Nina dan Sally adalah dua orang sahabat yang tengah berjalan jalan di areal pertokoan, Ketika mereka asik melihat lihat di sebuah toko pakaian, Sally secara tidak sengaja menginjak sesuatu dan ternyata itu adalah sebuah dompet.
PODCAST
Segera Sally mengambil dompet tersebut seolah itu miliknya, dan langsung memasukkannya ke dalam tasnya. Nina yang melihat kejadian ini menjadi kaget. Ia berbisik pada temannya itu.
”Sally, apakah itu dompetmu? Itu kan bukan milikmu. Baiknya segera kita kembalikan pada pemiliknya!”
”Ini punyaku kok Nina… tadi terjatuh.”
Sally kemudian mengambil dompet tersebut dari dalam tasnya, dan membuka isinya. Dompet itu berisi uang lembaran seratus ribuan yang jumlahnya cukup banyak bagi seorang anak remaja. Sally kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet tersebut lalu memasukkan ke dalam saku Nina.
”Ini untukmu. Kamu boleh membeli apa saja dengan uang ini.”
Nina yang merasa sangat yakin bahwa dompet dan uang itu bukan milik sahabatnya, merasa bingung. Akhirnya dengan berat hati, ia menolak uang yang diberikan Sally itu, dan berkata:
”Sally, ini tidak benar, ayo kembalikan, kita berikan saja pada satpam di sana.”
Tapi Sally menolak.
”Nina, ini adalah dompetku. Aku tidak mencurinya. Masa sih kamu tidak percaya? Kamu sahabatku atau bukan? Jika kamu sahabatku kamu harus percaya padaku. Kalau kamu tidak percaya padaku, mungkin persahabatan kita putus saja.”
Sally pun pergi meninggalkan Nina. Dengan rasa khawatir, Nina diam-diam membuntuti Sally dari belakang. Sally sekarang pergi ke sebuah counter HP, dan bahkan sudah terlihat bersemangat memilih-milih HP yang ingin dibelinya.
Hati Nina gelisah, kawatir sahabatnya melakukan kesalahan yang lebih besar. Kemudian terbersitlah sebuah ide di kepala Nina. Ia segera menghampiri dan menarik Sally ke luar counter HP tersebut dan berkata,
”Sally, aduh, ternyata orang di toko pakaian tadi tahu bahwa kita yang mengambil dompetnya, sepertinya dia sudah melapor polisi…”
Sally terlihat kaget. Matanya terlihat ketakutan. Ia buru-buru menyerahkan dompet tersebut pada Nina, dan tiba-tiba berlari pulang tanpa pamit.
Nina yang menerima dompet tersebut, tanpa ragu kembali ke toko pakaian yang dikunjunginya bersama Sally tadi, lalu memberitahu pemilik toko pakaian perihal dompet yang jatuh di tokonya tersebut. Ternyata, dompet tersebut adalah kepunyaan si pemilik toko. Ia berulang kali berterima kasih pada Nina, dan bahkan menghadiahi Nina dua potong pakaian yang sangat cantik.
Nina teringat akan Sally sahabatnya. Bagaimanapun, Sally-lah yang menemukan dompet tersebut. Nina berniat menyerahkan baju-baju yang diterimanya kepada Sally. Ia pun mengunjungi sahabatnya tersebut.
Sesampainya di rumah Sally, ternyata Sally tidak mau ditemui. Ia berpura-pura sakit dan menitip pesan pada mamanya bahwa ia sedang tidak enak badan, jadi tidak ingin diganggu. Kemudian Nina menyerahkan 2 potong baju yang diperolehnya dari toko pakaian tadi. Nina berkata pada mama Sally,
”Tante, hari ini Sally sudah berbuat benar. Ia jujur mau mengembalikan dompet yang ia temukan di sebuah toko pakaian. Sebagai ungkapan terima kasih, pemilik dompet menitipkan 2 pakaian ini untuk Sally.”
Nina langsung pamit dan hendak meninggalkan rumah Sally. Namun Sally yang sedari tadi sudah menguping, tiba-tiba muncul dari belakang dan langsung memeluk Nina.
”Maaf Nina, aku tidak seharusnya bersikap kasar terhadapmu tadi. Seharusnya aku jujur padamu dan segera mengembalikan dompet tersebut. Kamu adalah sahabat terbaikku. Terima kasih sudah menyelamatkanku dari kesalahan yang hampir saja kuperbuat.”
Nina hanya tersenyum dan memeluk sahabatnya itu. Sebelum pulang, Sally berbisik padanya sambil menyelipkan sepotong baju ke tangan Nina.
”Ini bagianmu, Nina.”
Persahabatan sejati adalah saling menumbuhkan. Dalam lika-liku persahabatan, yakinlah bahwa sahabat sejati Anda pasti akan menyelamatkan, walaupun terkadang terlihat menyakitkan di permukaan.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu


