Tag: penghargaan

  • 5 Kebiasaan Efektif untuk Mendapatkan Pernikahan yang Langgeng

    5 Kebiasaan Efektif untuk Mendapatkan Pernikahan yang Langgeng

    Pasangan yang memasuki ulang tahun pernikahan ke-40, ke-50, atau ke-60 termasuk yang luar biasa!

    Jadi bagaimana beberapa pasangan mencapai pernikahan yang langgeng dan bahagia?

    Pasangan yang mengikuti 5 kebiasaan ini mengalami lebih banyak kesuksesan, kebahagiaan, dan kelanggengan dalam pernikahan mereka.

    1. Selalu mendengarkan dan berkomunikasi dengan pasangan

    Salah satu sebab yang sering membuat gagalnya suatu hubungan adalah sikap mendengarkan pasangan. Menunjukkan perhatian penuh saat mendengarkan pasangan Anda ketika dia berbagi mengungkapkan betapa pentingnya perkataan dia bagi Anda, seberapa baik Anda memahami apa yang ingin dia sampaikan dan seberapa besar Anda menghargai keunikan dia dalam hubungan ini.

    Mereka yang selalu suka memaksakan pemahamannya kurang memiliki empati dan pengertian serta tidak mau mendengarkan sudut pandang orang lain. Semua ini menunjukkan kurangnya komunikasi yang baik dan keterampilan mendengarkan. Perilaku tersebut jika berlanjut dalam jangka panjang akan membuat pasangannya merasa sedih, kesal, dan diremehkan.

    Telah ditekankan bahwa pernikahan bukan sekadar sebuah pasangan yang hidup berdampingan di bawah satu atap. Kemampuan untuk membina komunikasi yang baik dan efektif di antara pasangan adalah yang paling penting. Sungguh-sungguh mau mendengarkan dan memahami kebutuhan dan keinginan satu sama lain adalah cara terbaik untuk meningkatkan pemahaman dan menyelesaikan konflik saat berkomunikasi.

    2. Tunjukkan dukungan dan penghargaan melalui pujian yang tulus

    Pasangan yang saling memuji dan memberi dukungan akan mendorong serta membangkitkan martabat lawan jenisnya.

    Suatu kali, saya dan suami saya diundang makan malam oleh seorang teman. Ternyata suaminya memasak makan malam untuk kami. Saya terkejut mengetahui betapa lezatnya makanan tersebut dan memuji suaminya karena itu. Teman saya memandang suaminya dengan penuh kekaguman dan terus memuji setiap hidangan dengan antusias. Dia bertingkah seperti penggemar yang terobsesi dengan keterampilan memasaknya.

    Akhirnya, suaminya tersenyum: “Sayang, pujianmu membuatku malu. Makanlah lebih banyak jika kamu suka hidangannya!” Dia kemudian mulai mengupas udang dan memberikannya kepada istrinya. Suami saya dan saya agak iri padanya! Suaminya tidak tahu apa-apa tentang memasak sebelum mereka menikah. Keterampilan memasak suaminya meningkat pesat dikarenakan sering diberi pujian oleh sang istri.

    Dukungan dari sang istri membuatnya menjadi pria yang lebih baik, dan dia lebih menghargai sang istri karena penghargaan dan dukungan positifnya.

    3. Selalu rendah hati dan mau meminta maaf ketika melakukan kesalahan

    Kebanyakan wanita mengharapkan pasangan mereka untuk meminta maaf setelah mereka bertengkar. Jika ini tidak terjadi, dia mungkin mempersulit pasangannya dan kemudian perlahan-lahan memaafkannya setelahnya. Dengan cara ini, dia dapat menunjukkan nilai penting dirinya dalam hubungan mereka. Namun, tidak setiap pria mau meminta maaf terlebih dahulu dalam segala situasi.

    Jika seorang wanita selalu menuntut permintaan maaf sebelum mereka berdamai, maka sang pria akan semakin terdesak. Pernikahan seharusnya tidak menjadi medan pertempuran di mana seseorang harus berjuang untuk menjadi pemenang. Sebaliknya, cobalah untuk berpikir dari sudut pandang pihak lain dan bersedia mengakui kelemahan diri dan meminta maaf jika salah.

    Ini mengindikasikan kekuatan yang sesungguhnya dan memperlihatkan pertalian kasih yang positif dan vital.

    4. Carilah kelebihan pasangan Anda dan toleransi kekurangannya

    “Tidak ada orang yang sempurna!” Sepasang suami istri menghabiskan banyak waktu bersama setiap hari, jadi ada kalanya masing-masing dihadapkan pada sudut pandang yang berbeda. Dalam kasus seperti itu, adalah bijaksana bagi masing-masing pasangan untuk mengakui kekuatan satu sama lain dan menerima kekurangan satu sama lain.

    Konflik akan muncul jika salah satu menolak untuk menerima kekurangan pihak lain dan kasih sayang akan hilang. Oleh karena itu, yang terbaik adalah bertoleransi dan berkomunikasi satu sama lain serta mencapai kemufakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

    5. Menghargai kebersamaan satu sama lain memperkuat hubungan pasangan

    Menghabiskan waktu berkualitas bersama satu sama lain sangat penting di tengah gaya hidup modern. Ini adalah elemen yang sangat diperlukan dan vital dalam setiap pernikahan.

    Pasangan yang gagal meluangkan waktu untuk menikmati kebersamaan satu sama lain berakhir dengan perceraian. Ada banyak cara agar pasangan dapat menghabiskan waktu bersama, terutama mereka yang memiliki jadwal kerja yang padat. Bersama-sama, sebagai sebuah tim dapat meluangkan waktu untuk menyiapkan makan malam, berjalan bersama sehabis makan, dan menikmati waktu mengobrol dan berbagi.

    Melihat pasangan menghabiskan waktu berkualitas bersama menampilkan panutan yang baik dan akan dihargai oleh anak-anak mereka. Ini juga pemandangan yang indah untuk disaksikan dalam sebuah pernikahan.

    Orang mengatakan bahwa waktu terbaik untuk menanam pohon adalah entah itu 10 tahun yang lalu atau sekarang di saat ini. Artinya tidak ada kata terlambat untuk berubah atau memulai sesuatu yang baru. Sama halnya dengan pernikahan.

    Sekalipun pernikahan Anda tidak semulus itu, jangan menyerah! Memelihara pernikahan ibarat memelihara tanaman di dalam pot, yang akan bertumbuh meski diterpa oleh angin.

    Pernikahan yang bahagia dan langgeng tidak dapat terwujud tanpa kepedulian dan dedikasi, yang dipraktikkan dengan sungguh-sungguh oleh setiap individu dalam hubungan pernikahan mereka. (nspirement/sia/may)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Mengapa Anda Harus Memprioritaskan Rasa Hormat Daripada Popularitas

    Mengapa Anda Harus Memprioritaskan Rasa Hormat Daripada Popularitas

    Semua orang menyukai perhatian ekstra. Namun, haruskah anda mengorbankan kehormatan diri demi perhatian itu?

    Tidak, tentu saja tidak. Untuk memahami preferensi anda, mari bandingkan rasa hormat vs popularitas secara umum.

    Perbandingan antara Rasa Hormat dan Popularitas

    Perbedaan antara popularitas dan rasa hormat adalah bahwa yang satu mementingkan penampilan luar, sedangkan yang lain mementingkan sifat-sifat unggul di dalam diri. Sayangnya, dalam masyarakat yang didominasi oleh media sosial, sangat mudah tertipu untuk berpikir bahwa orang dengan paling banyak ikon “like” yang menang.

    Akan tetapi, apakah anda akan berbisnis dengan seseorang hanya karena mereka keren? Kemungkinan besar tidak. Anda lebih cenderung untuk berbisnis dengan seseorang yang anda kagumi, dan biasanya bermuara pada apa yang nenek moyang kita sebut sebagai “nilai yang layak”.

    Menurut blog Carmen Honecker ‘The 10 Most Desirable Traits in Human Beings’, sifat atau kualitas yang paling kita hargai pada orang lain, dengan sedikit modifikasi, adalah:

    • Integritas adalah berpegang pada sistem etika berdasarkan kesopanan bersama.
    • Keberanian adalah kemampuan untuk melakukan apa yang benar bahkan ketika itu tidak nyaman atau menempatkan kita dalam situasi yang sulit.
    • Tetap tenang dan berpikir jenih dalam melewati situasi sulit.
    • Kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk secara akurat mendeteksi emosi orang atau apa yang terjadi di bawah permukaan pada keadaan tertentu.
    • Kematangan emosi adalah penerimaan emosi seseorang dan kemampuan untuk mengungkapkannya secara dewasa dan bertanggung jawab.
    • Kebaikan dan kasih sayang berjalan beriringan, orang-orang ini mendukung anda.
    • Keyakinan diri adalah kurangnya harga diri, dan perasaan harga diri yang berlebihan itu bermasalah. Kita membutuhkan penilaian yang seimbang atas keterbatasan dan bakat kita serta kemampuan untuk mengenali kesalahan sebagai peluang untuk maju.
    • Disiplin adalah kemampuan untuk mematuhi tujuan anda dan bekerja keras untuk mencapai apa yang anda yakini.
    • Kedermawanan adalah memberikan waktu dan uang kita untuk memperbaiki dunia. Lagi pula, hidup adalah tentang manusia – bagaimana kita bisa duduk diam dan tidak melakukan apa-apa ketika kita memiliki kemampuan yang dibutuhkan orang lain ?
    • Kesadaran diri mengakui bahwa tidak ada orang yang sempurna dan memiliki kerendahan hati untuk mengutamakan orang lain, terlepas dari kesuksesan anda.

    Mengapa Kita Memiliki Keinginan untuk Disukai?

    Mengapa begitu sulit mengatasi keinginan untuk disukai?

    Keinginan itu tertanam dalam diri kita semua. Itu dikodekan dalam DNA kita dan dikelola oleh otak reptil kita. Itu adalah reaksi alami. Itu semua tentang bertahan hidup pada masa itu. Anda tidak akan bertahan lama jika anda dikeluarkan dari kelompok anda. Keinginan utama anda untuk perlindungan dipenuhi dengan menjadi anggota kelompok. Untuk menjadi pemimpin yang efektif, anda harus mengatasi dorongan evolusioner anda.

    Ini adalah dasar dari “hierarki keinginan” Abraham Maslow. Anda hanya akan dapat memenuhi kebutuhan tingkat tinggi anda jika kebutuhan fisiologis dan perasaan nyaman dan aman anda terpenuhi. Itu adalah alasan utama dibalik banyak hal yang anda lakukan. Bahkan untuk menyalahkan beberapa susunan sosial yang telah kita bangun dari waktu ke waktu.

    Misalnya, beberapa perbedaan perilaku antara pria dan wanita dapat ditelusuri kembali ke realitas evolusioner ini; ini tidak berarti bahwa itu benar; itu hanya berasal dari masa lalu.

    Singkatnya, keinginan untuk disukai adalah bagian yang melekat pada diri kita sebagai manusia yang membutuhkan kerja keras untuk mengendalikannya. Anda mungkin tidak akan pernah bisa menghilangkan keinginan akan penghargaan dan penerimaan yang positif, tetapi anda dapat mengelolanya dengan cara yang mengutamakan rasa hormat diatas popularitas.

    Kesimpulan

    Daftar di atas bermuara pada menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan baik, yang ideal, tetapi tidak selalu mudah. 

    Jika anda menelusuri “cara menjadi sukses atau bahagia” secara online, anda akan melihatnya lagi. Tidak ada satu pun penyebutan menjadi tenang, kaya, atau melanggar aturan emas.

    Jadi pertahankan standar tinggi anda dan prioritaskan kebahagiaan anda sebelum yang lain. (nspirement)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Kiat Menanamkan Rasa Tanggung Jawab pada Anak

    Kiat Menanamkan Rasa Tanggung Jawab pada Anak

    Bagi sebagian orang, bertanggung jawab berarti mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan berkontribusi kepada masyarakat dan orang lain, yang mana berarti bertanggung jawab atas perilaku mereka.

    Menanamkan rasa tanggung jawab pada anak-anak Anda mungkin sulit, tetapi sangat bermanfaat. Anak mungkin menganggap proses mencapai tujuan ini sebagai hukuman, tetapi mereka akan menghargai usaha tersebut dalam jangka panjang.

    Mengajarkan anak bertanggung jawab merupakan serangkaian tugas yang dipelajari secara bertahap dan konsisten dengan menerapkan dalam rutinitas harian anak Anda sehingga membentuk kebiasaan.

    Berikut beberapa tips agar anak bertanggung jawab

    Berilah tugas rumah

    Sebagai orang tua, Anda bertanggung jawab untuk memberi tahu anak Anda bahwa mereka memiliki tugas yang harus diselesaikan tiap harinya. Anak-anak cenderung tidak fokus, yang terkadang perlu membuat reminder bagi mereka.

    Ajarkan anak agar mereka paham pentingnya menyelesaikan tugas sederhana setiap hari dan konsekuensinya jika tidak melakukannya, tetapi hindari menyalahkan anak jika tidak menyelesaikan tugas yang belum pernah diajarkan kepada mereka.

    Sebaliknya, beritahu kesalahan yang mereka perbuat dengan kasih sayang, beri tahu alasan melakukan tugas khusus tersebut.

    Tugas sederhana seperti membersihkan meja, menyapu lantai, dan membereskan mainan setelah bermain melatih anak untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar di kemudian hari.

    Berikan teladan

    Salah satu cara paling signifikan untuk mengajari anak-anak Anda bertanggung jawab adalah dengan jadilah orang tua yang bertanggung jawab. Belajar menyelesaikan tugas Anda sendiri sebelum meminta anak Anda melakukan hal yang sama. Anak-anak cenderung menyontoh dan meniru apa yang dilakukan oleh orang tua atau orang dewasa lainnya.

    Misalnya, Anda dapat berbenah setelah makan malam dan memberi tahu anak-anak Anda pentingnya membersihkan meja atau membersihkan peralatan makan setelah makan malam.

    Berikan pujian setelah anak menyelesaikan tugas

    Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga senang jika hasil pekerjaan mereka diakui. Mereka merasa bangga ketika mendapat pujian setelah menyelesaikan suatu tugas.

    Menunjukkan pada anak bahwa Anda bangga dengan tindakan mereka membuat mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, yang mana akan meningkatkan harga diri mereka.

    Pujian memicu anak untuk menyelesaikan lebih banyak tugas karena merasa dihargai.

    Terapkan pendekatan ‘Lakukan sendiri‘

    Berikan dorongan pada anak untuk menyelesaikan tugasnya sendiri. Penting bagi orang tua untuk memahami kemampuan anak dan mendorong anak untuk menyelesaikan tugas sesuai kemampuan mereka.

    Dalam prosesnya, Anda dapat berperan sebagai orang tua atau wali untuk membantu atau menunjukkan dengan tepat bagaimana sesuatu dilakukan, tetapi biarkan anak Anda menyelesaikan sendiri tugas yang diberikan.

    Tanamkan pemahaman agar anak menjadi terbiasa

    Membuat rutinitas dan mengulanginya akan menanamkan rasa tanggung jawab pada anak. Anak-anak mungkin tidak mau mengerjakan tugas, jadi terserah orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak tetap berpegang pada rutinitas yang telah ditetapkan.

    Anda bisa mulai dengan membantu anak Anda menguasai rutinitas sederhana, seperti tidur tepat waktu, bangun sendiri, dan membereskan meja setelah sarapan.

    Seiring waktu, mereka dapat menguasai tugas yang lebih kompleks.

    Pengulangan tugas yang sama membantu mereka mengingat dan menguasai rutinitas, membuatnya lebih mudah dan sederhana.

    Tetapkan batasan

    Anak perlu diberikan pembatasan agar tidak bertumbuh menjadi pribadi yang tidak bertanggung jawab.

    Pengalaman menunjukkan bahwa anak-anak yang terlalu dimanja tidak mau dimintai pertanggungjawaban atas kesalahan mereka. Mereka sering tidak tahu berterima kasih dan mungkin mengharapkan sesuatu dilakukan untuk mereka.

    Peran orang tua adalah menetapkan batasan dan memberi tahu anak-anak mereka bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas kesalahan mereka. Juga, ajari anak-anak Anda rasa terima kasih dan biarkan mereka belajar menghargai sekecil apa pun yang diberikan kepada mereka.

    Untuk menanamkan rasa tanggung jawab pada anak Anda, Anda harus menunjukkan kepada mereka bahwa cinta Anda tanpa syarat.

    Tunjukkan pada mereka cinta kasih, kesabaran, dan pengertian. Menunjukkan penghargaan pada anak akan membuat anak lebih terbuka dan bebas mengekspresikan diri. (nspirement/sia/may)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Kebaikan Hati Mendapatkan Hasil Tak Terduga

    Kebaikan Hati Mendapatkan Hasil Tak Terduga

    Ini adalah kisah klasik tentang bagaimana satu perbuatan baik mendatangkan pahala. Pada akhir Dinasti Ming, terjadi perang yang dipimpin oleh Li Zicheng.

    Selama perang, seorang pria kaya dari Shanxi bernama Yuan terpaksa membawa putra satu-satunya untuk mencari perlindungan. Tetapi putranya terpisah selama pelarian mereka yang tergesa-gesa. Yuan mencarinya kemana-mana, tapi dia tidak pernah ditemukan. Yuan sangat hancur sehingga dia kehilangan hampir semua harapan untuk hidup.

    Yuan kemudian melakukan perjalanan ke selatan, di mana dia merenungkan ajaran Tiongkok kuno bahwa seseorang membutuhkan seorang putra untuk menjaga garis keluarga. Istrinya telah meninggal saat melahirkan anak satu-satunya dan kini anaknya juga entah dimana. Akhirnya dia memutuskan untuk menikah lagi. Suatu hari, dia membeli seorang wanita muda cantik yang dia ingin jadikan istrinya. Tapi bukannya bahagia dengan kehidupan barunya, gadis itu menangis dalam diam sendirian. Yuan penasaran dan bertanya padanya:

    “Mengapa Anda begitu tidak bahagia? Bisakah Anda memberi tahu saya apa yang mengganggu pikiran Anda?

    Gadis itu meneteskan air mata saat dia menjawab:

    “Maaf, tapi aku merasa sedih ketika memikirkan masa laluku. Tahukah Anda bahwa saya telah menikah dan memiliki seorang suami yang sangat baik kepada saya, dan yang sangat saya cintai? Tapi dia sangat sakit hingga hari ini.

    “Kami tidak mampu membeli makanan lagi karena perang. Kemudian suami saya jatuh sakit. Untuk membantu dan mendukungnya, saya memutuskan untuk menjual diri saya agar dia bisa memiliki uang untuk obat dan makanan yang dia butuhkan, agar dia dapat bertahan.”

    “Tapi sekarang tidak ada seorang pun di samping tempat tidurnya meskipun dia sangat sakit. Saya merasa sangat sedih, dan tidak bisa menahan air mata saya.”

    Dia kembali menangis.

    Setelah mendengar kata-kata istri barunya, Yuan merasa kasihan padanya. Dia memutuskan untuk mengirimnya kembali ke suaminya  malam itu. Pria itu sedih berbaring di tempat tidur sendirian. Dia sangat terkejut melihat istrinya lagi sehingga matanya bersinar bahagia.

    Yuan memberi tahu pria itu:

    “Kamu beruntung memiliki istri yang begitu baik. Dia bercerita tentang Anda, dan saya merasa kasihan pada Anda berdua. Saya telah memutuskan untuk mengirimnya kembali kepada Anda sehingga Anda berdua bisa bersama.”

    “Uang yang dulu tidak perlu dikembalikan, malah saya ingin memberikan tambahan uang. Setelah sembuh dan kuat, Anda dapat membuat bisnis kecil bersama istri sehingga Anda dapat memiliki penghasilan. ”

    “Anda harus sembuh karena Anda memiliki istri yang baik. Selama kalian rajin bekerja, kalian akan menjalani kehidupan yang bahagia.”

    Kata-kata tulus ini membuat pasangan itu menangis, dan mereka berulang kali menyatakan penghargaan atas kebaikan Yuan, bersumpah akan membalas kebaikannya di masa depan. Pasangan itu bekerja sangat keras dan kemudian menjalani kehidupan yang makmur. Mereka bersyukur atas apa yang telah dilakukan Yuan untuk mereka dan ingin menemukan seorang wanita muda yang baik untuk menjadi selirnya, tetapi mereka tidak dapat menemukannya.

    Suatu kali, mereka berada di Yangzhou untuk urusan bisnis dan melihat seorang pria menjual seorang anak laki-laki di pasar sebagai budak. Mereka memutuskan untuk membeli anak itu dan ingin memberikannya kepada Yuan sebagai temannya. Ketika mereka membawa bocah itu ke Yuan, dia hampir tidak bisa mempercayai matanya.

    Tepat di hadapannya adalah putra yang hilang dalam kekacauan perang ? bocah lelaki yang telah dia cari ke mana-mana, tetapi tidak pernah bisa menemukannya. Yuan memeluk putranya erat-erat.(nspirement)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Mengolah Kebajikan dan Melepaskan Lima Sifat Buruk (Bagian 2)

    Mengolah Kebajikan dan Melepaskan Lima Sifat Buruk (Bagian 2)

    Menghindari Pencapaian Tinggi dan Pikiran Emosi yang Intens

    Sejarah Tiongkok dipenuhi dengan kisah-kisah yang mengajarkan orang-orang bahwa nama dan kekayaan hanyalah bersifat sementara, terlepas dari keberadaan seseorang.

    Oleh karena itu, seseorang tidak boleh terikat secara emosional pada keuntungan atau kerugian sesaat karena dalam jangka panjang itu tidak lebih seperti awan yang akan berlalu begitu saja.

    Namun, beberapa orang masih mengejar nama dan kekayaan untuk memuaskan keinginan mereka sendiri, dan dalam beberapa kasus, bahkan sampai kehilangan kewarasan mereka. Salah satu kejadian tersebut dijelaskan dalam Rulin Waishi atau Sejarah Cendekiawan Tidak Resmi, sebuah novel yang ditulis oleh Wu Jingzi, seorang sarjana Dinasti Qing.

    Kisah “Fan Jin Zhongju” menceritakan tentang seorang pria yang tidak lulus ujian pegawai negeri provinsi sampai usia 50-an tahun. Dia begitu kecewa dengan berita itu sehingga dia kehilangan akal. Pada akhirnya, ayah mertuanya, seorang tukang daging, harus menampar wajahnya dengan keras untuk mengembalikan kewarasannya.

    Sama seperti kegembiraan ekstrem yang menimbulkan kesedihan, persaingan dan iri hati yang berlebihan dapat merusak kesehatan seseorang juga. Wang Xizhi (303-361) adalah salah seorang kaligrafer Tiongkok yang paling berhasil dalam sejarah Tiongkok.

    Dia juga seorang politisi, seorang jenderal, dan seorang penulis selama dinasti Jin. Dia meninggal pada usia 59 tahun dan banyak orang merasa sangat menyesal atas kematiannya yang terlalu dini. Beberapa percaya bahwa kebencian yang kuat dan sifat bersaing serta iri hati terhadap Wang Shu, sesama pejabat, telah berkontribusi pada kematian dininya.

    Ada bait seperti itu dalam You Chuang Xiao Ji yang disusun oleh Chen Jiru di dinasti Ming:

    “Tetap tidak tergerak baik oleh kebaikan atau penghinaan, Saya dengan tenang menyaksikan bunga-bunga bermekaran dan jatuh di halaman; Tanpa keterikatan untuk pergi atau tinggal, Saya melayang bebas seperti awan di langit.”

    Kuplet menjadi sangat populer karena sikap hambar terhadap kehilangan dan memperoleh, nama dan status.

    “Anda adalah Pejabat yang Benar-benar Langka!”

    Selama era Kaisar Taizong dari Tang, Lu Chengqing ditunjuk oleh kaisar sebagai “penguji meritokrasi” karena integritas dan ketidakberpihakannya. Suatu ketika, ketika Lu sedang menilai pejabat, sebuah kapal gandum tenggelam di sungai dan pejabat yang bertanggung jawab dianggap bersalah karena melalaikan tugas. Jadi, Lu menulis komentar seperti itu pada pejabat itu, “Kehilangan gandum; mendapat nilai rendah dalam penilaian.”

    Yang sangat mengejutkannya, pejabat itu tidak membela diri dengan alasan dan juga tidak menunjukkan ketidakbahagiaan. Dia dengan tenang menerima komentar buruk Lu.

    Belakangan, Lu berpikir bahwa bukan sepenuhnya kesalahan pejabat itu karena kapal gandum itu tenggelam di sungai dan situasinya berada di luar kendali pejabat ini. Jadi, Lu meningkatkan penilaiannya ke tingkat “menengah bawah”. Tetap saja, pejabat itu tidak mengatakan apa-apa, bahkan tidak ada ucapan terima kasih. Dia hanya berlalu sambil tersenyum.

    Lu mengagumi ketenangan pejabat itu dalam menangani situasi dan memujinya, “Tidak tergerak sama sekali dalam menghadapi suka atau duka, Anda benar-benar pejabat yang langka!” Kemudian, Lu mengubah komentarnya untuk terakhir kalinya dan menulis, “Tetap tidak tergerak oleh kebaikan atau penghinaan. Diberikan nilai menengah ke atas dalam penilaian.”

    Mempertimbangkan Orang Lain Daripada Diri Sendiri

    Fan Zhongyan adalah seorang kanselir terkemuka pada periode Song Utara. Untuk memperkuat administrasi pemerintahan dan mencegah korupsi, ia dan beberapa pejabat lainnya membujuk Kaisar Renzong untuk melakukan perubahan yang dikenal sebagai Reformasi Qingli.

    Namun, reformasi mereka mendapat perlawanan keras dari beberapa pejabat yang khawatir bahwa perubahan ini dapat berdampak pada karir dan kepentingan mereka sendiri. Akibatnya, reformasi dihentikan dan Fan diturunkan pangkatnya dan diasingkan ke Dengzhou.

    Terlepas dari kemalangannya, Fan tetap tenang dan berpikir positif seperti biasa. Dia tenang dan bahagia, tidak terpengaruh oleh kehormatan yang biasa dia nikmati di istana dan aib yang dia alami sebagai orang buangan. Dia “minum dengan riang di angin sepoi-sepoi dan merasa gembira. Dia tidak senang dengan perolehan keuntungan duniawi atau sedih karena kemalangan pribadi.”

    Fan telah menjelaskan pemikirannya dalam artikel terkenal, “Yueyang Lou Ji” atau Renovasi Gedung Yueyang bahwa “jadilah yang pertama menanggung kesulitan untuk negara dan yang terakhir menikmati kenyamanan dan kebahagiaan.” Pemikiran ini memungkinkan dia untuk tetap tenang melalui semua kemundurannya.

    Kaisar Cheng dari Han Meninggal di Usia Muda

    Kaisar Cheng, yang memerintah dari tahun 33 hingga 7 SM, adalah kaisar ke-12 dari Dinasti Han. Suatu hari, ketika mengunjungi rumah Putri Yanga, dia bertemu Zhao Feiyan, seorang gadis penari. Terpesona oleh kecantikan dan bakatnya, kaisar membawanya kembali ke istana, memberinya gelar Jieyu, dan memanjakannya sebagai selir favoritnya.

    Suatu hari, Kaisar Cheng membawa Zhao dalam perjalanan perahu untuk jalan-jalan. Dia mengenakan gaun ungu yang terbuat dari sutra ringan dan indah, penghargaan dari Vietnam Selatan.

    Segera, dia mulai menyanyikan lagu untuk kaisar dengan judul, “Seeing Off the Phoenix,” dan juga mulai menari bersama. Gerakannya membuat kaisar terpesona dan memerintahkan pelayannya, Feng Wufang, untuk menemaninya dengan seruling.

    Ketika mereka berlayar di tengah sungai, embusan angin menerpa mereka dan Zhao hampir terhempas. Kaisar segera memerintahkan Feng untuk membantunya. Feng membuang instrumennya dan meraih kaki Zhao. Tapi yang membuat semua orang tercengang, Zhao terus menari dengan anggun seperti sebelumnya bahkan saat Feng meraih kakinya.

    Kabar mulai beredar di istana bahwa “Feiyan bisa menari di atas telapak tangan.”

    Kemudian, Kaisar Cheng juga menerima adik perempuan Zhao sebagai selir, yang dikatakan lebih manja daripada kakak perempuannya.

    Kedua saudara perempuan itu membuat masalah di istana. Mereka berbohong dengan menuduh Permaisuri Xu melakukan sihir, mengakibatkan permaisuri digulingkan, dan selir berbakat lainnya mendapat peluang. Zhao Feiyan sendiri menjadi permaisuri.

    Pada usia muda, 44 tahun, Kaisar Cheng meninggal secara mendadak tanpa meninggalkan pewaris takhta. Banyak yang percaya bahwa ini disebabkan oleh pemanjaan nafsu yang berlebihan.

    Akhir Menyedihkan bagi Raja Jie dari Xia

    Raja Jie dari Xia, atau Xia Jie, adalah penguasa ke-17 dan terakhir dari dinasti Xia. Dia dianggap sebagai seorang tirani dan penindas. Dia juga tidak bermoral, dan memanjakan diri siang dan malam dengan alkohol bersama wanita, terutama permaisurinya yang manja, Meixi. Dia benar-benar mengabaikan urusan negara dan kesejahteraan rakyat.

    Kemudian, Xia Jie dikalahkan oleh Tang dari Shang sekitar 1600 SM, mengakhiri dinasti Xia sekitar 500 tahun. Xia Jie meninggal bertahun-tahun kemudian karena sakit saat diasingkan.

    Kematian Raja Zhou dari Shang

    Seperti Xia Jie, Raja Zhou, raja terakhir Dinasti Shang, sama-sama tidak bermoral dan kejam. Dia sangat menyayangi istrinya yang jahat, Daji, dan melakukan apa saja untuk menyenangkannya, mulai dari menciptakan lagu-lagu cabul hingga merancang cara hukuman yang kejam dan tidak biasa.

    Salah satu hukuman tersebut adalah metode penyiksaan yang dikenal sebagai “membakar daging dengan besi panas,” yaitu sebuah silinder perunggu besar berlubang diisi dengan arang yang dibakar, dan ketika menjadi panas, korban dipaksa untuk memeluk silinder dengan erat yang mengakibatkan kematian yang menyakitkan dan tidak sedap dipandang. Raja Zhou dan Daji dikenal senang menyaksikan penyiksaan ini.

    Ketika pasukannya dikalahkan oleh tentara pemberontak Zhou pada 1046 SM, raja mengumpulkan semua hartanya, membakar istananya, dan membakar dirinya sampai mati.

    Zhuge Liang yang Legendaris Mengalahkan Bangau

    Sangat kontras dengan para penguasa jahat Tiongkok kuno, ada juga raja, jenderal, dan pejabat tinggi yang sangat dihormati karena memiliki karakter mulia.

    Zhuge Liang (181-234) adalah salah seorang di antaranya. Dia adalah seorang negarawan terkemuka dan ahli strategi militer yang menjabat sebagai menteri Shu Han selama periode Tiga Kerajaan (220-280).

    Zhuge Liang dikatakan memiliki kebijaksanaan tertinggi dan memiliki wawasan magis tentang peristiwa masa depan dengan mengamati perubahan astronomi. Buku-buku yang dia tulis di Maqian Ke meramalkan apa yang akan terjadi di dinasti-dinasti selanjutnya dengan akurasi yang luar biasa.

    Kehidupannya diselimuti legenda, salah satunya menceritakan saat Zhuge Liang masih muda. Sebagai seorang pemuda, ia sering pergi ke gunung untuk belajar budaya klasik Tiongkok dan seni perang dari seorang Guru lanjut usia.

    Suatu ketika, dalam perjalanan ke sana, dia bertemu dengan seorang wanita muda cantik yang mengajaknya bermain catur. Mereka minum teh bersama dan menikmati obrolan yang menyenangkan.

    Sejak itu, dia akan mengunjunginya setiap kali dia pergi ke gunung dan keduanya selalu memiliki percakapan yang menyenangkan. Sedikit demi sedikit, Zhuge Liang merasa sulit untuk fokus pada studinya.

    Gurunya berkata kepada Zhuge Liang ketika menyadari kebingungannya, “Jauh lebih mudah untuk menghancurkan pohon daripada menumbuhkannya! Anda tidak bisa mengendalikan perasaan saat melihat wanita cantik itu, tetapi yang tidak anda ketahui adalah bahwa wanita muda ini sama sekali bukan wanita muda. Bentuk aslinya sebenarnya adalah seekor bangau di surga. Dia sering datang ke dunia sekuler untuk merayu manusia”.

    Zhuge Liang merasa sangat malu dan bertanya pada Gurunya tentang bagaimana cara menjauhinya.

    Gurunya menjawab, “Sembunyikan pakaiannya saat dia mandi di danau. Ketika dia datang kepada anda dalam bentuk aslinya, pukul dia dengan tongkat anda.”

    Memang, ketika wanita muda itu tidak dapat menemukan pakaiannya, dia berubah menjadi bangau. Bangau mencoba mencabut mata Zhuge Liang dengan paruhnya tetapi Zhuge Liang menarik ekornya dan memukulnya dengan tongkatnya, seperti yang diperintahkan oleh Gurunya. Bangau itu lepas dan terbang, meninggalkan segenggam bulu yang ditarik Zhuge Liang dari ekornya.

    Tanpa ekornya, bangau itu tidak bisa lagi datang ke dunia sekuler lagi. Untuk mengingatkan dirinya tentang pelajaran yang dia pelajari, Zhuge Liang membuat kipas dari bulu burung bangau dan menggunakannya sepanjang hidupnya.

    Konfusius pernah berkata, “Ketika seseorang masih muda, vitalitasnya tidak stabil dan dia harus waspada terhadap godaan seksual.”

    Zhuge Liang mendengarkan gurunya dan bangun tepat waktu. Ketika saatnya tiba untuk menikah, ia memilih seorang istri yang berpenampilan sederhana tetapi sangat berbudi luhur.(id.minghui.org)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Katakan dengan Bunga

    Katakan dengan Bunga

    Pernahkah anda mendengar tentang bahasa yang melibatkan bunga? Ya, itulah yang dimaksud dengan floriografi.

    Telah digunakan selama beberapa dekade untuk berkomunikasi dan menyampaikan perasaan menggunakan berbagai jenis bunga.

    Di banyak tempat, orang menggunakan bunga sebagai hadiah atau untuk menyampaikan keinginan yang tulus kepada teman, kerabat dan bahkan rekan kerja.

    Namun, tahukah anda? ada bunga dan warna bunga tertentu untuk mengekspresikan emosi dan perasaan tertentu. Sebaiknya, bila anda sebagai pihak pengirim, jangan sampai salah pilih.

    Apa itu floriografi?

    Floriografi, bahasa bunga, dikembangkan sebagai bentuk komunikasi yang sopan, atau etiket yang tepat bagi seseorang untuk mengekspresikan emosi mereka dengan orang lain. Ini terutama berlaku untuk perasaan cinta, simpati, penyesalan dan penghargaan, emosi kuat yang dapat dianggap tidak nyaman untuk diucapkan dengan kata-kata

    Beberapa bentuk floriografi telah dipraktekkan dalam budaya tradisional diseluruh Eropa, Asia dan Afrika. William Shakespeare dianggap memberi makna simbolis dari bunga dalam budaya Barat, terutama di Hamlet, Pangeran Denmark. Demikian pula, di Henry VI, bangsawan Inggris memilih mawar merah atau putih untuk melambangkan kesetiaan mereka kepada Houses of Lancaster atau York.

    Selama era Victoria, beberapa kamus bunga diterbitkan untuk menjelaskan bahasa rahasia floriografi. (Gambar: dari Domain Publik)
     

    Era Victoria

    Namun, minat floriografi melonjak di Inggris pada era Victoria dan di Amerika Serikat selama abad ke-19, ketika seni melukis bunga menjadi populer. Ketertarikan era Victoria dalam bahasa bunga berakar pada Turki Utsmaniyah, khususnya istana di Konstantinopel, dan obsesi pada tulip selama paruh pertama abad ke-18.

    Penggunaan bunga di zaman Victoria sebagai sarana komunikasi rahasia berkembang seiring dengan meningkatnya minat pada ilmu tumbuh-tumbuhan (botani). Selama era Victoria, beberapa kamus bahasa bunga diterbitkan untuk menjelaskan bahasa rahasia floriografi. 

    Bahasa Bunga

    Apakah anda ingin tahu jenis bunga apa yang paling banyak digunakan dalam floriografi dan warna apa yang menyampaikan perasaan tertentu? Rinciannya tercantum dibawah ini:

    • Merah
      Bunga merah, terutama mawar merah, digunakan untuk menyampaikan cinta yang mendalam. Mawar merah hampir selalu menjadi simbol perasaan romantis. Ada berbagai warna merah, tetapi mawar merah tua dan tulip dianggap paling cocok untuk mengekspresikan cinta yang tulus kepada pria atau wanita.
    • Putih
      Bunga berwarna putih, termasuk mawar dan bunga lili, digunakan untuk menyampaikan kemurnian dan ketulusan hati. Mawar putih diberikan sebagai tanda persahabatan murni. 
    • Pink
      Bunga berwarna merah muda, digunakan untuk mengungkapkan penghargaan dan rasa terima kasih. Itu juga mencerminkan keanggunan.
    • Kuning
      Mawar kuning digunakan untuk mengekspresikan persahabatan murni. Bunga matahari digunakan untuk mengekspresikan kesetiaan dan kekaguman.
    • Anggrek
      untuk mengungkapkan belasungkawa anda kepada seorang teman yang berduka. Itu melambangkan kekuatan batin.
    • Bakung (Daffodils) Bakung mekar diakhir musim dingin dan diawal musim semi. Jadi mengirim bunga bakung masuk akal ketika anda ingin mengucapkan awal yang baru kepada seseorang dalam hidupnya.
    Bunga memiliki arti dan simbolisme yang berbeda diseluruh dunia (Kredit: @Pixabay)

    Bunga Masa Kini

    Sementara era Victoria memberi jalan kepada makna bunga “resmi” yang ditulis dalam kamus Floriografi modern, bunga memiliki makna dan simbolisme yang berbeda diseluruh dunia. Alasan universal kita memberi bunga adalah untuk berkomunikasi dan memajukan hubungan kita satu sama lain.

    Bunga digunakan dalam acara-acara seperti ulang tahun, pernikahan dan hari jadi. Bunga juga digunakan dalam pemakaman. Bunga diberikan kepada penerima dengan berbagai cara.

    Misalnya, untuk mengungkapkan perasaan hati, sekuntum bunga mawar dapat diberikan, dan ucapan selamat atas pencapaian seseorang dapat diberikan dengan sebuah karangan bunga. (nspirement)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Anak-anak dan Etiket: Saat Dunia Menjadi Lebih Impersonal, Tata Krama Menjadi Lebih Penting

    Anak-anak dan Etiket: Saat Dunia Menjadi Lebih Impersonal, Tata Krama Menjadi Lebih Penting

    Orang dewasa yang memiliki tabiat sopan santun dan menghormati orang lain adalah perkembangan dari anak-anak beruntung yang dikelilingi orang-orang dewasa yang peduli dan menjadi panutan. Teruskan kebaikan ini kepada generasi berikutnya.

    Mengajar dengan Contoh
    Bagaimana Anda mengajar anak-anak sama pentingnya dengan apa yang Anda ajarkan kepada mereka. Mengajar dengan memberi contoh adalah metode paling efektif memberikan kredibilitas pada apa yang Anda ajarkan.

    Dengan bersikap sopan dan menghormati teman dan orang asing, Anda memperkuat perilaku baik. Anak-anak belajar dengan melihat bagaimana orang dewasa memperlakukan pelayan, menjawab telepon, bereaksi terhadap pengemudi yang buruk, dan banyak lagi, yang pada akhirnya membuatnya sangat penting untuk menjadi panutan yang baik.

    Jangan Kasar
    Sementara sendawa dan kentut bisa menjadi hal yang lucu bagi anak-anak (dan banyak orang dewasa), mereka perlu memahami jika kekonyolan juga ada waktu dan tempat. Mereka boleh konyol di suatu waktu, namun tidak di waktu yang lain.

    Karena kita semua terkadang merasakan kembung, ajari mereka untuk mengatakan “permisi” ketika itu terjadi. Meminta izin untuk meninggalkan meja makan adalah etiket lain yang penting, sementara mengupil dan merapikan pakaian dalam tidak pernah pantas dilakukan di depan umum.

    Kartu Ucapan Terima Kasih
    Untuk menghindari menjadi anak yang tidak tahu terima kasih, anak-anak perlu memahami mengapa menunjukkan penghargaan dan rasa terima kasih yang tulus atas hadiah liburan, hadiah ulang tahun, dan hadiah lainnya adalah suatu hal yang penting.

    Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah meminta mereka mengirim ucapan terima kasih tulisan tangan selambat-lambatnya sehari setelah menerima hadiah. Mintalah mereka memikirkan bagaimana perasaannya seandainya setelah menghabiskan waktu dan uang untuk memberikan hadiah, hanya mendapatkan balasan email atau pesan setengah hati atau bahkan tidak ada ucapan sama sekali.

    Aturan emas
    Anak-anak yang memahami pentingnya memperlakukan orang lain sebagaimana mereka ingin diperlakukan cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang dapat menyesuaikan diri dengan baik.

    Gunakan pengalaman nyata: Jika mereka tidak diundang ke pesta ulang tahun teman sekelas, bantulah mereka belajar dari pentingnya untuk tidak bersikap picik atau kasar. Jika seorang teman merusak mainan anak Anda, tetapi segera meminta maaf dan menggantinya, itu adalah contoh yang bagus dari perilaku yang bertanggung jawab.

    Bersikap baik
    Jika “tolong” dan “terima kasih” merupakan dasar berperilaku baik, pertanyaan tulus seperti “Apa kabar?” atau semacamnya adalah kerangka kerjanya. Ajari anak-anak Anda meskipun Anda mencintai mereka sepenuhnya dan tanpa syarat, mereka bukanlah pusat alam semesta.

    Dengan menunjukkan perhatian yang tulus pada teman, keluarga, dan orang lain, mereka belajar untuk menghormati dan, dengan melakukan itu, mendapatkan rasa hormat dari orang-orang di sekitar mereka. (bill lindsey/theepochtimes/feb)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Mengelola Stres dan Kecemasan akibat Tekanan Teman Sebaya

    Mengelola Stres dan Kecemasan akibat Tekanan Teman Sebaya

    Menghadapi tekanan dari teman sebaya atau keluarga kadang-kadang bisa sangat menyulitkan.

    Menjadi diri sendiri bisa jadi sangat sulit saat orang lain ikut mengatur dalam masalah Anda. Berikut ini delapan tip cara mengelola stres dan kecemasan menghadapi tekanan teman sebaya.

    1. Mengetahui di mana posisi Anda dalam masalah tertentu

    Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda bersedia melakukan sesuatu yang teman Anda ingin Anda lakukan.

    Pikirkan tentang hal itu dan tentukan sendiri di mana posisi Anda pada hal-hal tertentu. Setelah Anda memutuskan apa yang akan Anda lakukan, jangan berubah pikiran jika teman Anda mulai menggertak atau merundung Anda.

    2. Komunikasikan keputusan Anda pada teman-teman Anda

    Jelaskan kepada teman-teman Anda apa yang akan Anda lakukan. Beri mereka alasan mengapa Anda merasa seperti ini. Dengan lapang dada, bersedia menjawab pertanyaan apa pun yang dapat membantu teman Anda memahami situasi Anda.

    Jika teman Anda mengatur masalah Anda secara terus menerus, maka mungkin jalan yang terbaik adalah mencari teman lain.

    3. Tetap teguh dalam keputusan Anda dan tunjukkan kepercayaan diri

    Beberapa orang akan terus memperdebatkan masalah Anda, maka di sinilah Anda perlu menunjukkan bahwa Anda serius.

    Jangan menyerah pada argumen mereka. Lakukan apa yang menurut Anda benar dan tetap teguh dengan keputusan Anda. Mungkin hal ini sulit, namun ingatkan mereka bahwa Anda tidak merasa nyaman dalam melakukan hal-hal tertentu.

    4. Berteman dengan orang-orang yang menghormati Anda

    Jika teman Anda benar-benar menyukai Anda, mereka akan menghormati Anda. Tak seorang pun ingin bersama seseorang yang menarik mereka ke dalam masalah. Anda selalu memiliki pilihan untuk menghabiskan waktu Anda dengan orang-orang yang Anda sukai.

    5. Lakukan yang terbaik untuk Anda

    Anda harus menghadapi apa saja yang akan terjadi jika teman Anda menekan Anda untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat Anda mendapat masalah.

    Jika terjadi kesalahan, teman Anda tidak akan menanggung kesalahan untuk Anda. Pikirkan tentang konsekuensi yang akan Anda hadapi sebelum memutuskan bagaimana Anda mengambil keputusan karena tekanan teman sebaya.

    6. Tinggalkan

    Anda memiliki pilihan untuk menjauh dari teman-teman yang mencoba membuat Anda melakukan sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan.

    Lebih baik tinggalkan saja teman-teman Anda jika mereka membuat Anda merasa cemas dan stres. Yang harus Anda lakukan adalah memberi tahu teman Anda bahwa Anda membutuhkan ruang untuk diri sendiri dan kemudian tinggalkan.

    7. Bertanya pada sekitar

    Penting untuk mempertimbangkan sudut pandang lain selain sudut pandang Anda sendiri. Tanyakan kepada orang-orang yang Anda percaya tentang apa yang menurut mereka harus Anda lakukan. Orang-orang dekat Anda tahu siapa Anda, dan mereka dapat memberi Anda wawasan tambahan yang mungkin terlewatkan.

    8. Belajar dari kesalahan Anda

    Jika Anda melakukan kesalahan maka langkah selanjutnya adalah belajar dari kesalahan Anda dan tidak mengulanginya lagi.

    Jangan terpaku pada kenyataan bahwa Anda membuat keputusan yang salah. Kuncinya adalah belajar dari pengalaman Anda dan terus melangkah maju.
    Kisah ini awalnya diterbitkan di situs web Managing Fear.

    Stan Popovich adalah lulusan Penn State dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dalam menangani ketakutan dan kecemasan. Dia adalah kontributor pemenang penghargaan untuk topik ketakutan, kecemasan, dan depresi. Stan memberi Anda banyak ide dan pilihan berbeda tentang cara mengatasi perjuangan kesehatan mental Anda. (theepochtimes)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Membangkitkan Kecintaan Anak pada Memasak – Panduan untuk Segala Usia

    Membangkitkan Kecintaan Anak pada Memasak – Panduan untuk Segala Usia

    Aktivitas memasak bersama anak-anak sangat menyenangkan! Maka, libatkan mereka di dapur dan masaklah sesuatu yang lezat. Makanan sederhana yang hanya memerlukan bahan sedikit, mudah dibuat, dan dapat disiapkan serta disajikan dalam waktu sekejap.

    Anak-anak dapat berpartisipasi dalam kegiatan memasak sejak usia yang sangat muda, dan mempelajari keterampilan hidup yang berharga, menghargai makanan mereka, dan kebiasaan makan yang sehat.

    Memasak bersama Batita (Bawah tiga tahun)

    Bermain masak-masakan pada usia ini adalah harta yang berharga. Panci kecil, wajan kecil, mangkuk dan peralatan makan jika dilakukan dengan cara bermain yang tepat akan memberi mereka hiburan selama berjam-jam. Di tahap ini, mereka dapat melatih keterampilan memasak yang Anda ajarkan tanpa memerlukan pengawasan.

    Di dapur, siapkan tempat kerja untuk si kecil: area terpisah namun di dekat Anda yang membuat  batita Anda tetap aman dari kemungkinan terkena benda berbahaya seperti ketel, kabel, gagang panci, kompor, benda tajam, dll. Kumpulkan beberapa peralatan dapur yang ramah anak di meja kecil, atau di rak dengan bangku pijakan (step stool) yang aman agar mereka bisa menjangkaunya.

    Anak-anak suka bermain air. Ini bahkan dapat membuat proses persiapan mencuci menjadi bagian yang menyenangkan dari pengalaman tersebut. Berilah batita Anda semangkuk sayuran untuk dicuci, dan minta dia untuk mengidentifikasi sayuran tersebut sambil dia melakukannya.

    Biarkan mereka menjadi bagian dari proses. Seorang anak akan merasa berharga dan diperlukan jika Anda membiarkannya mencari bahan makanan di lemari atau kulkas. Beri dia perasan lemon dari plastik dan biarkan dia melakukan yang terbaik. Untuk membangun kepercayaan diri, berikan dia pilihan dan biarkan dia membuat beberapa keputusan sendiri.

    Mengocok dan menumbuk adalah kegiatan sederhana yang bahkan dapat dilakukan oleh anak kecil. Untuk roti pisang atau muffin, instruksikan anak Anda untuk melumatkan pisang dengan garpu. Untuk kentang tumbuk, biarkan kentang rebus agak mendingin, lalu minta anak Anda menumbuknya. Beri dia sendok kayu, spatula atau pengocok, dan biarkan mereka mengocok, menggulung, atau meratakan adonan.

    Membantu anak Anda memahami dari mana makanan berasal akan menabur benih rasa penghargaan. Jika Anda tidak memiliki area untuk membuat kebun kecil di halaman belakang rumah, cobalah mengunjungi perkebunan setempat sehingga mereka dapat mengamati proses pertumbuhan tanaman. Bahkan hanya dengan menumbuhkan biji-bijian atau kacang-kacangan dari bahan dapur adalah keajaiban kecil yang akan mereka hargai.

    Memasak bersama Balita (Bawah lima tahun)

    Anak-anak di usia ini umumnya ingin lebih terlibat dalam segala hal yang Anda lakukan sebagai orang dewasa. Karena ketangkasan mereka meningkat, Anda dapat memberi mereka tugas yang lebih menantang.

    Dalam hal memotong makanan, pastikan mereka menggunakan pisau khusus — pisau yang aman untuk anak-anak dan sepadan dengan harganya yang lebih mahal. Pilih bahan yang lunak untuk dipotong, seperti sayuran matang yang telah didinginkan, atau buah-buahan yang tidak terlalu keras.

    Roti dan muffin sangat ideal untuk para chef muda – dan proses pengayakannya pun menyenangkan! Agar tidak berantakan, tempatkan ayakan di atas mangkuk dan ketuk-ketuk bagian sampingnya, alih-alih menggoyangnya. Biarkan mereka menggunakan rolling pin untuk menggiling adonan kue dan carilah beberapa cetakan kue dari plastik yang berbentuk lucu.

    Anak kecil menyukai hal-hal yang mungil. Resep porsi satu orang selalu menjadi sesuatu yang sangat disukai oleh balita: loyang roti mini atau pita mini untuk pizza ukuran kecil merupakan hal yang sempurna. Biarkan mereka membuat pizza sendiri dengan topping pilihannya.

    Jika balita Anda suka pilih-pilih makanan, setiap kali masukkan bahan makanan baru dalam kegiatan memasak Anda. Mereka akan mau mencoba apa yang telah mereka bantu buat, jadi masukkan banyak bahan-bahan yang menyehatkan.

    Mintalah bantuan balita Anda. Anak kecil mampu menyapu, meletakkan barang di lemari bawah, mendaur ulang, dan tugas rumah tangga lainnya. Ajarkan pada mereka cara mengatur meja dengan benar, dan dorong mereka menghargai tradisi makan bersama keluarga. Anda mungkin terkejut betapa senangnya seorang anak kecil membantu orang tuanya.

    Memasak bersama anak usia lima tahun ke atas

    Anak usia lima tahun dapat membuat sarapan sederhana untuk diri mereka sendiri seperti sereal gandum utuh dan susu atau buah beri di atas yogurt.

    Luangkan waktu bersama anak Anda melihat-lihat resep, dan minta mereka untuk menuliskan daftar belanjaan. Anak Anda kemungkinan besar dapat membaca seluruh resep, jadi doronglah dia untuk melakukannya.

    Anak usia lima tahun ke atas mampu melakukan aktivitas yang lebih kompleks. Mereka dapat menggunakan gunting, misalnya, untuk memotong sayur di kebun. Parutan mulai dapat digunakan, tentu saja dengan peringatan agar berhati-hati saat menggunakannya untuk menghindari jari terluka karena parutan. Mengolesi loyang dengan mentega menggunakan tangan kosong itu mudah dan menyenangkan. Jika mereka bisa melakukan semua ini, Anda mungkin bisa membiarkan mereka mencoba sesuatu yang lebih sulit, seperti memotong mentega dan mencampurkan ke dalam tepung, tetapi ingatlah agar tetap bersabar. Semakin Anda membiarkan mereka melakukannya, mereka akan semakin bangga dengan pencapaian mereka!

    Bagaimana dengan melibatkan anak Anda dalam membuat persiapan membuat rebusan? Dampingi mereka saat menggunakan pisau yang aman, dan bantu mereka memotong sayuran mentah serta memasukkannya ke dalam panci besar. Ajarkan pada mereka bagaimana mencicipi dan memasukkan bumbu saat mendidih. Ini akan membuat mereka merasa seperti layaknya chef yang sesungguhnya.

    Setelah usia delapan tahun, anak-anak dapat mulai berpartisipasi dalam kegiatan yang lebih kompleks. Dengan tetap mewaspadai api, bahan-bahan dapat diaduk di atas kompor. Karena banyaknya kemungkinan yang membahayakan saat di dapur, maka diperlukan pengawasan yang terus-menerus. Sekarang mereka dapat membuka kaleng, menggunakan alat pengupas, pengocok telur, dan mixer genggam.

    Doronglah anak Anda untuk menyusun menu makanan dan membuat hidangan dari awal hingga akhir, secara mandiri.

    Praremaja dan remaja

    Kelompok usia ini lebih terkoordinasi dan sudah dapat mengoperasikan peralatan tanpa bantuan. Tekankan pentingnya mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan. Kemampuan untuk mengukur, membawa, atau menuangkan tanpa menumpahkan, membuka wadah dan bungkus, dan menimbang bahan akan membuatnya cukup efisien di dapur.

    Remaja dapat membuat berbagai makanan dengan mengikuti resep yang ada. Berikan panduan nutrisi dan biarkan mereka mengemas makan siang mereka sendiri. Salad buah dan smoothie adalah jenis menu yang sesuai dengan kemampuannya. Saat mereka memperoleh pengetahuan tentang berbagai kelompok makanan, nutrisi, dan bahan apa saja yang masuk dalam kategori makanan seimbang, mereka akan menjadi lebih kompeten di dapur, suatu keunggulan yang akan berguna bagi mereka sepanjang hidup mereka.

    Kata makan dalam bahasa Tionghoa terdiri dari dua karakter: chi fan (吃飯), atau makan nasi. Kata minum obat adalah chi yao (吃藥), atau makan obat. Tradisi kuliner Tiongkok kuno menghasilkan makanan yang lezat dan menyembuhkan. Mengajar anak-anak cara memasak dengan baik membekali mereka dengan keterampilan penting yang memungkinkan mereka bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri. Ada yang mengatakan “makanan adalah obat”. Dalam hal ini, keterampilan memasak yang mereka pelajari bersama Anda akan memberi mereka kemampuan untuk menjaga kesehatan bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka di masa depan. (simonejonker/visiontimes/sia/feb)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • PODCAST Nilai dari Sebuah Ketulusan

    PODCAST Nilai dari Sebuah Ketulusan

    Suatu kali selama liburan, seorang murid di asrama sekolah, meminta ijin untuk pulang ke desanya.

    Di dalam perjalanan, dia menemukan sebuah sumur yang airnya sangat jernih, kebetulan saat itu dia juga kehausan, jadi dia meminum air dari sumur tersebut.

    Ternyata airnya sangat menyegarkan dan terasa manis.

    Dia langsung teringat pada gurunya di asrama, dan bermaksud ingin membawakan air sumur itu untuk gurunya.

    PODCAST

    Jadi dia mengeluarkan sebuah kantong kulit, dan mengisinya dengan air sumur tersebut.

    Dia kemudian berjalan kembali ke asrama sekolahnya.

    Sampai di asrama, dia menceritakan semuanya kepada gurunya di sana, lalu kemudian menawarkan kantong kulit berisi air segar itu pada gurunya.

    Sang guru meminumnya, tersenyum, lalu berkata: 

    “Luar biasa, sungguh air ini terasa manis dan menyegarkan. Setelah meminumnya, saya merasa segar kembali.”

    Sang murid merasa senang mendengar pujian gurunya. Lalu dia kembali meminta ijin untuk pulang ke desanya.

    Setelah murid itu pergi, seorang murid lain di asrama yang mendengar percakapan mereka, datang menghampiri sang guru, dan menyatakan keinginannya untuk meminum air yang menyegarkan tersebut.

    Sang guru kemudian memberikan kantong kulit itu kepadanya.

    Segera setelah hanya sedikit meminumnya, murid itu berkata pada gurunya: 

    “Guru, air ini sangat pahit, dan tidak menyegarkan sama sekali. Mengapa tadi guru memuji dia untuk air ini?”

    Sang guru menjawab: 

    “Nak, tidak penting apakah air ini manis dan menyegarkan atau tidak. Yang terpenting adalah perasaan dan ketulusan hati dari orang yang memberinya. Saat dia meminum air itu, dan merasakan kalau airnya manis dan menyegarkan, dia langsung teringat pada guru, dan ingin membagikan kesegaran air itu kepada guru. Perasaan dan ketulusan hatinyalah yang penting. Sama sepertimu, guru juga tahu air itu rasanya pahit, tapi mungkin saja perubahan air itu karena dia menaruhnya di sebuah kantong kulit. Dan karena jarak dari sumur itu ke tempat ini cukup jauh, mungkin saja rasa airnya berubah di tengah jalan. Tadi itu, guru bukan memuji air yang diberikan, tadi guru berterima kasih dan memuji ketulusan yang dia berikan untuk gurunya.” 

    Dalam memberikan suatu benda kepada orang lain, ketulusan dan keikhlasan, adalah lebih penting dari benda itu sendiri.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Saksikan video kami:

    Youtube ☛ www.youtube.com/ntdkehidupan
    Dailymotion ☛ www.dailymotion.com/ntdkehidupan
    Facebook ☛ https://web.facebook.com/ntdkehidupan​
    Terhubung dengan kami di Twitter ☛ twitter.com/indonesia_ntd
    Youmaker ☛ https://www.youmaker.com/c/ntdkehidupan

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

    VIDEO REKOMENDASI