Budi Pekerti

PODCAST Pelajaran dari Air di Dalam Cangkir

Dalam satu kesempatan, beberapa alumni SMA mengunjungi mantan guru mereka. Sang guru sangat senang melihat mantan siswa-siswanya, dan bertanya tentang kehidupan mereka.

PODCAST:

Para alumni itu pun berbagi kesulitan hidup mereka. Diantaranya adalah stres kerja, masalah hidup, bisnis dan pendapatan yang kurang.

Sang guru mendengar pengalaman mereka dengan senyuman.

Ia kemudian berjalan ke dapur dan mengeluarkan beberapa cangkir untuk diletakkan di atas meja.

Cangkir-cangkir ini memiliki bentuk dan pola yang berbeda, ada yang terbuat dari kaca, tanah liat dan plastik. Ada yang bentuknya mewah dan cantik, ada yang biasa saja dan tidak begitu menarik.

Sang guru berkata kepada para mantan siswanya sambil tersenyum: “Silahkan tuang air sendiri jika kalian merasa haus!”

Para mantan siswa itu lalu mengambil cangkir masing-masing untuk minum air.

Setelah itu, sang guru menunjukkan cangkir-cangkir yang tertinggal di atas meja dan berkata: “Apakah kalian sadar bahwa kalian telah memilih cangkir-cangkir yang cantik? Hanya cangkir-cangkir plastik dan yang kurang menarik saja yang tidak kalian pilih?”

Tentu saja itu tidak aneh, siapapun akan lebih tertarik dengan cangkir yang cantik dan bentuknya menarik.

Sang guru lalu berkata: “Inilah akar masalah dari kehidupan kalian! Yang kita butuhkan adalah air, bukan cangkir! Tetapi kadang kita tidak sadar dan berpikir, bahwa kita harus memiliki cangkir yang cantik untuk diisi.

Hidup kita ibarat air, dan cangkir-cangkir itu adalah seperti pekerjaan, jabatan, dan properti. Semua itu hanyalah alat untuk mengisi air, betapapun cantiknya, tidak akan mempengaruhi kualitas air.

Jika kalian hanya fokus pada bentuk cangkir, maka kalian tidak akan bisa menikmati air di dalamnya. Jadi, bukankah ini akar masalah dalam kehidupan?”

Dalam hidup ini, memang ada banyak hal yang menyenangkan dan indah, yang bisa membuat kita lupa tentang kehidupan sejati kita. Jangan sampai mata kita dibutakan oleh keindahan dan kecantikan pelengkap hidup kita, dan membuat kita tidak menghargai kehidupan itu sendiri. Hargailah hidup Anda lebih dari pelengkap hidup Anda.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.