Budi Pekerti

PODCAST Anak yang Lupa untuk Berbakti

Ada seorang pria berusia 30 tahun yang tinggal berdua bersama Ayahnya yang sudah tua dan harus menggunakan kursi roda.

PODCAST

Pria ini sebenarnya cukup sukses, namun ia tahu Ayahnya masih menyimpan harta kekayaan yang cukup banyak. Dengan pikiran yang tamak, ia berpikir untuk memasukkan Ayahnya ke panti jompo, lalu membujuk Ayahnya untuk membiarkannya mengatur keuangan mereka.

Di kota itu, hanya ada satu panti sosial yang menjadi panti jompo sekaligus panti asuhan. Pria ini kemudian membawa Ayahnya kesana.

Ketika tiba, mereka disambut oleh kepala panti, yang adalah seorang pria lawas seumur Ayahnya. Anehnya, pria tua kepala panti itu terlihat sudah mengenal Ayah si pria, mereka bahkan berpelukan dan saling menanyakan kabar masing-masing dengan bersemangat.

Dengan heran, pria ini bertanya pada si Kakek kepala panti:
“Maaf Pak, memangnya, Anda kenal dengan Ayah saya?”

Kepala panti pun menjawab:
“Oh, tentu saja, saya kenal dengan pria baik ini. Dia datang ke sini 30 tahun yang lalu dan mengadopsi seorang bayi lelaki yatim piatu yang sangat sakit, yang telah ditolak oleh semua orang. Dia menyelamatkan hidup anak itu, dan berkata bahwa anak tersebut pantas untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup, lalu dia berkata kalau dia akan mendedikasikan hidupnya, untuk mendidik anak tersebut, menjadi seorang anak yang sukses.”

Setelah mendengarnya, pria itu merasa sadar akan ketamakannya dan niat buruknya. Ia menangis, lalu berlutut di hadapan Ayahnya dan berkata:
“Ayah, maafkan saya, saya telah bersalah, saya telah memiliki niat buruk, dengan mengeluarkan Ayah dari rumah dan mengirim Ayah ke panti jompo.”

Ayahnya hanya tersenyum lalu tertawa terkekeh:
“Hahahaha….Tidak apa-apa Nak. Sudah sejak lama, Ayah memang kepikiran sama panti ini, tempat kamu dilahirkan! Ayah sudah membuat rencana untuk menyumbangkan seluruh harta kekayaan Ayah ke panti ini. Kebetulan lah, kamu mengirim Ayah kesini untuk menghabiskan masa tua Ayah! Biarlah Ayah tinggal disini. Kamu kan sudah mandiri dan sudah bisa mencari uang sendiri, Ayah harap kamu bisa menopang dirimu dan keluargamu sendiri di masa depan!”

Di puncak kesuksesan Anda, jangan pernah melupakan dari mana Anda berasal, jangan lupakan mereka yang telah membantu Anda sampai ke puncak. Mereka yang lupa untuk berbakti dan kehilangan pijakan moral, cepat atau lambat, akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu