Budi Pekerti

PODCAST Ancaman untuk Semua

Di sebuah tanah pertanian, ada seekor tikus sedang mengintip seorang petani dan istrinya di dalam rumah mereka, sedang membuka sebuah bungkusan.

PODCAST

Si tikus terkejut, mengetahui bahwa bungkusan itu berisi sebuah jebakan tikus.
Dengan tergesa- gesa, sang tikus kembali ke tanah pertanian itu untuk memberikan peringatan.

Pertama, dia menghampiri temannya si ayam dan berkata:
“Hai ayam, saya ada kabar penting, ada perangkap tikus di dalam rumah sang petani! Kita semua harus berjaga-jaga, jangan sampai ada satupun yang masuk ke dalam rumah si petani!”

Si ayam dengan sombong berkata:
“Hai tikus, saya tahu jebakan itu sangat membuatmu khawatir, tapi itu bukan masalah bagi saya, jadi, saya tidak perlu ambil pusing!”

Si tikus kemudian mendekati si sapi, dan berkata kepadanya:
“Sapi temanku, ada perangkap tikus di dalam rumah! Kita semua harus berjaga-jaga, jangan sampai ada satupun yang masuk ke dalam rumah!”

Sapi itu lalu berkata:
“Wah, tikus. Saya ikut bersedih untukmu, tapi jebakan itu tentu tidak akan menyakitkan bagi saya.”

Jadi, si tikus itu kembali ke rumah si petani, dengan kepala menunduk dan sedih, dia berusaha menjaga agar tidak ada hewan yang terjebak di jebakan tersebut, sendirian.

Saat malam hari tiba, akhirnya si tikus tertidur. Di saat seisi penghuni rumah juga sedang tertidur, tiba-tiba ada suara berisik dari dalam rumah, seperti suara jebakan tikus yang menangkap mangsanya.

Istri petani itu bergegas melihat apa yang tertangkap. Dalam kegelapan, dia tidak melihat itu adalah ular berbisa yang ekornya telah terjebak. Ular itu menggigit istri petani, dan diapun pingsan.

Si petani kemudian membawanya ke rumah sakit dan dia kembali ke rumah dalam keadaan demam.
Si petani mengetahui bahwa cara untuk mengobati demam adalah dengan makan sup ayam segar, jadi si petani menangkap ayam di peternakannya, kemudian memotong dan memasaknya menjadi sup ayam untuk istrinya tersebut.

Namun malang, kondisi istrinya tidak juga membaik, dan akhirnya dia meninggal.

Kemudian, ada begitu banyak orang yang datang ke rumahnya, jadi petani itu memutuskan untuk menyembelih sapinya, untuk menyediakan daging yang cukup untuk menjamu mereka semua.

Si tikus yang melihat semua kejadian yang dialami kedua sahabatnya itu pun merasa kehilangan, dia hanya bisa merenung dan bersedih.

Jika Anda mendengar berita tentang seseorang yang sedang menghadapi sebuah masalah, janganlah berpikir itu bukan urusan Anda. Ingatlah, ketika salah satu dari kelompok kita terancam, kita semua juga akan menghadapi risiko.

Sebagai satu kelompok, kita harus saling membantu satu sama lain, karena masing-masing dari kita adalah seutas benang penting, yang membentuk satu lembaran kain yang utuh.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu