Pernahkah Anda merasa mempunyai keinginan melakukan segala hal, tapi Anda tidak termotivasi. Bagaimanapun satu hari berganti menjadi satu minggu dan satu minggu berganti menjadi satu bulan, dan Anda menyadari bahwa Anda masih belum mengerjakan rencana apapun atau Anda telah melakukannya namun hasilnya lebih lambat daripada siput.
Apa motivasi Anda? Ini benar-benar pertanyaan penting sebab jika Anda dapat menggambarkan, Anda dapat memanfaatkannya dan menggunakan informasi itu untuk membantu Anda menghentikan kebiasaan menunda segala sesuatu.
Dengan sedikit penggalian dan analisa seperti ini dapat membantu Anda menggambarkan dengan jelas apa yang sesuai dengan Anda. Apa yang sesuai dengan Anda mungkin tidak sama dengan sesuatu yang sesuai untuk teman Anda.
Kita semua termotivasi oleh sesuatu yang berbeda. Banyak dari kita termotivasi melalui pujian, sebagian dengan kenaikan jabatan, sebagian dengan penghargaan seperti liburan atau pakaian baru, dan yang lainnya… dengan coklat.
Saat merinci satu persatu apa motivasi saya, saya temukan 3 hal yang pasti menggerakkan saya: deadline, target masa depan, dan komitmen saya. Misalkan pekerjaan kantor yang mempunyai deadline, itu memotivasi saya. Saya ingin menurunkan berat badan, itulah target saya yang membuat saya terus termotivasi berolahraga dan menjaga makanan, dan contoh dari komitmen adalah, misalnya, saya berkomitmen menyekolahkan anak-anak saya sampai lulus kuliah, jadi saya termotivasi untuk bekerja mendapatkan uang tabungan pendidikan mereka.
Tanpa satupun dari hal ini, saya akan cenderung menjelajah internet, menonton televisi, bersih-bersih, atau hal lain yang di luar rencana yang ingin saya selesaikan.
Tiga proyek yang Anda selesaikan
Pikirkan tiga proyek terakhir yang Anda selesaikan dengan segala upaya, tapi juga memberi kepuasan. Adakah kondisi yang umum terjadi? Apakah yang membuat Anda tetap termotivasi? Apa yang membuat Anda tetap semangat? Membuat Anda tetap bekerja keras?
Bagaimana Anda dapat menggunakan wawasan ini dan menerapkannya pada proyek Anda yang sedang berlangsung atau proyek mendatang yang mungkin tidak terlalu membuat Anda termotivasi.
Ketika saya tidak dapat memperoleh dorongan pada sebuah pekerjaan, saya akan menerapkan satu taktik jitu saya. Saya akan membuat deadline yang saya ciptakan sendiri atau saya akan berjanji pada orang lain bahwa saya akan menyelesaikannya dalam jangka waktu tertentu dan melaporkan pada mereka ketika saya telah menyelesaikannya.
Jika proyek itu adalah suatu tulisan, komentar terhadap tulisan itulah yang sering memotivasi saya, jadi sejalan dengan janji saya, saya mungkin akan meminta seseorang untuk memberi tanggapan sebagai penghargaan atas selesainya proyek itu sesuai batas waktu yang ditentukan.
Saya juga mencatat progress (kemajuan) dari apa yang saya kerjakan, sehingga ikut memacu saya menyelesaikannya.
Fokus
Ada satu hal yang juga membantu saya termotivasi ketika dorongan positif tidak bekerja. Saya akan menjauh dari apa yang saya sukai (kesenangan saya) selama proyek dilakukan, dan saya akan mengatakan pada lainnya bahwa saya fokus dan bertanggung jawab penuh pada proyek tersebut.
Sebagai contoh, saya mungkin akan mengatakan bahwa saya tidak dapat memeriksa email saya, atau media sosial (fb/wa/ig) saya, atau membaca buku favorit saya, dan lain-lain, sampai segmen awal dari proyek terpenuhi.
Masih tidak ada inspirasi…
Kadang kita harus menyadari dan menerima bahwa sebuah proyek sebenarnya bukan diperuntukkan bagi kita. Mendelegasikan proyek pada orang lain atau dengan sederhana melepaskannya dan mengeluarkannya dari daftar yang harus Anda kerjakan dapat memberi penyegaran baru dan memberi Anda energi yang Anda butuhkan untuk melakukan sesuatu yang benar-benar Anda pedulikan. (epochtimes/melissaking/arf/chr)
