Budi Pekerti

Perilaku Tidak Hormat Dihukum oleh Naga

Kuil Tiongkok kuno @Canva pro
Kuil Tiongkok kuno @Canva pro

Di zaman kuno, Kuil Raja Naga, di sebelah kolam Kuil Yuquan di Provinsi Henan, Tiongkok, dikatakan sebagai tempat yang memiliki khasiat magis bagi penduduk desa untuk berdoa meminta hujan.

Kuil Raja Naga

Selama akhir Dinasti Tang, Shen Wenwei, Petugas Pengadilan Kabupaten Weishi, berbagi pengalaman yang unik dan mendebarkan kepada yang lain. Suatu kali, Shen mengunjungi Kuil Yuquan. Ada sebuah kolam di sebelah Kuil Yuquan.

Kuil Raja Naga berada di sebelah utara kolam. Saat itu, pertengahan musim panas. Banyak penduduk desa datang untuk berdoa memohon hujan selama musim kemarau yang parah.

Shen juga meninjau kolam. Ketika dia membungkuk untuk memeriksanya, tiba-tiba, dia melihat sesuatu seperti bunga yang layu dan patah dengan daun yang memanjang seukuran payung di kolam.

Pada saat itu, Shen mengambil ubin yang pecah dan akan melemparkannya ke objek tersebut, tetapi seorang biksu melihat apa yang dia lakukan dan dengan tergesa menghentikannya, berteriak dengan keras: “Jangan lakukan hal seperti itu; jika Anda melakukannya, itu akan mengganggu roh angin dan guntur!” Namun, Shen mengabaikan peringatannya, tidak menyadari keseriusan situasinya.

Perilaku tidak sopan membuat jengkel ‘naga’ kuil

Seketika, kabut putih tebal mulai muncul dari bawah permukaan kolam dan dengan cepat menyebar ke kaki gunung, yang secara drastis mengaburkan jarak pandang di sekitarnya.

Kuil Yuquan terletak di atas gunung. Untuk mencapainya, seseorang harus mengikuti jalur menanjak di jalan beraspal yang berputar tujuh kali. Datangnya hujan lebat, guntur, dan kilat yang tiba-tiba membuat upaya menuruni bukit untuk meninggalkan kuil menjadi lebih berbahaya dan sulit.

Setelah mengalami kesulitan yang tak terhitung, tidak mudah bagi Shen untuk berjalan ke kaki gunung. Tapi dia menemukan tanah datar telah terendam air banjir sedalam puluhan sentimeter, dan sungai serta lembah di sekitarnya meluap dengan air yang bergelombang.

Shen melihat sekeliling dengan gelisah dan menemukan gerobak serta keledainya lemas hanyut bersama air. Bahkan tidak mudah untuk mendapatkan pijakan yang kuat dalam situasi seperti itu.  

Saat itu siang hari, namun gelap seperti senja. Ditambah dengan guntur dan kilat yang tiba-tiba, membuat Shen tiba-tiba merasa takut, dan bibirnya langsung menghitam.

Shen kemudian melarikan diri ke sebuah desa untuk mencari perlindungan. Setelah beberapa saat, langit kembali cerah, dan bencana yang mengguncang bumi menghilang. Shen, yang mampu mengatur napas, merasa kedinginan. Setelah istirahat malam, dia pulih keesokan harinya.

Setelah itu, Shen berspekulasi bahwa tindakannya mungkin menyinggung “naga” Kuil Raja Naga, dan dia hampir kehilangan nyawanya karena tindakannya yang tidak sopan. (eva/Joseph Wu/nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI