Budi Pekerti

Manfaat dari Merasa Nyaman dengan Ketidaknyamanan

Rileks (Andrea Piacquadio @ Pexels)
Rileks (Andrea Piacquadio @ Pexels)

Hidup bisa menjadi tidak nyaman di saat-saat terbaik, tetapi setelah melewati rasa sakit dapat memperoleh manfaat yang tidak terduga.

Saya terbangun di tenda, sedikit bingung, dan perhatian saya langsung tertuju pada kaki saya. Itu adalah pagi hari kedua dari pendakian selama empat hari, sepanjang 43 mil melintasi Taman Nasional Pictured Rocks National Lakeshore.

Tiga teman dan saya telah merencanakan perjalanan ini dengan cermat. Kami memiliki cukup makanan, pakaian, tenda, dan perbekalan.

Namun keputusan saya mengganti sepatu di saat-saat terakhir akan berangkat berujung penyesalan. Sepatu yang saya pakai menimbulkan memar di kaki, namun saya tetap melanjutkan perjalanan.

Akhirnya kami mencapai perkemahan kedua dan segera mendirikan tenda. Selama pendakian hari itu, kami berkesempatan untuk menikmati tebing, pemandangan danau yang indah, air terjun, dan keajaiban alam lainnya yang terkenal dengan Pictured Rocks. Ini benar-benar adalah salah satu tempat paling indah di bumi.

Sangat mudah untuk terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Seiring bertambahnya usia, hidup kita mulai jatuh ke dalam pola yang sudah dikenal.

Spontanitas dan petualangan masa muda kita tergeser oleh kegiatan monoton. Sementara hari-hari mungkin berjalan lambat, kehidupan tampaknya berjalan cepat.

Biasanya saya terlalu sering memeriksa email kantor baru di ponsel saya. Dengan pergi mendaki, di mana kami kehilangan sinyal selama tiga hari, saya terpaksa menghentikan rutinitas ini.

Pada awalnya, meskipun tahu itu sia-sia, saya masih mendapati diri saya mengeluarkan ponsel saya karena kebiasaan.

Dalam beberapa jam, saya beradaptasi dengan kenyataan baru (kehidupan tanpa internet) dan sebagai hasilnya, saya menjadi lebih plong pada saat itu.

Meskipun awalnya tidak nyaman, saya menyadari kegilaan membiarkan teknologi mencuri perhatian saya dari keindahan alam disekitar saya. Setelah memasuki kembali dunia sinyal data “lima bar”, saya menemukan bahwa detoks digital saya bertahan. Saya tidak pernah sempurna, tetapi perasaan positif dari akhir pekan saya yang bebas teknologi membuat saya cenderung tidak meraih ponsel saya.

Di akhir pekan Pictured Rocks membantu memecahkan rutinitas. Pendakian itu tentu saja merupakan tantangan fisik. Meliputi 43 mil dalam tiga hari medan berbukit dengan banyak jalan basah, berlumpur, dan rintangan, sangat melelahkan, kaki saya pun sempat memar dan lecet.

Namun, saya menemukan bahwa, pendakian menjadi lebih mudah seiring berjalannya waktu. Sementara beberapa hari pertama tantangan mungkin tampak sangat sulit dan sakit, pada hari ketiga setelah beradaptasi, seolah-olah tubuh berkata pada dirinya sendiri, “Oke, ini yang sedang kita lakukan sekarang,” dan memanfaatkan cadangan energi yang jarang digunakan.

Semua ini menjelaskan, meskipun tidak mudah untuk melepaskan diri dari rutinitas lama, salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mendorong diri Anda ke dalam situasi dan pengalaman baru (seringkali tidak nyaman). Anda tidak dapat memikirkan jalan keluar dari kebiasaan yang tidak diinginkan.

Tidak ada artikel atau video online yang akan memberikan dopamin atau hiburan hanya dengan sentuhan jari, tetapi ternyata rasanya jauh lebih baik.

Hampir selalu perlu untuk mengalami sesuatu yang baru?bahkan jika itu tidak menyenangkan pada saat itu?untuk melihat sesuatu secara berbeda. Ketidaknyamanan adalah katalis untuk pertumbuhan. (epochtimes/yud)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI