Budi Pekerti

Latih Otak Anda dan Ubah Hidup Anda

Kita semua pernah mendengar ungkapan “pikiran mengalahkan materi” (mind over matter) yang merujuk pada kemampuan untuk mengatasi situasi sulit. Serupa dengan pepatah “di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” ungkapan ini menyiratkan bahwa ketika kita memiliki kerangka berpikir yang benar, kita bisa melakukan apa pun. Gagasan sederhana ini memiliki makna yang sangat dalam, dan secara spiritual, dapat mengubah hidup Anda.

Lalu, apa sebenarnya kerangka berpikir yang benar itu, dan bagaimana cara mencapainya? Ini bisa digambarkan sebagai perpaduan antara fokus positif dan tekad. Seperti halnya semua hal yang berharga, hal ini memerlukan usaha, namun akan menjadi lebih mudah dengan latihan.

Banyak dari kita menjalani hidup dengan terus bereaksi terhadap berbagai situasi tanpa menyadari pola pikir yang membentuk reaksi tersebut, apalagi pola pikir yang membentuk realitas kita. Kita sering menyamakan pikiran kita dengan diri kita sendiri, tanpa menyadari betapa besar potensi yang kita miliki untuk mengubahnya — dan potensi itu sangatlah besar.

Merenungkan pikiran kita

Ajaran spiritual sering mengatakan bahwa kita menciptakan realitas kita sendiri — kita datang ke dunia ini untuk menyempurnakan diri melalui berbagai kesulitan. Dengan demikian, setiap situasi yang kita hadapi memiliki tujuan dan menjadi kesempatan untuk bertumbuh secara spiritual.

Jika kita bereaksi terhadap situasi dengan rasa marah, cemas, iri, atau malu–emosi-emosi ini sebenarnya memberi petunjuk penting tentang keyakinan atau pandangan yang tidak bermanfaat bagi kita.

Jika Anda mampu menelusuri kembali ke masa lalu dan mengingat saat ketika pandangan itu terbentuk (misalnya, “Saya takut mengambil risiko sejak kegagalan besar waktu itu,” atau “Ketidakadilan membuat saya begitu marah sejak saya belajar tentang ini dan itu …”), hal ini akan sangat membantu proses transformasi, meskipun mungkin terasa menyakitkan.

Anda perlu berdamai dengan masa lalu, memanggil semua kekuatan untuk memaafkan, menerima, dan berlapang hati. Dengan melepaskan pola pikir yang membatasi, Anda membuka pintu bagi banyak kemungkinan baru.

Jika ingatan tidak mendukung Anda, tak perlu khawatir. Anda juga dapat mengatasi pikiran negatif anda dari sudut pandang lain. Lihat kehidupan Anda saat ini dan catat hal-hal yang menurut Anda salah atau kurang memuaskan. Kebanyakan dari kita memiliki daftar panjang kritik terhadap diri sendiri: “terlalu gemuk,” “kurang uang,” “tidak menarik,” “tidak puas dengan pekerjaan,” “hubungan buruk,” “tidak berdaya,” dan perasaan “tidak berharga” adalah hal yang umum.

Riset psikologi menunjukkan bahwa kita adalah apa yang kita yakini. Untuk setiap hal yang Anda anggap masalah, ubahlah keyakinan Anda tentang hal itu untuk membentuk citra diri yang baru

Sebagai contoh, jika Anda merasa tidak puas dengan penampilan Anda — dengan siapa Anda membandingkan diri Anda, dan mengapa? Sadarkah Anda bahwa perbedaan kita justru membuat kita istimewa? Jika semua orang terlihat seperti Barbie dan Ken, hidup akan sangat membosankan. Lihatlah kelebihan Anda dan hargai itu tanpa membandingkan diri dengan orang lain.

Jika Anda tidak menyukai pekerjaan Anda, mengapa demikian? Merasa buntu sepenuhnya merupakan produk dari pikiran anda. Ambillah inisiatif: perbaiki hubungan dengan rekan kerja/atasan/pelanggan dengan kebaikan hati, tingkatkan kondisi kerja dengan inovasi, dan tingkatkan kepuasan kerja dengan kreativitas. Jika tetap tidak berhasil, beranilah mengambil peluang untuk menemukan pekerjaan impian Anda.

Jika Anda menghadapi masalah kesehatan, ingatlah bahwa pendekatan holistik menyembuhkan akar masalah, bukan hanya gejalanya. Hati yang murni dan pikiran yang jernih bisa membawa keajaiban bagi tubuh.

Bagaimanapun, baik anda sedang menghadapi masa lalu maupun masa kini, anda perlu mulai memperhatikan pikiran anda dengan saksama. Meskipun pikiran datang dengan cepat dan terus-menerus, mereka bisa dikendalikan.

Sebenarnya, kita membuat pilihan bawah sadar tentang apa yang harus dipercayai setiap hari. Jika kita berusaha untuk memeriksa pikiran kita, kita dapat menentukan apakah pikiran kita didasarkan pada kenyataan atau pandangan keliru di masa lalu.

Salah satu kesalahpahaman terbesar yang dimiliki sebagian orang adalah keyakinan bahwa mereka tidak bisa berubah. Mereka menggunakan alasan “saya memang begitu” untuk menghindari usaha. Jika Anda merasa tidak berdaya, siapa lagi yang mengambil kekuatan Anda selain diri Anda sendiri? Pikiran Anda adalah alat paling ampuh yang Anda miliki. Latihlah pikiran itu agar selaras dengan hukum kebajikan universal, dan Anda akan menemukan bahwa seluruh alam semesta mendukung Anda.

Sadari bahwa Anda memiliki pilihan untuk menolak dan membentuk ulang semua pandangan yang menghambat kemajuan Anda. Meskipun pandangan itu terasa benar (karena sudah lama Anda yakini), dengan waktu dan ketekunan Anda bisa dipandu oleh serangkaian konsep baru yang rasional dan membangun. Salah satu alat paling mudah untuk peningkatan diri seperti ini adalah penggunaan afirmasi secara teratur.

Afirmasi: ganti yang merugikan dengan yang bermanfaat

Afirmasi adalah dasar dari banyak program motivasi, berfungsi untuk membentuk ulang cara berpikir kita. Afirmasi berbeda untuk setiap orang sesuai dengan keadaannya masing-masing. Biasanya dimulai dari kalimat pendek dan umum, namun seiring waktu dapat berkembang menjadi lebih spesifik dan lebih kuat.

Afirmasi yang baik menolak pola pikir lama yang merugikan, sekaligus memperkenalkan dan memperkuat pola pikir baru yang mendukung. Cobalah beberapa contoh afirmasi berikut untuk menghadapi pola pikir negatif yang umum:

Kemarahan

“Saya siap dan bersedia melepaskan masa lalu. Saya melepaskan semua kemarahan dan dendam, dan mengisi hati saya dengan kasih dan memaafkan.”

Iri Hati

“Saya bersyukur atas segala yang saya miliki, dan saya memiliki semua yang saya butuhkan. Saya menyingkirkan semua rasa iri hati. Segala sesuatu telah diatur dengan sempurna oleh Sang Pencipta, dan saya tidak menginginkan apa yang bukan milik saya.”

Penolakan terhadap perubahan

“Saya mau berubah. Saya melepaskan semua penolakan dan keraguan yang membatasi agar dapat mewujudkan potensi penuh saya. Saya tangguh dan pasti mampu beradaptasi.”

Kecemasan

“Masa lalu telah berlalu dan tidak dapat menyakiti saya. Saya bisa rileks dan melepaskan semua ketakutan serta kecemasan. Dengan iman dan keyakinan kepada Sang Pencipta, saya mengikuti jalan yang digariskan Tuhan.”

Rasa Bersalah

“Saya tidak dapat menghapus kesalahan masa lalu, tapi saya bisa berbuat lebih baik di masa depan. Saya siap melepaskan beban rasa bersalah dan malu agar bisa melangkah maju. Saatnya berhenti menghukum diri sendiri. Saya dicintai, diterima, dan diampuni.”

Harga Diri Rendah

“Saya menerima diri saya sendiri dan menyadari nilai saya di dunia ini. Harga diri saya tidak ditentukan oleh pendapat orang lain. Ketidaksempurnaan— yang juga dimiliki semua orang — membuat saya unik dan menarik.”

Ubah Hidup Anda

Luangkan waktu untuk menyusun afirmasi pribadi Anda. Hafalkan dan ucapkan setiap pagi untuk memulai hari dengan baik. Begitu Anda menyadari mulai terjebak dalam pola pikir lama, ucapkan lagi afirmasi itu. Dengan pengulangan yang konsisten, pikiran-pikran baru ini akan menjadi kerangka berpikir alami Anda.

“Mind over matter” tidak hanya dapat mengubah kondisi sosial dan finansial Anda, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik dan mental Anda. Versi diri Anda yang baru dan lebih baik sedang menanti — jadi, apa yang Anda tunggu?