Budi Pekerti

Perbuatan Baik Akan Mendapat Balasan Jika Seseorang Memiliki Kesabaran

Dahulu kala di sebuah desa di Tiongkok, seorang lelaki kaya memiliki tukang muda yang bekerja di rumahnya. Tukang muda ini baik, pekerja keras, suka membantu orang lain, dan hampir tidak memiliki kebiasaan buruk. Dia mulai bekerja untuk pria kaya tersebut di usia yang sangat muda, tepat setelah orang tuanya meninggal. Dia tinggal bersama keluarga tersebut dan melakukan pekerjaan dengan baik, sehingga pria kaya sangat menyukainya.

Ketika tukang itu menjadi tua, dia merenungkan bahwa dia tidak banyak menderita dalam hidupnya, tetapi dia juga tidak berkontribusi terhadap lingkungannya. Dia memutuskan untuk menggunakan gajinya untuk membangun jembatan bagi penduduk desa yang berjuang untuk menyeberangi sungai, baik di musim panas dan musim dingin. Sulitnya menyeberang berarti bahwa penduduk desa dan kuda sering terluka. Membangun jembatan akan membuat hidup lebih mudah bagi orang-orang yang tinggal di tepi sungai.

Suatu hari, dia pergi ke orang kaya itu untuk melihat berapa banyak upah yang telah dia kumpulkan. Pria kaya itu berkata, “Untuk apa kamu menginginkan uang? Anda sekarang semakin tua, jadi saya akan menggaji pelayan untuk merawat anda sampai anda wafat. Anda tidak perlu bekerja lagi”. Si tukang berkeras: “Saya ingin menggunakan uang ini untuk membangun jembatan. Saya tidak tahu apakah uang itu cukup. Saya ingin melakukan sesuatu yang baik untuk membantu semua orang”. Orang kaya itu menghitung jumlah uang yang terhutang selama bertahun-tahun, yang sudah cukup untuk membangun jembatan.

Pada musim semi, pekerja konstruksi berkumpul untuk membangun jembatan. Lelaki kaya itu mengatakan kepada sang tukang untuk tinggal di rumah dan menunggu saja, karena dia akan mengawasi pembangunan jembatan. Suatu hari, sang tukang tidak tahan lagi dan pergi ke lokasi konstruksi untuk melihat sendiri bagaimana kondisi jembatan. Para pekerja sangat bersemangat dan termotivasi. Sayangnya, saat kunjungan, sepotong kayu menghantam sang tukang di kepala, dan ia menjadi buta sesudahnya.

Penduduk desa bingung dan tidak dapat menemukan penjelasan untuk kejadian seperti itu. Mengapa orang yang baik dihukum? Di musim panas, jembatan selesai dan diberi nama “Jembatan Perbuatan Baik”

Berita tentang selesainya jembatan akhirnya sampai ke gubernur. Pada hari pembukaan jembatan, gubernur memutuskan untuk melihatnya. Pada hari yang sama, tukang itu pergi ke jembatan. Meskipun dia tidak bisa melihatnya, dia memutuskan dia ingin menyentuhnya. Ketika dia meletakkan tangannya pada pegangan jembatan, dia tersambar petir dan meninggal. Gubernur, yang tidak mengerti mengapa sang tukang harus menderita karena perbuatan baiknya, menulis di punggung tukang yang sudah meninggal: “Lebih baik melakukan perbuatan buruk”.

Penduduk desa bahkan lebih bingung lagi bagaimana orang yang begitu baik dapat dikenakan balasan seperti itu setelah menjalani kehidupan yang baik dan membantu orang lain.

Berselang beberapa bulan kemudian, seorang pelayan datang ke gubernur dengan pesan bahwa istrinya telah melahirkan bayi laki-laki yang memiliki beberapa tanda di punggungnya. Gubernur sangat terkejut dan teringat kejadian tersebut. Tanda-tanda di punggung bayi itu sama dengan tanda-tanda yang ditulisnya pada tukang tersebut. Dia tiba-tiba menyadari bahwa melakukan perbuatan baik akan dihargai. Tidak jelas kapan itu akan terjadi. Gubernur menggunakan jari-jarinya untuk mengubah tanda di punggung putranya sehingga mereka dapat membaca: “Lebih baik melakukan perbuatan baik”.

Dia kemudian memberi tahu istrinya: “Saya percaya bahwa tukang yang baik hati itu telah bereinkarnasi sebagai putra kita dan akan menjadi pewaris kekayaan keluarga kita karena kebajikan yang terakumulasi selama kehidupan sebelumnya yang baru saja berakhir. Mulai sekarang, saya harus melakukan pekerjaan dengan serius, melakukan lebih banyak perbuatan baik, dan mengumpulkan lebih banyak kebajikan sehingga perbuatan baik saya akan dihargai oleh Surga”.

Ketika berita itu menyebar, semua penduduk desa akhirnya mengerti bahwa melakukan perbuatan baik akan dihargai. (visiontimes/bud/chr)