menggunakan pintu masuk utama lagi.  Wang Wenzheng bertindak seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.  Dia mulai menggunakan pintu masuk utama lagi.

Wang Wenzheng benar-benar menonjol sebagai pria pemaaf dan toleran.  Tingkat toleransi dan pengampunannya yang tinggi mungkin menjadi teladan besar bagi orang-orang masa kini yang tak rela kehilangan kepentingan sendiri, sekecil apa pun.(clearharmony)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI