Guo Yuanzhen, lahir pada Dinasti Tang (618-907), sangat sederhana dan murah hati. Pada usia 16 tahun, ia memasuki Akademi Kekaisaran untuk belajar dan orang tuanya mengiriminya 400.000 yuan untuk biaya sekolah dan biaya hidup.
Suatu hari seseorang yang mengenakan pakaian berkabung tiba-tiba mengetuk pintu. Dia berkata pada Guo Yuanzhen dengan sedih: “Saya ingin mengubur keluarga saya yang terkena bencana, tetapi tidak punya uang. Bisakah anda membantu saya? ”Setelah mendengar permintaan itu, Guo Yuanzhen memberinya uang tanpa menanyakan siapa orang yang meminta pertolongan itu. Ketika teman-teman sekelasnya mendengar ceritanya, mereka menertawakan kebodohannya. Guo Yuanzhen berkata dengan tenang: “Membantu seseorang mengubur keluarganya adalah suatu hal yang luhur dan tidak bodoh!”
Guo Yuanzhen lulus ujian untuk menjadi pejabat pada usia 18 tahun. Dia meminta untuk bekerja di Liangzhou daerah perbatasan yang jauh dari ibukota. Dia mengelola tempat itu selama lima tahun dengan sangat baik sehingga rakyat Liangzhou hidup damai, sejahtera dan tenteram. Roda pemerintah daerah berjalan sangat baik sehingga wilayah perbatasanpun menjadi stabil.
Kemudian Guo Yuanzhen dipromosikan dan dipindahkan ke ibukota. Meskipun dia adalah pejabat tingkat tinggi, namun karena ia tidak pernah korupsi dan sangat jujur, dia masih belum memiliki rumah sendiri. Sebelum mendapat rumah dinas, ia tinggal di rumah seorang teman. Suatu hari ketika dia sedang keluar berjalan-jalan, dia didekati oleh seorang asing yang memberinya surat dan kemudian menghilang dengan seketika. Guo Yuanzhen membukanya dan surat tersebut berisi nama suatu tempat dan daftar barang yang lengkap dengan jumlahnya masing-masing. Tanpa ada identitas pengirim.
Mengikuti instruksi yang ada dalam surat tersebut, Guo Yuanzhen tiba di sebuah tempat menemukan lebih dari 20 kuda dan 3.000 sutra tebal yang berkualitas baik. Guo Yuanzhen merenungkan hal ini dalam waktu yang cukup lama, dan akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa ini pasti diberikan oleh pria yang memintanya untuk membantu mengubur keluarganya!
Ketika dahulu waktu membantu orang itu, Guo Yuanzhen melakukannya dengan tulus iklas tanpa pamrih dan bahkan tidak menanyakan siapa orang tersebut. Sekarang orang itu membalas budi baiknya dengan cara yang sama. Guo Yuanzhen kemudian membeli sebuah rumah dengan hadiah-hadiah ini dan membuat keluarganya menjadi tenang. Teman sekelas Akademi Kekaisarannya semua sangat tersentuh.
Kisah Guo Yuanzhen mengilustrasikan tentang prinsip surgawi: “Lakukan saja perbuatan baik, tanpa mengharapkan imbalan.” Selama anda melakukan perbuatan baik, membantu orang lain, hal-hal baik akan datang kepada anda dengan sendirinya. (visiontimes/ron/ch)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
