Kadang dalam hidup, kita bisa mengalami krisis, atau sebuah hal yang sulit diterima. Bila kenyataan tak dapat diubah, mengapa tidak mengatur kembali diri kita. Mungkin dengan mengubah pemikiran, kita akan mendapatkan hasil yang berbeda. Motivator Dale Carnegie pernah mengatakan, “Daripada terus mengeluh, lebih baik waktu dan energi kita dipakai untuk terus meningkatkan kemampuan.”
Bahasa mandarin untuk Krisis adalah : 危机 (wēi jī) berasal dari kata 危险 (wēi xiǎn, artinya: bahaya) dan 机 会 (jī huì, artinya: kesempatan). Jadi di setiap krisis walaupun memang memiliki bahaya, namun juga mengandung kesempatan yang menuju kepada harapan/ kesuksesan.
Setiap orang dapat mengubah lingkungan sekitar. Hal tersebut bukan karena siapa yang mempunyai bakat, hanya saja kebanyakan orang tidak memperhatikan kemampuan dirinya untuk “memahami lingkungan”. Kemampuan semacam ini bukanlah misterius atau mistik. Asalkan mau berusaha, semua orang pasti bisa melakukan.
Seorang manajer dari sebuah perusahaan besar yang sudah lama mengabdi di perusahaan ditugaskan keluar kota selama dua minggu. Ketika kembali dari tugas luar kota dia menemukan bahwa tugas pekerjaannya sudah digantikan orang lain. Ternyata atasan manajer tersebut sudah diganti, wakil CEO yang baru membawa sekelompok orangnya sendiri.
Dia dimutasi ke departemen yang lebih kecil dalam perusahaan. Jabatan posisi barunya itu lebih rendah daripada asalnya, maka dengan sendirinya gaji yang dia terima juga turun. Tetapi belajar bagaimana menangani keadaan yang tidak menguntungkan dalam karier pekerjaan, merupakan sebagian proses dalam memanjat tangga kesuksesan. Dalam kurun waktu hanya 15 bulan, manajer tersebut sudah mengalami kenaikan jabatan dan masuk sebagai salah satu anggota pengelola perusahaan.
Orang yang bisa bersikap lapang ketika jabatannya diturunkan, walaupun juga bisa merasa sedih, namun dengan cepat dia akan menyesuaikan diri. Jika sepanjang hari seseorang hanya bisa mengeluh dan mengasihani diri sendiri, maka orang tersebut tidak akan mempunyai waktu dan semangat untuk merencanakan bagaimana bisa pulih seperti sediakala.
Keadaan yang tidak menguntungkan itu tidaklah menakutkan. Yang ditakutkan itu ketika diri sendiri tidak mau sekali lagi menghadapi keadaan yang tidak menguntungkan itu, sedangkan bagaimanapun juga keadaan yang tidak menguntungkan adalah sebuah jalan lebar dan rata menuju suatu kebenaran.
Menghadapi permasalahan jangan dibawa emosi di dalam hati, hadapilah dengan kepala dingin, seperti apa yang disebut mundur selangkah tiada batasnya laksana laut dan angkasa. Carilah cara yang tepat untuk menghadapi situasi, percayalah “krisis itu adalah perubahan yang menguntungkan.” (epochtimes/wenshan/lin)
