Budi Pekerti

PODCAST Baik atau Buruk, Siapa yang Tahu?

Ada seorang raja yang suka berburu ke hutan. Setiap kali, dia akan berburu sambil ditemani oleh penasehatnya.

PODCAST

Suatu hari ketika sedang berburu, jarinya terluka, jadi dia kembali ke istana untuk merawat lukanya.

Kemudian dia bertanya pada penasehatnya:

“Penasehat, jari saya terluka, ini pertanda baik atau buruk?”

Penasehatnya menjawab: 

“Baik atau buruk, siapa yang tahu?”

Raja merasa bingung atas jawaban itu, namun dia tidak bertanya lagi.

Beberapa hari kemudian, luka di jarinya semakin parah, dan jarinya terpaksa harus diamputasi.

Raja bertanya pada penasehatnya:

“Penasehat, bagaimana ini, saya kehilangan jari saya, apakah ini pertanda baik atau buruk?”

Penasehatnya kembali menjawab: 

“Baik atau buruk siapa yang tahu?”

Raja menjadi kesal, dan menjebloskan penasehat itu ke penjara.

Raja berkata:

“Saya tahu, hilangnya jari saya adalah pertanda buruk untukmu, kini kamu berada di penjara.”

Namun lagi-lagi si penasehat berkata: 

“Baik atau buruk, siapa yang tahu?”

Raja berkata lagi: 

“Apakah topi kerajaan yang biasa kamu kenakan itu terlalu berat? Sepertinya ada masalah dengan kepalamu? Sudahlah, nikmati saja waktumu di penjara!”

Dan rajapun pergi.

Keesokan harinya raja kembali berburu ke hutan, Dan kali ini dia berburu sendirian.

Malang, di dalam hutan dia ditangkap oleh sekelompok orang dari suku pedalaman.

Ternyata hari itu adalah hari perayaan besar bagi suku tersebut, dan mereka akan melakukan persembahan nyawa.

Mereka mengikat sang raja di sebuah pohon.

Tepat ketika raja akan dikorbankan, tiba-tiba kepala suku berteriak:

“Hei,, hentikan! Orang ini tidak sempurna, jarinya hanya sembilan, kita tidak bisa mengorbankannya.”

Dan kemudian, raja dilepaskan.

Setelah tiba di kerajaan, raja menemui penasehatnya di penjara dan meminta maaf karena telah memenjarakannya. 

Raja menceritakan semua kejadian yang dia alami, dan bersyukur telah kehilangan satu jarinya, karena hal itulah yang telah menyelamatkan nyawanya.

Raja berkata: 

“Maafkan saya penasehat, dengan memenjarakanmu, saya telah membuatmu mengalami hal buruk.”

Namun lagi-lagi si penasehat menjawab: 

“Baik atau buruk, siapa yang tahu? Jika saya tidak dipenjarakan, pasti saya akan ikut raja berburu.”

Lalu sambil tersenyum, ia mengangkat kedua tangannya, dan menunjukkan bahwa dia memiliki 10 jari yang lengkap.

Jangan mengeluh ketika mengalami hal yang tidak menyenangkan, jangan terlena ketika mengalami hal menyenangkan, karena baik atau buruk, siapa yang tahu?

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu