Budi Pekerti

Menjual Sisir ke Biara Buddhis

Sisir
Sisir. @Pexels

Alkisah di suatu masa, ada seorang pengusaha kaya yang sudah akan pensiun. Sepanjang hidupnya, dia sudah menjadi penjual sisir yang terkenal, dia tidak pernah membuka usaha lain, selain menjadi pembuat dan penjual sisir.

Dia memiliki 3 orang putra, dan akan mewariskan bisnisnya kepada salah satunya, tapi dia bingung memilih, siapa di antara mereka yang akan menjadi pebisnis yang handal.

Jadi dia memutuskan untuk menguji mereka.

Dia mengumpulkan ketiga putranya, mengatakan maksudnya lalu memberi mereka tugas, untuk menjual sisir di sebuah biara Buddhis.

Ketiga putra tersebut bingung, karena yang tinggal di biara tersebut hanyalah para biksu Buddhis yang berkepala botak, jadi bagaimana mungkin mereka mau membeli sisir.

Tapi mereka menyetujui kehendak Ayah mereka.

Keesokan harinya, putra pertama kembali, dia berkata kalau dia berhasil menjual 2 buah sisir di sana.

Sang Ayah meminta penjelasan mengenai bagaimana caranya dia berhasil menjual sisir tersebut.

Putra pertama berkata: “Saya berkata bahwa mereka bisa menggunakan sisir ini, untuk menggaruk, jika punggung mereka terasa gatal.”

Ayahnya hanya mengangguk.

Kemudian putra kedua tiba, dia berhasil menjual 1 lusin sisir. Ketika ditanya bagaimana caranya dia berhasil menjual sisir itu, dia menjelaskan.

“Saya katakan kepada mereka bahwa banyak orang dan peziarah yang berkunjung ke biara itu, harus melewati pegunungan dengan banyak angin kencang, ketika tiba di biara, mungkin saja rambut mereka berantakan, jadi mereka akan memerlukan sisir untuk merapikan rambut mereka.”

Ayahnya hanya mengangguk.

Kemudian, putra ketiga mereka tiba.

Dia berhasil menjual seribu buah sisir.

Ayah dan kedua kakaknya heran, lalu dia menjelaskan cara bagaimana dia sampai berhasil menjual sisir sebanyak itu, kepada para biksu yang berkepala botak.

“Saya katakan kepada mereka bahwa, mereka akan bisa menulis ajaran kebaikan dan pesan moral di atas sisir, lalu kemudian membagikan sisir itu kepada para peziarah dan pengunjung yang datang, dengan demikian, para peziarah dan pengunjung itu akan selalu bisa mengingat semua ajaran dan pesan kebaikan tersebut setiap hari, karena setiap hari, mereka pasti perlu untuk menyisir rambut mereka.”

Ayahnya kemudian memutuskan, bahwa putra ketigalah yang akan menjadi pewaris perusahaan tersebut. (moralstories26/an)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI