Budi Pekerti

PODCAST Dokter Sejati

Seorang dokter yang mendapat panggilan telepon, terburu- buru mendatangi rumah sakit untuk sebuah operasi darurat. Ia pun segera menuju ke ruang unit bedah.

PODCAST

Disana ia bertemu dengan ayah pasien yang sedang mondar mandir di lorong rumah sakit, menunggu kedatangannya.

Ayah pasien itu langsung berteriak:

“Hei…mengapa kamu lama sekali baru tiba?

Tahukah kamu, nyawa putraku sedang dalam bahaya? Apakah kamu tidak memiliki rasa tanggung jawab sebagai seorang dokter?”

Sang dokter hanya tersenyum, lalu berkata:

“Maafkan saya Pak, saya sedang berada di tempat lain, tapi saya datang sesegera mungkin begitu mendapatkan telepon. Dan kini, saya harap Bapak tenang dulu, agar saya dapat bekerja.”

Ayah pasien marah dan lalu berkata:

“Tenang? Bagaimana bisa kamu meminta saya tenang? Jika saat ini putramu sedang sekarat apa yang akan kamu lakukan?”

 Sambil tersenyum, sang dokter menjawab:

“Saya akan berdoa dan memohon kepada Tuhan untuk melindungi putra saya. Dokter tidak dapat memperpanjang hidup seseorang. Maka berdoalah untuk kesembuhan putra Bapak, dan kami akan melakukan segala upaya yang terbaik dengan rahmat Tuhan.”

 Ayah pasien yang masih marah lalu berkata lagi:

“Mudah untuk memberi nasihat, jika itu tidak berkaitan dengan hidup keluarga Anda.”

Setelah itu, sang dokter pun pamit dan bergegas menuju ke ruang unit bedah dan meninggalkan Ayah pasien yang masih marah tersebut.

Operasi itu pun berlangsung dan memakan waktu berjam-jam, hingga sang Ayah semakin cemas menunggu di ruang tunggu rumah sakit.

Akhirnya, operasi pun selesai dan sang dokter langsung menemui Ayah pasien. Ia berkata dengan gembira:

“Syukurlah Bapak…! Operasinya berhasil. Putra Anda akan selamat! Jika Anda ada pertanyaan, tolong tanyakan pada perawat ini!”

Sebelum sang Ayah sempat menanyakan apapun, dokter sudah terburu-buru pergi. Ayah pasien yang masih emosi berkata pada si perawat:

“Mengapa ia begitu sombong? Tidak bisakah ia menunggu sebentar, setelah aku menanyakan keadaan putraku?”

Dengan suara lembut, perawat berkata padanya:

“Maafkan dokter, Bapak! Sebenarnya ia tidak berniat demikian. Putranya meninggal dunia kemarin akibat kecelakaan lalu lintas. Saat kami memanggilnya datang untuk operasi putramu, sebenarnya ia sedang berada di pemakaman putranya, dan sekarang ia harus bergegas pergi untuk menyelesaikannya.”

Jangan pernah menilai dan menghakimi seseorang bila Anda tidak tahu seperti apa masalah sebenarnya yang sedang dihadapi orang tersebut. Belajarlah untuk selalu bersikap baik dan ramah pada siapa saja, karena ada kalanya, satu perbuatan baik yang kita lakukan akan dapat membuat perbedaan besar bagi orang lain.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu