Seorang guru bertanya kepada muridnya, Caca: “Caca, jika guru memberi satu apel, lalu satu apel lagi, dan kemudian satu apel lagi, sekarang Caca punya berapa buah apel?”
PODCAST
Caca menjawab: “Empat buah.”
Sang guru agak bingung, karena pertanyaan itu sangat mudah, dan seharusnya Caca akan menjawab tiga.
Kemudian guru berpikir bahwa mungkin Caca kurang memahami pertanyaan yang dia ajukan, jadi dia mengulangi pertanyaannya.
“Caca, dengarkan guru baik-baik ya, jika guru memberi satu apel, kemudian memberi satu apel lagi, lalu memberi satu apel lagi, sekarang Caca punya berapa buah apel?”
Namun lagi-lagi Caca menjawab: “Empat buah.”
Sang guru ingat bahwa Caca sangat suka buah jeruk, jadi dia mengganti pertanyaannya. Dia bertanya:
“Baiklah Caca, sekarang guru memberi Caca satu buah jeruk, lalu kemudian satu buah jeruk lagi, dan kemudian satu buah jeruk lagi, sekarang Caca punya berapa buah jeruk?”
Kali ini Caca menjawab: “Tiga buah jeruk.”
Sang guru tersenyum, dan merasa senang karena Caca telah menjawab pertanyaan dengan benar.
Guru kembali bertanya:
“Nah, sekarang, kalau guru memberi satu buah apel, kemudian memberi satu buah lagi, lalu kemudian memberi satu buah apel lagi. Sekarang, Caca punya berapa buah apel?”
Caca menjawab: “Emm, empat buah.”
Sang guru merasa heran, lalu kemudian bertanya lagi:
“Mengapa Caca menjawab empat, mengapa bukan tiga?”
“Karena Caca sudah punya satu apel di tas ini.” Kata Caca sambil mengeluarkan satu buah apel dari dalam tasnya.
Ketika seseorang memberi jawaban yang berbeda dari apa yang kita harapkan, belum tentu mereka salah. Mungkin mereka memiliki sudut pandang yang mungkin tidak kita pahami sama sekali.
Cukup sering, kita mencoba memaksakan perspektif kita sendiri kepada orang lain dan ketika orang tersebut tidak dapat menerima, kemudian kita bertanya-tanya, apa yang salah dengan orang tersebut.
Belajarlah untuk memahami dan menghargai pemahaman dan perspektif yang berbeda dari orang lain, karena hanya dengan mau menerima kritikan dan masukan, barulah kita bisa berkembang dan memahami hal-hal baru.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu


