Budi Pekerti

Persahabatan Jesse Owens dan Lutz Long

Persahabatan Jesse Owens dan Lutz Long (Bettmann @Getty Images via entrepreneur)
Persahabatan Jesse Owens dan Lutz Long (Bettmann @Getty Images via entrepreneur)

Walaupun siapa yang mendapatkan medali emas olimpiade tidak ada orang yang ingat lagi, tetapi ada orang yang mewujudkan semangat olimpiade menampilkan kekuatan sportifitas, yang dipergunakan oleh generasi demi generasi untuk mewujudkan jiwa yang baik dari diri sendiri maupun generasi muda akan selalu diingat orang. Cerita yang bagus tidak karena berlalunya waktu menjadi sirna.

Pada tahun 1936, Hitler mengadakan olimpiade Berlin. Maksud dari olimpiade ini adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ras Arya paling unggul. Olimpiade ini juga menyebarkan kisah yang sangat menyentuh, hingga hari ini masih beredar. Ini adalah cerita mengenai atlet negro Amerika bernama Jesse Owen dengan atlet kulit putih Jerman Lutz Long.

Atlet kulit hitam Amerika Jesse Owen berpartisipasi pada olimpiade, dia berharap menggunakan prestasinya untuk menolak “teori ras unggul” Nazi. Hasilnya sangat gemilang, akhirnya Owen memecahkan rekor dunia dan mendapatkan sejumlah medali emas, membuat hukum rasial Hitler hancur.

Pada saat itu atlet lapangan yang paling baik adalah Owen, dia masih ingin memenangkan medali emas untuk lompat jauh, pada tahun 1935 rekor lompat jauh dia sudah mencapai hasil yang baik yaitu 8.13 meter. Dan raja lompat jauh Jerman adalah Lutz Long.

Pada babak awal, atlet Jerman Lutz Long pertama melompat sudah mendapatkan hasil yang memuaskan yaitu 8 meter. Penampilan Lutz yang sangat bagus membuat Owen menjadi gugup.

Karena beban psikologis yang berat ini, pertama kali melompat, kaki Owen beberapa sentimeter melewati garis start, dianggap tidak sah. Kedua kali ia lagi-lagi melakukan kesalahan. Jika ketiga kali masih salah maka dia akan dieliminasi, jangankan untuk menjadi juara, babak pendahuluan saja tidak berhak mengikuti. Pada saat ini, Owen semakin tegang.

Jika Owen dieliminasi, berdasarkan peraturan, Lutz pasti akan menang dan mendapat medali emas.

Pada saat ini, Lutz berjalan ke hadapan Owen sambil menepuk bahunya dan menenangkannya sambil berkata,”Sebenarnya Anda bisa melakukannya dengan mata tertutup.”

Setelah mendengar perkataan Lutz, Owen menjadi sadar, melepaskan bebannya, dan sesuai dengan saran dia melompat dengan ringan, akhirnya dia memasuki babak pendahuluan maju ke babak final. Di babak final,  Owens kembali kepada stamina asalnya, dan memenangkan pertandingan.

Dalam gemuruh tepuk tangan, yang pertama datang mengucapkan selamat kepadanya adalah Lutz Long! Ia adalah atlit Jerman, namun ia muak dengan teori NAZI yang rasis. Baginya semua manusia adalah teman, dan Owens adalah teman baiknya.

Kemudian, Owen dalam biografinya menulis, “ Jika saya melumerkan semua piala emas saya, juga tidak bisa menghasilkan emas murni seperti persahabatan Long dengan saya.”

Ini adalah kisah olimpiade yang mempunyai orang tidak bisa melupakannya, yang terjadi puluhan tahun yang lalu, sampai sekarang masih beredar, menyentuh banyak orang. Karena asalnya adalah sebuah kata “baik”. Dan kekuatan dari kebaikan ini bisa melelehkan baja.(minghui school)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI