Budi Pekerti

Mutiara Kebijaksanaan dari Tiga Orang Berusia 100 Tahun

3 lansia bahagia
3 lansia bahagia. (Screenshot Storyblocks)

Kebanyakan orang akan setuju bahwa salah satu berkat terbesar dalam hidup adalah karunia umur panjang, sehat dan bahagia.

Sebuah diskusi yang mengharukan dengan tiga orang berusia lebih dari 100 tahun ini mengungkapkan pelajaran hidup yang mereka hargai, dimana kedua hal ini menginspirasi dan menyentuh untuk didengarkan saat mereka berbagi pengalaman.

Clifford Crozier lahir pada 6 September 1915, di Inggris Utara. Dia menghabiskan seluruh hidupnya disana, kecuali waktu berada di perguruan tinggi dan selama Perang Dunia II. Berarti lansia yang ceria ini telah berusia 106 tahun.

Kenangan Indah

Emilia Tereza Harper lahir pada tahun 1913. Dia pindah dari Cekoslowakia ke Inggris ketika dia masih kecil. Petenis berusia 108 tahun itu berkata, “Tiga adalah angka keberuntungan saya”, Tereza dengan tenang menambahkan bahwa dia tidak merasa berkewajiban untuk melakukan apapun karena dia telah mencapai semua yang dia inginkan lalu.

 “Saya memiliki begitu banyak kenangan indah. Saya suka berbicara dengan orang-orang. Saya suka melakukan sesuatu. Saya suka pergi berbelanja. Saya punya kenangan indah, kau tahu, saya bisa hidup bahagia selamanya karena kenangan indahku”.

John Millington Denerley, penduduk Eastbourne, lahir di Manchester pada tahun 1914. Sebagai anak muda, dia suka mendengarkan acara musik New York Jazz di radio dan sering begadang semalaman untuk mendengarkannya. John bergabung dengan RAF selama lima tahun. John akhirnya menetap dan menjadi seorang apoteker.

Cinta dan Pernikahan

Bagaimana tentang cinta? Cliff menjawab: “Indah, indah, dan indah”.

Cliff mengakui bahwa ada “masalah pasti ada, tetapi kami berhasil melewatinya. Saya pikir pada masa ini orang-orang terlalu mudah menyerah”, katanya.

John memiliki pernikahan klasik ‘berlawanan yang menarik’. “Saya selalu optimis, dan dia selalu pesimis. Namun kami bersama dengan sangat baik”, katanya.

Bagaimana Hidup Mereka?

 “Saya kuat, saya sangat sangat kuat. Saya tidak menyadari betapa kuatnya saya. Itu semua karena makanan yang dimasak ibuku dan terutama karena tumbuh di kebun”. Tereza berbagi. “Kami selalu memiliki makanan segar ketika kami masih muda, selalu, langsung dari kebun ke dalam panci dan ke piring”,

John mengatakan dia merasa lebih seperti 69 atau 79 tahun, dan memamerkan daftar belanjaan rumahnya dengan bangga.

 “Saya membuat roti sendiri dengan tangan”, kata Cliff. Enam ons tepung, 2 ons gula, dan 4-6 ons??”

“Mentega”, tambah John.

 “Saya tidak memiliki banyak kegagalan, jika saya membuat kue dan gagal, itu menjadi puding”, lanjut Cliff.

 “Saya pikir saya telah melakukan semua yang saya inginkan, selama saya dapat membantu orang lain dan terus berjalan?Itulah yang utama. Anda hanya perlu terus berjalan?umur hanya angka, 107 hanyalah angka, dan anda hanya hidup untuk hari ini” Cliff berkomentar sambil tersenyum.

Kehilangan dan Penyesalan

Tereza membuka dan menyampaikan emosinya atas kehilangan bayi kembarnya dengan cara yang lembut, menggambarkannya sebagai “momen paling tragis dalam hidup saya.

Tetapi saya masih memiliki seorang putri dan sangat menikmati kebersamaan dengannya. Aku sangat mencintainya. Tapi”, tambahnya, “terlepas dari itu hidup terus berjalan. Anda sembuh, tetapi anda tidak akan pernah lupa. Bahkan jika mereka tidak ada lagi, mereka ada disana; mereka ada di pikiran anda; mereka ada di sekitar anda”.

 “Ketika orang lewat mereka mengira saya rapuh tapi saya bukan rapuh, saya hanya memikirkan anak-anak saya”.

Para lansia ditanyai satu pertanyaan lagi yang mengharukan: Adakah penyesalan?

 “Tidak ada, apapun yang bisa saya katakan dari hati saya”, kata Tereza.

John berkata, “Jika saya lebih perhatian di sekolah, saya akan belajar lebih banyak dan lebih keras” tetapi sebagai renungan, dia menambahkan, ”Saya tidak melakukan terlalu buruk pada akhirnya, tapi saya pikir semakin cepat anda mulai belajar, semakin baik”.

Cliff mengatakan dia membuat satu kesalahan yang dia sesali. Saat kuliah, ia memilih tinggal bersama teman-temannya daripada pulang ke rumah ayahnya, yang menempuh perjalanan jauh untuk menjemputnya pulang saat dia sakit.

Kata-kata Bijak

“Waktu sangat berharga. Anda bisa mandiri, tetapi jangan segan untuk meminta bantuan ketika anda merasa membutuhkannya”, tambah Cliff.

”Tereza menimpali dengan berkata, “Hal yang bagus adalah berperilaku baik kepada orang lain, menunjukkan rasa hormat kepada mereka, membantu mereka sebanyak mungkin yang anda bisa dan itu akan terbayar ratusan kali lipat”.

“Anda harus mengikuti perkembangan zaman”, saran John. Apa yang baik pada 80-90 tahun yang lalu tidak berfungsi akhir-akhir ini”,

Cliff menyarankan orang-orang untuk: “berkomunikasi, berbicara dengan orang tua anda, menerima nasihat mereka, atau setidaknya mempertimbangkannya”. Dia mengatakan orang harus menghargai orang tua mereka karena mereka telah menjalani hidup.

“Saya merekomendasikan siapapun jika mereka menemukan pasangan yang tepat untuk menikah, tidak hanya hidup bersama. Menikahlah! Jika anda menikah dan hidup bahagia, itu adalah obat terbaik untuk semua penyakit, karena semuanya dalam harmoni yang sempurna”, kata Tereza.

Motto hidup John adalah sesuatu yang biasa dinyanyikan oleh komedian tua Skotlandia, Sir Harry Lauder:

 “Tetap lurus sampai ke ujung jalan, terus lurus sampai akhir”.(visiontimes)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI