Budi Pekerti

Mengeluh adalah Kanker dalam Jiwa

Mengeluh (Screenshot @Storyblocks)
Mengeluh (Screenshot @Storyblocks)

Ada sebuah kisah ironis, ada seorang penebang kayu, dia merasa dirinya setiap hari harus bekerja keras untuk memperoleh penghasilan, di hatinya timbul rasa tidak adil.

Pada suatu hari, dalam keadaan lelah dia berpikir semakin dipikirkan hatinya semakin marah, oleh sebab itu ketika sedang makan siang dia mengeluh kepada istrinya, membuat suasana hati istrinya menjadi sangat buruk, dengan kesal berjalan ke dapur mengomeli putrinya yang sedang memasak didapur.

Putrinya juga merasa sangat kesal, dalam keadaan marah, ketika memasak sayur tidak sengaja menambah sesendok garam kedalam sayur padahal sebelumnya sudah digarami, setelah penebang kayu memakan sayur keasinan ini dia menjadi sangat emosi! Dia merasa hidupnya sudah cukup menyedihkan, kenapa makan siang saja tidak dapat makan makanan yang enak.

Oleh sebab itu, setelah makan siang dalam keadaan marah dia naik ke gunung menebang kayu, sambil menebang, mengomel kepada teman sesama penebang kayu, semakin berbicara semakin emosi! Oleh sebab itu ketika menebang kayu dia tidak berhati-hati, kampak ditangannya terlepas dan terbang ketempat seorang pejalan kaki, dan pejalan kaki ini adalah seorang pangeran dari negeri seberang yang sedang berkunjung ke negaranya, raja negeri seberang mengira penduduk negeri ini sengaja membunuh putra kesayangannya, menjadi sangat marah lalu mengutus pasukan besar-besaran menyerang ke negara tetangga yang telah menyebabkan kematian putranya, peperangan segera meletus.

Meletusnya peperangan secara tidak langsung disebabkan oleh menggerutu pada saat makan siang.

Cerita diatas ini sebagai pengingat kepada masyarakat modern sekarang: mengeluh, adalah kanker didalam jiwa kita!

Kenapa “mengeluh” disebut sebagai kanker dalam jiwa kita?

Dibawah ini ada dua alasan :

  1. Mengeluh bisa menyebar

Jika seseorang selalu mengeluh, tidak puas terhadap segalanya, maka emosi negatifnya akan menyebar ke orang disekitarnya, lama kelamaan bahkan bisa mempengaruh suasana dan budaya dari seluruh penduduk, membuat orang menjadi emosional dan brutal.

  1. Mengeluh akan mengikis semua yang baik dalam diri Anda

Mengeluh akan mengikis habis semangat, mengikis habis rasa gembira, mengikis rasa percaya diri, bahkan akan membuat sifat baik yang semula anda miliki perlahan-lahan akan habis terkikis. Lambat laun akan mempengaruhi kesehatan dan umur kita.

Oleh sebab itu : Mengeluh adalah kanker didalam jiwa!”

Teman-teman yang baik, jangan biarkan sifat mengeluh Anda menghancurkan hidup Anda. (minghuischool)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI