Budi Pekerti

Mengapa Anda Perlu Menjadi Pendengar yang Baik, dan 7 Langkah Mencapainya

Berbicara (Getty Images via Canva Pro)
Berbicara (Getty Images via Canva Pro)

Di era digital saat ini, rasanya semakin sulit untuk hadir, benar-benar memperhatikan orang-orang di sekitar kita, dan menjadi pendengar yang baik.

Dengan teknologi yang menjadi bagian integral dari kehidupan kita, rangkaian informasi yang tak ada habisnya, mulai dari komunikasi, pesan komersial, dan berbagai media? selalu bersaing untuk menarik perhatian kita.

Meskipun teknologi dapat menjadi alat yang menghemat waktu dan memiliki jangkauan luas, teknologi juga dapat menjadi pedang bermata dua yang memperpendek rentang perhatian kita dengan membuat kita letih atau terlalu terstimulasi. Di tengah semua kebisingan, kita ingin didengarkan; namun kita enggan untuk mendengarkan.

Menurut sebuah penelitian tahun 2015 yang dilakukan oleh Academy of Management, 78 persen sekolah bisnis sarjana terakreditasi mencantumkan keahlian “presentasi” sebagai pencapaian, sementara hanya 11 persen yang mencantumkan “mendengarkan” sebagai hal yang sama pentingnya.

Mengapa begitu penting untuk menjadi pendengar yang baik

Meskipun jarang ditekankan, mendengarkan dengan baik adalah keterampilan tak ternilai yang dapat bermanfaat bagi banyak bidang kehidupan anda ? termasuk hubungan sosial, pekerjaan, interaksi sehari-hari, dan perkembangan pribadi.

Mendengarkan dengan baik membangun kepercayaan

Pendengar yang baik mudah diajak bicara. Orang ingin didengarkan, dan mereka dapat mengetahui apakah mereka mendapatkan perhatian anda atau tidak. Berbicara dengan seseorang yang fokusnya terbagi membuat frustrasi, memiliki pendengar yang penuh perhatian itu memuaskan, dan orang merasa lebih bersedia untuk berbagi.

Mengurangi kesalahpahaman/konflik

Ketika anda hanya setengah mendengarkan, anda hanya mengambil setengah informasi, atau meletakkannya di urutan yang salah, atau membuat pertalian yang salah? Ada begitu banyak potensi kesalahpahaman yang dapat dihindari dengan mendengarkan secara cermat.

Tindakan sederhana tidak mendengarkan saja dapat menyebabkan konflik. Ketika seseorang mencoba mengomunikasikan sesuatu dan anda menunjukkan ketidaktertarikan, mereka akan merasa tidak dihargai. Jika situasi ini berlanjut, mereka mungkin merasa bahwa anda tidak layak untuk diajak bicara, atau tidak memberikan umpan balik – dengan tidak memberikan perhatian mereka saat anda ingin mengatakan sesuatu.

Memperkuat Ikatan

Karena orang-orang berasal dari spektrum latar belakang dan pengalaman yang berbeda, kita pasti memiliki perbedaan pendapat. Pendengar yang baik bersedia mengesampingkan gagasannya sendiri untuk memahami gagasan orang lain. Ini adalah landasan untuk menumbuhkan empati.

Pendengar yang empatik terhubung dengan mudah dengan orang lain dan membangun hubungan yang lebih kuat karena mereka menunjukkan minat yang tulus, mengurangi konflik, dan meningkatkan kepercayaan. Mendengarkan dengan baik dapat meningkatkan kualitas semua interaksi anda sehari-hari, baik itu dengan rekan kerja, pelanggan, teman, atau keluarga anda.

Meningkatkan Produktivitas dan Kepemimpinan

Mendengarkan dengan baik tidak hanya penting untuk keterampilan sosial, tetapi juga meningkatkan kemampuan anda untuk memahami dan menyimpan informasi. Alih-alih berfokus pada apa yang ingin mereka katakan, pendengar yang penuh perhatian secara aktif menyerap dan memproses informasi, mengajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi, dan merangkai hubungan penting, yang semuanya meningkatkan ingatan dan informasi yang bermanfaat dari pengetahuan yang diperoleh.

Meskipun kemampuan untuk berbicara dengan baik sering dianggap sebagai kunci kepemimpinan yang baik, mendengarkan dengan baik juga sama. Ketika anda bersedia mendengarkan orang lain, anda mendapatkan rasa hormat mereka dengan memberi mereka rasa hormat anda. Dengan melakukan upaya untuk memahami orang lain, anda memperkuat keterampilan dan pengetahuan anda sendiri, dan dengan pemahaman menyeluruh tentang sekumpulan pandangan/pendapat, anda menjadi lebih efektif dalam menyelesaikan konflik.

Latih Otak Anda untuk Mendengarkan

Meskipun keterampilan mendengarkan jarang diajarkan di sekolah, keterampilan itu dapat dipelajari; tetapi membutuhkan pemikiran ulang dan melatih diri anda sendiri untuk memakai kebiasaan mendengarkan yang baru.

Saat kita mendengarkan secara aktif, kita melatih kesadaran, kita hadir bersama orang-orang di sekitar kita dan kita tidak membiarkan gangguan mengalihkan fokus kita pada hal terpenting saat itu: mencari pengertian, menunjukkan kasih sayang, dan menunjukkan empati,”

Jonathan H. Westover Ph.D, Kekuatan Mendengarkan

Ada beberapa kebiasaan umum di antara pendengar yang aktif dan berempati yang dapat anda tiru untuk meningkatkan keterampilan anda. Coba gunakan satu kebiasaan mendengarkan yang baru setiap hari selama seminggu:

  • Komitmen untuk memperhatikan: Ini mungkin terlihat jelas, tetapi penting untuk fokus pada orang yang berbicara. Untuk menghindari gangguan, mulailah dengan menyingkirkan perangkat komunikasi anda; kemudian kesampingkan urusan pribadi anda, termasuk melakukan banyak tugas, dan dedikasikan telinga dan mata anda kepada pembicara untuk saat ini. Pertahankan kontak mata, pertahankan postur perhatian, dan hindari gelisah atau terlihat bosan.
  • Berlatih mendengarkan secara aktif: Pendengar yang baik tidak hanya mendengar kata-kata, mereka terus memproses, memahami, dan menafsirkan maknanya. Amati isyarat nonverbal untuk membantu anda memahami pesan pembicara, dan gunakan isyarat nonverbal seperti mengangguk dan ekspresi wajah untuk melanjutkan percakapan dan membiarkannya berkembang lebih dalam.
  • Jangan langsung mengambil kesimpulan: Sangat mudah untuk membuat asumsi tentang arah pembicaraan, tetapi pendengar yang baik menahan keinginan untuk menyela. Menyela dengan pikiran dan pendapat anda dapat mematikan percakapan; jadi bersabarlah, dan biarkan pembicara menyelesaikan pikirannya sebelum menjawab.
  • Berempati: Cobalah untuk menempatkan diri anda pada posisi pembicara dan pahami perspektif mereka. Dengan mempertimbangkan apa yang sudah anda ketahui tentang orang tersebut, dan menilai apa yang dikatakan isyarat non-verbalnya kepada anda, anda dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang perasaan dan kebutuhannya.
  • Berpikiran terbuka: Tidak apa-apa untuk tidak setuju dengan seseorang, tetapi cobalah mendekati percakapan dengan pikiran terbuka dan kemauan untuk belajar. Pendengar yang baik menghindari mengkritik atau menilai seseorang karena sudut pandang mereka, menerima kepercayaan dan pemahaman orang lain dapat memperluas wawasan anda. Lagi pula, jika kita semua berpikiran sama, hanya sedikit yang bisa didiskusikan dan tidak ada yang dapat dipelajari.
  • Jangan takut akan kesunyian: Dalam percakapan yang mendalam, terkadang jeda diperlukan agar pembicara dapat berpikir. Saat keheningan muncul, kita sering mencoba mengisi ketidaknyamanan dengan berbicara; hal ini mencegah percakapan menjadi lebih dalam atau menjadi lebih bermakna. Meskipun kesunyian bisa terasa canggung, tetapi tidak harus begitu – dan tidak ada alasan untuk mengisinya dengan obrolan yang tidak berarti. Pendengar yang baik mungkin mengajukan pertanyaan yang tepat, atau mengatakan sesuatu sebagai dorongan agar seseorang tahu bahwa dia masih mendengarkan.
  • Renungkan apa yang dikatakan pembicara: Buat kesimpulan umum atau rangkum poin-poin mereka untuk menunjukkan apa yang anda pahami, dan ajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi apa yang tidak anda pahami. Pastikan respons anda bermakna dan terkait dengan apa yang mereka katakan. Ini menunjukkan bahwa anda terlibat dalam percakapan, dan akan mendorong mereka untuk terus membagikan pemikiran mereka.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, anda dapat menguasai seni mendengarkan dan menjadi lebih berempati kepada teman, rekan kerja, dan orang yang anda cintai dengan demikian menumbuhkan kehadiran yang positif bagi semua orang di sekitar anda.

Mendengarkan adalah hal yang magnetis dan aneh, kekuatan kreatif. Teman-teman yang mendengarkan kita adalah orang-orang yang kita tuju. Saat kita didengarkan, itu meningkatkan kita, membuat kita terbuka dan berkembang.”

-Dr. Karl Menninger, psikiater (visiontimes)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI