Pernahkah Anda meminta anak Anda untuk melakukan sesuatu yang sederhana, tetapi tidak peduli berapa kali Anda meminta, mereka tidak mendengarkan dan terus mengabaikan Anda?
Misalnya, pada pagi hari yang sibuk sebelum berangkat sekolah, Anda mungkin memanggilnya: “Sarah, pakai sepatumu. Kita harus pergi!” saat Anda sedang berusaha menyelesaikan email, membersihkan piring sarapan, dan berangkat kerja tepat waktu.
Anda tidak mendapatkan jawaban dan tidak ada tanda-tanda dia memakai sepatu. Jadi Anda mengulanginya, kali ini dengan sedikit lebih keras dan kemudian berteriak. Anda akhirnya mendapatkan jawaban yang membuat frustasi: “Tapi sepatunya ga ada”. Maka Anda pun berteriak kembali: “Yah, seharusnya kamu sudah menyiapkannya tadi malam seperti yang sudah mama bilang!” Sekali lagi, Anda memulai hari dengan perasaan tertekan.
Anda mungkin bertanya-tanya mengapa anak-anak Anda lebih mendengarkan guru, pelatih, orang tua teman, atau siapa pun selain Anda.
Mengapa demikian? Dan bagaimana Anda dapat berbicara dengan anak Anda sehingga mereka mendengarkan?
Perkembangan Anak Anda dan Kemampuan Mereka untuk Mendengarkan
Sebagai titik awal, mungkin ada baiknya untuk memahami bahwa anak-anak tidak memiliki kemampuan yang sama untuk mendengarkan seperti orang dewasa. Atau kapasitas yang sama untuk peduli dengan apa yang Anda tanyakan kepada mereka.
Anak-anak berusia antara dua hingga tujuh tahun secara alami berpusat pada diri mereka sendiri.
Ini berarti mereka lebih banyak memikirkan diri mereka sendiri dan kebutuhan-kebutuhan mereka. Mereka tidak mungkin dapat mengambil perspektif orang lain atau memikirkan orang lain sebelum diri mereka sendiri. Jadi, mereka tidak peduli bahwa jika santai-santai dan tidak segera memakai sepatu, Anda mungkin akan melewatkan pertemuan penting Anda pada jam 9.
Di usia 13 tahun, otak mulai berubah. Penelitian menunjukkan bahwa remaja mulai menganggap suara-suara yang bukan berasal dari keluarga mereka lebih menarik. Ini adalah bagian dari proses pertumbuhan, mempersiapkan mereka untuk kehidupan di luar keluarga.
Hal ini menandai pergeseran yang signifikan dari anak-anak yang lebih muda, yang otaknya lebih terbiasa untuk memprioritaskan suara orang tua mereka. Namun, hal ini juga berarti ketika Anda meminta anak remaja Anda untuk mencuci piring sebelum mereka berangkat ke sekolah, mereka cenderung tidak menganggapnya penting.
Situasi ini dapat menjadi lebih kompleks jika seorang anak mengalami gangguan saraf dan memiliki masalah dengan perhatian atau menerima informasi baru. Atau jika mereka memiliki masalah pendengaran.
Mengapa Mereka mendengarkan Guru Mereka tapi tidak dengan Saya?
Anak-anak juga cenderung lebih nyaman dengan orang tua mereka daripada orang dewasa lainnya. Jadi mereka tahu bahwa mereka bisa menjauh dari kita dan kita akan tetap menyayangi mereka.
Hal ini tidak sama dengan guru sekolah, pelatih olahraga, atau orang dewasa lain yang kurang mereka kenal.
Sekolah memiliki pendekatan terstruktur yang secara alami menegakkan aturan dan konsistensi. Misalnya, lonceng berbunyi untuk menandakan dimulainya hari, dan guru berdiri di depan kelas untuk menandakan dimulainya pelajaran. Para guru juga dilatih tentang cara mengajar serta keterampilan untuk mengelola dinamika kelas secara efektif.
Tekanan dari teman sebaya – dan keinginan untuk menyesuaikan diri – juga dapat bekerja dengan cara yang positif di sini. Jika semua anak di kelas atau tim sepak bola melakukan apa yang diperintahkan, anak-anak lain kemungkinan besar akan mengikutinya.
Komunikasi Tidak Hanya Sekadar Berbicara
Jadi, ada beberapa hal yang menumpuk terhadap kita sebagai orang tua. Namun ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mendekati dinamika orang tua dan anak ini secara berbeda.
Menurut model komunikasi psikolog Albert Mehrabian, hanya 7 persen dari perasaan dan sikap kita yang disampaikan melalui kata-kata yang kita gunakan dalam komunikasi lisan. Dia menyarankan 38 persen melalui nada dan suara, dan 55 persen sisanya disampaikan melalui bahasa tubuh.
Jadi, ketika anak-anak kita tidak membalas ucapan kita, mereka tetap berkomunikasi dengan kita. Mereka bisa melakukan hal ini melalui ekspresi wajah, postur tubuh, dan gerakan tangan. Ini semua dapat memberi kita petunjuk untuk membantu kita terhubung dan berkomunikasi dengan mereka.
Sebagai contoh, diamnya mereka mungkin berarti: “Saya tidak dapat menemukan sepatu saya. Saya khawatir saya akan mendapat masalah” Atau bisa juga berarti: “Aku tidak ingin pergi ke sekolah hari ini”. Atau: “Saya merasa menggambar yang sedang saya lakukan ini sangat menyenangkan dan saya tidak ingin berhenti.”
Apa yang dapat Anda Sikapi?
Jadi, jika Sarah tidak merespons atau muncul dengan sepatu, alih-alih berteriak lagi, Anda bisa mencoba berkomunikasi. Berjongkoklah sejajar dengannya, lakukan kontak mata, dan sambil tersenyum, tanyakan apakah dia tahu di mana sepatunya? Apakah dia butuh bantuan?
Jika Anda bisa, penting untuk memberikan pilihan kepada anak-anak, sehingga mereka merasa memiliki kendali atas hidup mereka.
Anda juga menjadi apa yang disebut oleh para psikolog sebagai “orang tua yang dapat dipercaya” di sini. Anda memberi isyarat kepada anak Anda bahwa mereka kompeten dan pendapat mereka penting. Anda mendukung mereka untuk menemukan sepatu yang hilang (daripada melawannya).
Kiat untuk membuat anak Anda mendengarkan
Ada juga beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai orang tua untuk meningkatkan peluang yang menguntungkan kita:
- Cobalah untuk tidak berkomunikasi ketika kita sedang terganggu atau sedang dalam perjalanan. Hal ini akan menghasilkan instruksi atau permintaan yang tenang dan lembut kepada anak Anda. Jika anak-anak merasa “dalam masalah”, mereka bisa masuk ke mode defensif dan menyingkir.
- Jaga agar instruksi Anda tetap sederhana dan dapat dicapai. Jelaskan hal-hal yang perlu jika perlu
- Berterima kasihlah kepada anak Anda karena telah melakukan sesuatu.
Sementara itu, teruslah mengamati dunia melalui mata mereka. Hal ini mungkin tidak selalu membuat mereka melakukan apa yang Anda minta saat Anda memintanya. Namun mudah-mudahan, hal ini akan mengurangi kecemasan Anda sebagai orang tua, dan anak Anda juga akan merasa didengarkan. (nspirement)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini
Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations
VIDEO REKOMENDASI
