Budi Pekerti

Mengutamakan Etika Daripada Dendam

Dokter terkenal Wan Quan pada masa Dinasti Ming menunjukkan profesionalisme, karakter mulia, dan etika moral terpuji dalam sebuah kisah yang telah diwariskan hingga masa kini. Wan Quan adalah seorang dokter yang dihormati di masa Ming. Ia lahir pada Tahun ke-11 Hongzhi (1498 M) sekarang dinamakan Kabupaten Luotian di Provinsi Hubei.

Dia tidak hanya sangat terampil dalam ilmu pengobatan, dia bahkan lebih dikagumi karena sikapnya saat mengobati. Dia dikenal sebagai orang yang perhatian dan pemaaf, dan memperlakukan semua pasien secara adil, tidak menaruh dendam atas pertengkaran di masa lalu.

Di masa muda, Wan pernah berselisih dengan seorang warga desa, Hu Yuanxi. Belakangan, putra Hu yang berusia empat tahun menderita penyakit yang membingungkan, termasuk batuk dan muntah darah. Selama delapan bulan, Hu mencari pengobatan dari berbagai dokter terkemuka, tanpa hasil. Akhirnya, ketika dia kehabisan pilihan, Hu dengan enggan meminta bantuan Wan.

Hidup dengan prinsip “menyelamatkan nyawa sebagai yang terpenting”, Wan segera pergi tanpa berpikir dua kali untuk melihat putra Hu. Setelah membuat diagnosisnya, Wan memberi tahu Hu bahwa dia bisa mengobati penyakit putranya, tetapi itu akan memakan waktu sekitar satu bulan. Setelah lima dosis obat yang diresepkan Wan, gejala-gejala anak tampak membaik, namun belum sepenuhnya sembuh.

Namun karena perselisihan masa lalu, Hu curiga bahwa Wan mungkin tidak dengan sepenuh hati memberikan perawatan yang dibutuhkan, dan merasa waktu sebulan terlalu lama. Jadi Hu beralih ke dokter lain, Shao. Namun Wan berkata pada Hu bahwa ia akan tetap merawat anak itu sebelum dokter baru tiba.

Keluarganya menasehati Wan Quan, “Karena Hu tidak senang denganmu, mengapa tidak tinggalkan saja anak itu”. Wan Quan menjawab, “Hu hanya memiliki satu putra ini. Tidak ada orang lain yang bisa mengobati penyakitnya. Jika saya pergi, ini akan menunda perawatan untuk anaknya. Jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada putranya, meskipun saya mungkin tidak bertanggung jawab, saya masih akan merasa bertanggung jawab”.

Jadi dia berkata, “Saya harus tinggal di sini untuk melihat bagaimana dokter lainnya mengobati. Jika dia memperlakukannya dengan benar, saya akan pergi; tetapi jika tidak atau tidak tepat, saya akan mencoba yang terbaik untuk menghentikannya. Jika saya tidak bisa menghentikannya, masih belum terlambat bagi saya untuk pergi”.

Ketika Wan Quan melihat resep Shao, dia tahu itu tidak sesuai untuk anak itu, dan nyawanya dapat berisiko jika dia meminumnya, jadi dia menunjukkan ini dengan sungguh-sungguh. Namun, Shao menolak untuk mendengarkan dan berpegang teguh pada caranya. Hu, yang ada di sana mendengarkan perdebatan itu, juga tidak menerimanya dan memihak Shao. Wan Quan memberi tahu Shao dengan sangat serius, “Saya tidak ada masalah dengan Anda. Saya hanya peduli dengan bocah itu”.

Mengetahui bahwa tidak ada yang mau menerima nasihatnya, Wan Quan memutuskan untuk pergi. Tapi dia masih sangat khawatir tentang bocah itu. Sebelum pergi, ia menyentuh kepala bocah itu dengan lembut dan berkata kepada ayahnya, “Saya tidak akan memberinya dosis penuh obat baru. Saya akan mulai dari yang kecil. Sangat disayangkan kalau gejalanya kembali. Apa yang nanti akan kamu lakukan?”

Ilustrasi. Obatan-obatan ala dokter Tiongkok. (freestocks.org | pexel)

Setelah minum secangkir obat, tak lama gejala anak itu kembali dengan sepenuhnya, persis seperti yang diprediksi oleh Wan Quan. Bocah itu menangis, “Saya lebih suka minum obat dokter Wan Quan. Dokter yang baru sedang mencoba meracuni saya”.

Hu Yuanxi sangat menyesal dan dengan gelisah pergi untuk meminta bantuan Wan Quan lagi. Wan Quan tidak membiarkan apa yang telah terjadi mengganggunya. Dia berkata pada Hu: “Jika anda mendengarkan saya sebelumnya, ini tidak akan terjadi. Sekarang jika anda benar-benar ingin saya mengobati putra anda, anda harus percaya sepenuhnya kepada saya. Tolong beri saya satu bulan dan saya akan merawatnya”.

Hu menyerahkan putranya sepenuhnya ke perawatan Wan Quan. Hanya butuh 17 hari bagi bocah itu untuk pulih sepenuhnya. Keluarga Hu sangat berterima kasih kepada Wan Quan. (epochtimes/bud)