Budi Pekerti

Petani dan Ular Beracun

Petani dan ular
Petani dan ular. @Storyblocks

Seorang petani berjalan melintasi ladangnya di suatu pagi di musim dingin. Dia melihat di tanah, ada seekor ular yang terbaring kaku kedinginan.

Ular itu adalah ular paling beracun di daerah itu, dia merasa iba dan membawanya.

Di rumah, ketika istrinya melihat suaminya membawa seekor ular paling beracun yang membeku, dia terkejut.

Dia marah dan tidak setuju kalau suaminya membawa seekor ular yang begitu beracun ke dalam rumah.

Namun suaminya menjelaskan, memintanya untuk tenang, ular ini sangat kedinginan dan hampir mati beku, dan mungkin saja racun di tubuhnya sudah tidak akan mematikan. Lagipula, bisa jadi ular itu tidak akan menggigitnya, karena pernah ditolong olehnya.

Jadi si petani mulai menaruh ular tersebut di sebuah baskom air hangat. Perlahan-lahan tubuh ular tersebut melunak, dan mulai bergerak, ternyata ular itu masih hidup.

Si petani sangat senang, ternyata ular itu belum mati, dia berpikir kalau ular itu tahu terima kasih dan tidak akan menyerangnya, jadi dia mengangkat ular tersebut.

Namun malang, tepat ketika dia menjulurkan tangan untuk memegang ular tersebut, ular beracun itu langsung mematuknya, dan karena racunnya yang sangat mematikan, seketika itu juga, si petani ambruk ke lantai.

Dalam tarikan nafas terakhirnya, si petani berkata: “Hendaknya semua orang bisa belajar dari apa yang terjadi pada saya. Jangan pernah berpikir bahwa makhluk jahat akan menjadi baik, hanya karena kita berbuat baik kepadanya. Dan jangan pernah berpikir kalau racun tidak akan meracuni, racun tetaplah racun, sampai kapanpun akan meracuni.” (moralstories/an)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI