Budi Pekerti

Perbuatan Kecil yang Menghangatkan Hati

Memberi kehangatan (Cottonbro @Pexels)
Memberi kehangatan (Cottonbro @Pexels)

Joan Saxi dari Italia sewaktu kecil sangat miskin, pada saat berusia 9 tahun karena miskin mengundurkan diri dari sekolah, bersama dengan ibunya membuka sebuah toko alat tulis didekat sekolahnya, toko tersebut sangat kecil, oleh sebab itu keuntungan yang diterima juga sangat kecil.

Mereka berdua hanya bisa mempertahankan hidup yang sangat sederhana. Tetapi ibunya selalu menyediakan sebotol lem untuk melem amplop atau perangko yang diberikan secara gratis kepada murid-murid.

Pada saat itu, harga sebotol lem tersebut hampir menghabiskan keuntungan mereka sehari. Joan tidak mengerti kenapa ibunya berbuat demikian. Tetapi ibunya berkata, hal-hal yang kecil terkadang bisa membuat orang merasakan kehangatannya, hanya dengan kehangatan yang dapat melanjutkan bisnis dengan baik.

Tidak berapa lama kemudian, ibunya juga menyediakan rautan pinsil secara gratis digunakan oleh siswa, pada saat itu rautan pinsil baru pertama kali keluar, kebanyakan murid tidak sanggup membeli, mereka selalu datang ke toko meraut pensilnya. Dalam waktu beberapa hari rautan pensil tersebut sudah rusak, lalu ibu mengeluarkan yang baru lagi.

Toko yang dibuka oleh mereka selalu membuat orang merasa hangat dan ramah. Beberapa tahun kemudian, ketika Joan berusia 15 tahun, dia berpikir dirinya harus melakukan sesuatu yang baru. Joan lalu membuka bengkel sepeda di depan toko kecil mereka. Ini adalah usaha pertama dari Joan.

Joan menyediakan pentil sepeda gratis kepada pemilik sepeda. Di bengkel sepeda yang lain pentil ban sepeda harus dibeli, hanya di bengkel Joan dikasih secara gratis,  yang menakjubkan adalah para murid yang ingin memperbaiki sepeda dengan sukarela berjalan 1-2 km untuk memperbaiki sepeda mereka.

Setelah beberapa tahun kemudian, Joan membuka sebuah usaha kurir, perusahaan kurir yang lain, amplop surat sederhana harus dibayar oleh pelanggan, tetapi di perusahaan Joan diberikan secara gratis.

Oleh sebab itu keuntungan lebih kecil dibandingkan perusahaan kurir yang lain, tetapi Joan memenangkan hati para pelanggannya. Pelanggan yang loyal kembali dan kembali lagi, dan lewat promosi dari mulut ke mulut, bengkelnya menjadi ramai.

Ketika Joan berusia 39 tahun, dia mengambil alih sebuah perusahaan dealer mobil. Ketika dia mengambil alih perusahaan ini, dia mengumumkan kepada karyawannya mempersiapkan mental mereka, dalam ½ tahun mengalami kerugian. Joan mengumumkan, orang yang ke perusahaannya membeli mobil akan mendapatkan secara gratis pemasangan kaca film. Tidak sampai ½ tahun perusahaannya mulai mendapatkan keuntungan karena banyak pelanggannya merekomendasikan dealer mobil Joan kepada sanak saudara dan koleganya.

Joan ketika berusia 50 tahun, adalah pendiri jaringan supermarket yang paling besar di Italia. Di supermarket Joan, kantong kertas belanja diberikan secara gratis, di tempat lain harus bayar. Kantong kertas bagi sebuah supermarket adalah hal yang kecil, tetapi Joan telah memenangkan hati para pelanggannya.

“Hal-hal yang kecil, tetapi menghangatkan hati orang.” Itulah yang dilakukan Joan seumur hidupnya. Terlihat sangat sederhana, yang biasanya diabaikan orang. Tetapi di dunia ini kebanyakan orang tidak dapat melakukannya (minghui school)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI