Tag: sahabat

  • Sekantong Emas dan Dua Sahabat, Kisah tentang Keserakahan

    Sekantong Emas dan Dua Sahabat, Kisah tentang Keserakahan

    Suatu ketika ada dua orang sahabat, Rohit dan Sonu, yang tinggal di sebuah desa. Mereka biasa bermain, belajar, dan melakukan kegiatan bersama sejak kecil.

    Setelah dewasa, mereka memutuskan untuk meninggalkan desanya dan pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Mereka membutuhkan beberapa hari perjalanan untuk sampai di sana.

    Setelah berjalan setengah hari, mereka berdua merasa kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat sejenak, sebelum memasuki hutan.

    Saat itu mereka melihat ada seorang biksu yang berlari keluar dari dalam hutan. Biksu itu terengah-engah dan tampak ketakutan.

    Biksu kemudian memberi tahu mereka:

    Biksu: “Ada iblis di dalam hutan. Kalian tidak boleh pergi ke sana, percayalah, kalian berdua harus berbalik arah dan pergi dari sini.”

    Biksu itu kemudian pergi.

    Kedua sahabat itu bingung dan ketakutan setelah mendengar perkataan sang biksu. Keduanya ingin pergi ke kota untuk mencari pekerjaan, namun tidak ada jalan lain ke kota, selain melewati hutan.

    Mereka ketakutan, namun akhirnya memutuskan untuk terus berjalan memasuki hutan.

    Mereka mulai berjalan ke dalam hutan dan akhirnya sampai ke tengah hutan. Tiba -tiba mereka melihat ada sebuah kantong besar di sana. Dengan was-was keduanya membuka kantong besar tersebut.

    Ternyata kantong itu penuh berisi koin emas. Mereka pun merasa sangat senang.

    Kemudian mereka memutuskan untuk membagi koin emas tersebut sama rata.

    Setelah selesai membagi koin emas itu, mereka lalu berpikir bahwa biksu tadi adalah bodoh dan pembohong. Mereka merasa bersyukur tidak mendengarkan PERKATAAN biksu tersebut. Tidak ada iblis di hutan, yang ada justru adalah sebuah kantong penuh koin emas.

    Saat itu mereka mulai merasa lapar, jadi mereka memutuskan untuk memasak buah dan tanaman yang ada di dalam hutan. Mereka lalu membagi tugas, Rohit yang bertugas pergi ke sungai untuk mengambil air, sementara Sonu yang mencari buah dan tanaman serta menyiapkan api untuk memasak buah.

    Rohit pun bergegas pergi ke sungai untuk mengambil air, namun di sana dia tiba-tiba berpikir:

     Rohit: “Emmm,,,Jika semua koin emas itu menjadi milik saya, seumur hidup saya tidak perlu bekerja lagi, dan bisa terus hidup dalam kemewahan.”

    Jadi Rohit memutuskan untuk menggunakan pisau yang dia bawa untuk membunuh Sonu, dan kemudian dia akan mengambil semua koin emas yang ada.

    Materi dan kekayaan telah menutupi hati nuraninya.

    Rohit kembali dan memberikan air yang dia ambil dari sungai kepada Sonu. Sonu pun segera menggunakan air itu untuk merebus buah-buahan serta tanaman yang dia petik.

    Saat menunggu masakannya matang, diam-diam Rohit menyelinap ke belakang Sonu, dan dengan menggunakan pisau yang dia bawa, dia menikam sahabatnya itu dari belakang.

    Sonu kemudian tewas seketika.

    Rohit merasa senang dan mulai memikirkan tentang apa saja yang akan dia beli dengan semua koin emas yang sekarang dia miliki sendiri.

    Saat itu masakan yang dimasak pun matang, jadi Rohit mulai memakan buah-buahan serta tanaman yang dimasak Sonu sebelumnya.

    Namun baru saja dia menelan sedikit masakan itu, dia merasa mual, dan kemudian dia muntah darah, tak lama, diapun mati keracunan.

    Rupanya Sonu telah mencampur beberapa tanaman beracun di masakannya itu.

    Ternyata Sonu juga mempunyai pemikiran yang sama, dan memutuskan untuk membunuh temannya itu dengan menggunakan racun, materi dan kekayaan, juga telah menutup hati nuraninya.

    Kini, kedua sahabat itu tergeletak tak bernyawa, bersama dengan sekantong koin emas di dekatnya.

    Koin emas itulah yang dimaksud sebagai iblis oleh sang biksu, karena mampu menggoda mereka yang memiliki iman yang lemah, untuk menutupi hati nurani, dan menggantinya dengan keserakahan.

    Terkadang, iblis ini juga muncul dalam kehidupan sehari-hari, kita begitu asyik mengejar materi, harta dan kekayaan, hingga lupa mempertahankan moral dalam kehidupan kita.

    Kita harus belajar dari cerita ini bahwa kita tidak seharusnya mengabaikan moralitas demi mengejar kepentingan materi, apalagi sampai berniat dan berbuat jahat. Karena bagaimanapun, niat jahat maupun perbuatan jahat, yang kita lakukan pada orang lain, akhirnya akan berbalik dan merugikan diri kita sendiri. 

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Fakta Tentang Minuman Olahraga

    Fakta Tentang Minuman Olahraga

    Minuman olahraga telah menjadi sahabat utama bagi atlet berkinerja tinggi.

    Menawarkan berbagai pilihan rasa yang menggoda? seperti “arctic blitz” dan “mountain berry blast, warna yang menarik dan vitamin tambahan, minuman ini dirancang untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah aktivitas fisik yang berat.

    Tetapi apakah minuman olahraga efektif? Apakah tubuh kita benar-benar membutuhkannya untuk bekerja dengan baik? Apakah minuman ini aman untuk diminum seperti yang dikatakan oleh produsennya dan iklannya?

    Keajaiban Air dengan Gula dan Garam

    Efektivitas minuman olahraga didasarkan pada terobosan penemuan bahwa campuran sodium dan potassium dalam air dapat mengoptimalkan penyerapan cairan di dalam usus, memungkinkan cairan tubuh diisi ulang dengan cepat.

    Penemuan ini tidak hanya penting dalam bidang olahraga tetapi juga dalam pengobatan kondisi kesehatan yang serius.

    Pada tahun 1980, ketika diare adalah penyebab utama kematian bayi dengan sekitar 4,6 juta kematian per tahun, penggunaan oralit yang berisi campuran gula dan garam yang ditambahkan ke air memungkinkan rehidrasi oral (melalui mulut), menyelamatkan nyawa banyak anak yang kehilangan elektrolit pada tingkat yang membahayakan.

    sports-drinks-wikimedia-commons
    Contoh oralit yang tersedia secara komersial, kiri dari Nepal dan kanan dari Peru. (Gambar: James Heilman, MD dari Wikimedia Creative Commons)

    Ini membuka pintu bagi perusahaan komersial untuk memasarkan air asin manis sebagai produk baru yang dirancang untuk memungkinkan atlet memulihkan air dan elektrolit yang hilang dengan cepat melalui keringat.

    Konsumsi minuman olahraga didukung oleh organisasi olahraga dengan alasan bahwa dehidrasi dapat mengganggu kinerja dan elektrolit dalam minuman rehidrasi sangat penting, dan konsumsi minuman olahraga segera menyebar luas. 

    Apakah dehidrasi menghambat kinerja fisik?

    Pada tahun 1996, American College of Sports Medicine (ACSM) mulai mempromosikan konsep bahwa atlet harus minum “sebanyak yang dapat ditoleransi”. Bersama dengan pernyataan populer “jangan menunggu sampai anda merasa haus”, menetapkan pedoman untuk hidrasi yang tepat bagi atlet selama berolahraga.

    Sayangnya, ini mengakibatkan banyak atlet mengalami efek overhidrasi dengan minuman olahraga atau air, yang sering menyebabkan kondisi yang disebut “hiponatremia terkait latihan” (EAH) – masalah neurologis karena jumlah air yang berlebihan dalam tubuh – dan penyakit terkait pada otak – kerusakan pada otak.

    Ketika jumlah kasus EAH mulai meningkat, beberapa mengakibatkan kematian, masalah ini menjadi perhatian publik, mendorong komunitas kedokteran olahraga global untuk mengevaluasi kembali anjuran minum berlebih.

    Saat mempelajari hubungan antara dehidrasi dan performa fisik, para peneliti tidak menemukan korelasi antara tingkat dehidrasi dan waktu penyelesaian atlet triatlon pada lari maraton, dan terlebih lagi, beberapa atlet yang mencatat waktu tercepat termasuk diantara mereka yang paling banyak kehilangan air.

    Berbeda dengan apa yang dipromosikan oleh ACSM pada tahun 1996, sekarang ada bukti bahwa tingkat dehidrasi ringan tidak mengganggu kinerja atlet, dan bahwa baik prehidrasi maupun hidrasi selama latihan tidak diperlukan bagi tubuh untuk mempertahankan hidrasi yang memadai, bahkan selama latihan yang berkepanjangan dalam kondisi lingkungan yang panas.

    Mengandalkan isyarat tubuh daripada saran dari luar

    Sebagai salah satu mekanisme yang digunakan oleh organisme kita untuk menjaga keseimbangan, rasa haus dipicu ketika tubuh mendeteksi kekurangan cairan atau peningkatan konsentrasi osmolit, seperti sodium.

    Mengabaikan konsep sebelumnya yang menganggap rasa haus sebagai indikator yang tidak dapat diandalkan, Mitchell Rosner, MD, seorang spesialis ginjal di Fakultas Kedokteran Universitas Virginia, merekomendasikan untuk menggunakan rasa haus kita sebagai panduan: “Jika anda minum saat haus, anda tidak akan menjadi hiponatremia (kondisi kekurangan sodium didalam darah yang dapat membahayakan jiwa) dan anda tidak akan menderita dehidrasi yang signifikan.”

    Penelitian telah menemukan bahwa selama berolahraga, konsumsi cairan harus didasarkan pada rasa haus, dan asupan elektrolit tidak selalu diperlukan. (Gambar: Monstera dari Pexels)

    Mengejutkan bahwa peran penting yang dimainkan oleh rasa haus dalam keseimbangan tubuh sudah diketahui pada tahun 1991. Tapi mengapa temuan ini diabaikan dan mengapa overhidrasi malah dipromosikan? Penelitian telah menyimpulkan bahwa kepentingan komersial yang menunda pengakuan informasi ini.

    Bagaimana dengan air biasa?

    Dalam hal hidrasi, air biasa adalah pelepas dahaga universal. Tidak menawarkan tambahan kalori, gula, kafein, atau aditif lainnya, ini adalah bentuk hidrasi paling murni.

    Penelitian menunjukkan air melakukan tugasnya dengan baik atau lebih baik daripada pesaingnya seperti minuman olahraga, teh, dan soda.

    Minuman olahraga terutama terdiri dari karbohidrat, elektrolit dan air. Jika dikonsumsi tanpa melakukan olahraga yang lama atau intens setidaknya selama 60 menit maka kalori akan terakumulasi, bukannnya terbakar.

    Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, minuman olahraga menyumbang sekitar 26% dari total asupan minuman berpemanis gula pada remaja. Jadi, tanpa adanya aktivitas fisik yang kuat, konsumsi minuman ini dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, diabetes tipe 2 dan karies gigi, serta kondisi lainnya.

    Pedoman ACSM saat ini tidak mempromosikan overhidrasi, tetapi tetap menganggap minuman olahraga lebih baik daripada air. Dalam meninjau pernyataan ACSM, Dr. Michael Greger, MD, FACLM, menemukan bahwa Gatorade Sports Science Institute dan The Coca-Cola Company termasuk diantara organisasi utama yang memberikan dukungan finansial untuk laporan ACSM.

    Sementara minuman olahraga dapat meningkatkan stamina dan kinerja untuk individu dan atlet yang aktif, penggunaannya tidak diperlukan untuk fungsi tubuh yang normal.

    Sebaiknya kita menerima saran eksternal dengan hati-hati, dan lebih percaya pada kebijaksanaan bawaan yang dimiliki tubuh kita.(visiontimes)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Kebanyakan Orang Amerika Mengatakan Ibu Adalah Sahabat Terbaik

    Kebanyakan Orang Amerika Mengatakan Ibu Adalah Sahabat Terbaik

    Sebuah survei yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan bahwa orang Amerika memiliki ikatan yang kuat dengan ibu mereka.

    Survei menunjukkan bahwa 7 dari 10 orang Amerika menganggap ibu adalah teman baik mereka. Sebanyak 2.000 orang terlibat dalam survei yang diadakan menjelang hari Ibu . Partisipan ditanya mengenai peran wanita dalam kehidupan mereka.

    Penelitian dilakukan oleh OnePoll terhadap salah satu penjual perhiasan online “Angara”. Survei mengungkapkan bahwa mereka yang suka memanjakan ibu mereka dengan hadiah akan merencanakan anggaran hadiah setiap tahunnya.

    Ibu sekaligus sahabat

    Lebih dari 85% peserta survei mengatakan wanita ternyata adalah pekerja keras. 69% diantaranya merasa bahwa mereka tidak memperoleh apa yang seharusnya diperoleh. Sekitar 70% orang Amerika menganggap ibu mereka adalah teman terbaik mereka, sementara 63% mengatakan ibu adalah “superhero” yang dapat menyelesaikan banyak pekerjaan.

    Orang-orang yang memiliki ikatan yang kuat dengan ibu mereka memiliki cara yang berbeda untuk menunjukkan perasaan mereka. Meskipun beberapa orang menghabiskan jumlah yang agak banyak untuk membeli hadiah pada Hari Ibu, ini bukan bagian penting dalam hal ini. Mayoritas kandidat berpikir tidak perlu membeli hadiah mahal untuk menunjukkan rasa sayang terahadap ibu.

    Banyak kandidat survei mengakui bahwa membeli hadiah yang tepat tidaklah mudah. Namun, 64% berpikir mereka tahu hadiah seperti apa yang akan disukai ibu mereka. Lebih dari 75% partisipan cenderung bertanya kepada ibu mereka jenis hadiah yang diinginkan. Selebihnya mengatakan mereka lebih suka memberikan hadiah kepada ibu mereka sebagai kejutan.

    Ada bermacam jenis hadiah yang bisa diberikan pada Hari Ibu. Contoh terbanyak adalah hadiah berupa makanan seperti buah dan cokelat, barang-barang khusus seperti selimut, bingkai foto, dan peralatan rumah tangga seperti gelas anggur atau TV. Namun menariknya, lebih dari 70% persen mengatakan mereka tidak keberatan bila putra putri mereka tahu apa yang mereka inginkan.

    Sama halnya dengan anak mereka, para ibu mungkin memiliki tipe kepribadian dan kegemaran yang beragam. Hal ini memiliki dampak langsung pada permintaan mereka. Ada tipe pecinta kuliner yang suka makan makanan lezat, dan tentu saja, mereka lebih suka hadiah yang bisa dimakan. Ada juga tipe “soccer moms” yang lebih menyukai peralatan rumah tangga atau barang-barang unik. Sementara tipe lain menyukai anggur sebagai hadiah.

    Ada contoh ibu-ibu yang menginginkan jasa kebersihan rumah tangga sebagai hadiah. Terkadang, menawarkan hadiah tak berwujud bisa membuatnya bahagia. Ini bisa berupa paket liburan atau makan malam di restoran favorit.

    Lebih dari 60% ibu mengakui mereka pura-pura menyukai hadiah yang mereka terima. Namun, 88% mengatakan mereka tidak keberatan dengan hadiah pilihan putra putrinya, yang terpenting adalah niat di baliknya. Oleh karena itu, perhiasan dianggap sebagai taruhan yang aman untuk hadiah Hari Ibu.

    CEO Angara, Ankur Daga mengatakan: “Perhiasan adalah hadiah yang tak lekang oleh waktu. Dia bisa memakainya setiap hari sebagai pengingat bahwa putra putrinya menyayanginya dan kemudian memberikannya kepada seseorang yang dicintai ketika saatnya tiba. Sebuah perhiasan yang cantik adalah investasi di awalnya yang bisa bertahan selamanya.”

    Intinya adalah Anda dapat memilih berbagai macam barang untuk diberikan kepada ibu Anda pada hari yang dimaksudkan untuk merayakan ikatan antara dia dengan Anda. Ini bisa berupa barang buatan tangan atau sesuatu yang dibeli dari toko. (nspirement/sia/mya)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Bagaimana Menjadi Saudara yang Hebat

    Bagaimana Menjadi Saudara yang Hebat

    Dengan sedikit usaha, saudara kita bisa menjadi sahabat kita

    Saudara-saudara kita bisa menjadi tim pendukung yang luar biasa saat kita menjalani hidup, mereka selalu ada untuk membantu. Namun, hubungan ini harus dipupuk, bukan hanya dijalani begitu saja.

    Selalu berada di sana untuk kita

    Saudara-saudara kita telah menyaksikan sebagian besar peristiwa penting dalam hidup kita; dalam banyak kasus mereka mengenal kita lebih baik daripada orang lain. Saat masih kanak-kanak, mereka ada di sana ketika Anda membutuhkan bantuan membangun model atau belajar bermain bisbol. Setelah kita dewasa, permainannya mungkin telah berubah, namun momen di saat sesekali kita mengulurkan tangan pada mereka, tidak berubah. Jadilah orang yang dapat mereka handalkan pada saat mereka membutuhkan, merasakan kesedihan, maupun merasakan kebahagiaan.

    Lupakan Masa Lalu

    Tumbuh dari masa kanak-kanak hingga dewasa, bisa penuh perselisihan, dan terkadang kata-kata atau tindakan salah satu dari kita dapat menyebabkan keretakan. Konflik yang dibiarkan bercokol mungkin hanya akan bertambah buruk seiring berjalannya waktu, karena satu orang memutuskan, dan lainnya tidak peduli. Daripada menunggu mereka merengkuh kita, jadilah orang yang lebih berbesar hati dan cobalah untuk memperbaiki hubungan dan mudah-mudahan dapat memulai hubungan baik lagi; Hal ini tidak akan selalu berhasil, tetapi setidaknya Anda tahu karena Anda telah mencobanya.

    Hormati Mereka

    Sebagai orang dewasa, mungkin sulit bagi saudara yang lebih tua untuk menghormati adik laki-laki atau perempuan mereka, karena mereka masih melihat adik-adik mereka seperti anak-anak. Jika Anda lebih tua, akui adik-adik Anda dan keberhasilan mereka, meskipun tampaknya mereka mengalahkan Anda. Apakah mereka telah menjadi astronot, ahli bedah otak, atau CEO Fortune 500, Anda adalah pahlawan yang mereka kagumi ketika mereka masih kecil. Dukungan Anda yang terus menerus, bahkan hingga sekarang, bertahun-tahun kemudian, masih berasa segala-galanya bagi mereka.

    Tetap berhubungan

    Hidup kita menjadi lebih sibuk dan lebih rumit saat kita tumbuh dewasa dan seluruh perhatian kita tertuju pada keluarga dan karier kita, membuat kita terlalu mudah melupakan dan tiba-tiba menyadari bahwa kita telah kehilangan kontak dengan saudara-saudara kita. Ini dapat terjadi baik kita tinggal di kota yang berbeda atau masih berada di kota yang sama. mengirimkan teks sesekali atau mengejutkan mereka dengan telepon untuk menyampaikan pada mereka bahwa Anda masih memikirkan mereka; mungkin akan membuat hari mereka lebih cerah.

    Jujur

    Kepercayaan perlu usaha dan dijaga. Ini membuat kejujuran sebagai pijakan terbaik untuk hubungan yang kuat. Terkadang mungkin sulit untuk menerima pilihan saudara kandung, jadi sampaikan padanya tentang perasaan Anda untuk mencegah keretakan di masa mendatang. Anda tidak perlu harus setuju, tetapi Anda perlu tahu mengapa mereka merasakan hal itu. Ini sangat penting jika salah satu dari Anda merawat orang tua Anda atau Anda terlibat dalam bisnis keluarga. (Bill Lindsey/theepochtimes/feb)

    Bill Lindsey adalah penulis pemenang penghargaan yang tinggal di Florida Selatan. Dia mencakup real estat, mobil, arloji, kapal, dan topik perjalanan.

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Anak Autis Yang Tidak Pernah Mengucapkan Sepatah Kata atau Menunjukkan Emosi—Sampai Mendapatkan Seekor Anjing Cocker Spaniel Sebagai Sahabat Terbaik

    Anak Autis Yang Tidak Pernah Mengucapkan Sepatah Kata atau Menunjukkan Emosi—Sampai Mendapatkan Seekor Anjing Cocker Spaniel Sebagai Sahabat Terbaik

    Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun asal Inggris yang lahir dengan autisme tidak pernah menunjukkan emosi atau berbicara sepatah kata pun sampai orang tuanya, secara kebetulan, mempertemukan dia dengan sahabat terbaik, yang berkaki empat.

    Hayley dan Karsten Kirby-Bulner, dari Andover, Hampshire, tidak pernah bermaksud untuk menjadikan Fern si cocker spaniel sebagai anjing kesayangan putra mereka, Leon; namun ternyata berhasil begitu saja. Pasangan itu memiliki bisnis falconry (jenis olahraga yang memanfaatkan burung elang atau rajawali dalam suatu aktivitas berburu), dan anak anjing baru itu seharusnya menemani si burung elang.

    Dengan kata lain, pada 2018 Fern bertemu Leon, yang saat itu berumur 2 tahun, untuk pertama kalinya. Berkat teman berbulu itu, karakter tertutup anak itu tiba-tiba berubah.

     “Kali pertama keduanya bertemu, kami melihat wajah kecil Leon bersinar, dia tersenyum dan asyik dengan Fern kecil,” kata Hayley kepada The Epoch Times. “Sebagai orangtua, kami tercengang, karena Leon tidak pernah berinteraksi, berbicara, atau menunjukkan emosi apa pun sampai saat itu.”

    Melihat efek luar biasa dari Fern terhadap putra mereka, saat itu juga mereka tahu, akan melepas “pekerjaan” si anjing dari bisnis falconry mereka; Fern akan menjadi milik Leon.

    Untuk menumbuhkan ikatan khusus ini, yang tampaknya memiliki dampak ajaib pada putra mereka, orang tuanya mulai mencarikan pelatih untuk Fern — agar dapat membantu menolong Leon.

     “Anjing itu membukakan pakaian, membawakan popok, membuang barang-barang ke tempat sampah, memasukkan ke mesin cuci, merapikan mainan,” kata Hayley. “Dan juga telah dilatih untuk menemukannya jika dia kabur.”

    Terlebih lagi, Leon, yang dulunya benar-benar tidak berbicara, mulai berbicara—dan tidak hanya sedikit.

     “Sebelum Fern ada, Leon tidak pernah berbicara atau berinteraksi, Fern diajarkan membaca isyarat tangan supaya Leon bisa mengendalikannya tetapi dia dengan cepat mengubah isyarat tangan menjadi kata-kata dan sekarang dia mengobrol tanpa henti!” kata ibunya. “Dia lebih menyukai hewan daripada manusia.”

    Leon juga lahir dengan kondisi otak langka yang disebut malformasi Chiari, yang menyebabkan otak bagian bawahnya menekan kanal tulang belakang, mengakibatkan sakit kepala kronis yang sulit dia atasi.

     “Ketika dia mendapat serangan sakit kepala Chiari, dia menjadi sangat kesal dan marah dan akan melukai diri sendiri, membenturkan, dan memukul kepalanya,” kata Hayley.

    “Perjalanan belanja sederhana ke supermarket bisa sangat merepotkan, dan ketika kelebihan beban, Leon akan mulai membenturkan kepalanya ke lantai,” imbuhnya. “Fern akan menghalangi usahanya dan berbaring di bawah kepalanya sampai dia tenang.

    “Fern tidak pernah diajarkan untuk menghentikan tindakan Leon yang membentur-benturkan kepalanya, tetapi dia secara naluriah melakukannya sejak umurnya masih kecil.”

    Fern juga memiliki efek menenangkan selama Leon kehilangan kendali, berbaring diatasnya dan memberikan tekanan yang dalam serta menenangkan untuk meredakan sarafnya, atau menyenggol tangannya sebagai pengalih perhatian, mendorongnya untuk menepuknya.

    Tapi terlebih lagi, Leon menemukan seorang sahabat pada Fern, dan sumber kekuatan.

     “Fern memberi Leon kepercayaan diri dalam situasi yang menurutnya tidak mungkin,” kata Hayley. Mereka melakukan segalanya bersama, mulai dari mandi, tidur, hingga mencoba makanan baru.

    Begitu senangnya Kirby-Bulner sehingga mereka bahkan memulai organisasi pelatihan anjing bernama T.A.P. Assistance Dogs untuk membantu lebih banyak keluarga yang memiliki anak autis. Mereka baru-baru ini menempatkan cocker spaniel kedua, Arlo, pada keluarga yang anak autisnya membutuhkan teman. (theepochtimes/sia/feb)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Tampak Berkhianat, Sesungguhnya Bantuan. Kisah Persahabatan Tiongkok

    Tampak Berkhianat, Sesungguhnya Bantuan. Kisah Persahabatan Tiongkok

    Zhang San dan Li Si adalah teman baik. Keluarga Li Si menjalankan bisnis yang sangat makmur sementara keluarga Zhang San tidak kaya.

    Ketika Zhang San ingin pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis untuk memperbaiki taraf hidup mereka, dia mempercayakan keluarganya kepada teman baiknya. Li dengan senang hati menyetujui untuk menjaga mereka saat Zhang pergi mencari peruntungannya, namun kisah persahabatan Tiongkok ini memiliki saat-saat yang tampaknya pahit.

    Hanya sebulan setelah Zhang pergi, keluarganya kehabisan uang dan hampir tidak mampu untuk makan. Istri Zhang mengirim putranya ke rumah Li Si untuk meminta bantuan. Yang mengejutkan mereka, Li Si tiba-tiba berubah. Bukan hanya tidak memberi bantuan, dia berkata, “ Jika kalian semua bergantung pada saya, bahkan jika saya memiliki gunung emas, itu akan habis dalam waktu singkat. Tolong lakukan sesuatu.”

    Ketika putra Zhang mendengar itu, dengan putus asa dia mencoba lagi meminta bantuannya. Kali ini, Li Si menolak dengan lebih tegas. Anak laki-laki itu dengan sedih kembali ke rumah dan memberi tahu ibunya apa yang telah terjadi. Sang istri menghela nafas dan berkata, “Saya khawatir inilah yang dimiliki dunia saat ini, yaitu arti sebuah persahabatan.” Seluruh keluarga merasa khawatir dan saling menatap, tidak tahu apa yang harus dilakukan tanpa tuan mereka.

    Kemudian mereka dikejutkan oleh kedatangan salah seorang pelayan tua Li. Istri Zhang San menegurnya karena janji tuannya yang telah dilanggar. Pelayan tua itu setuju dan menimpalinya, “Benar, Nyonya. Mengingat betapa tidak bisa diandalkannya persahabatan, apa gunanya mengandalkan teman?” Dia kemudian menyarankan, “Tapi tolong jangan marah. Saya mendengar bahwa keluarga anda pandai menyulam. Mengapa anda tidak menggunakan jarum dan benang untuk mencari nafkah? Bukankah ini lebih baik daripada meminta bantuan?”

    Dia menjawab, sambil berpikir, “Kamu mungkin benar. Tapi saya tidak punya uang. Bagaimana saya bisa memulai tanpa apa-apa?”

    Pelayan tua itu berkata, “Jika itu masalahnya, saya punya solusi yang bagus. Saya mengelola toko untuk tuan saya, dan saya dipercaya olehnya. Jika anda membutuhkan sesuatu, saya dapat menyediakannya dari toko, dan anda dapat membayarnya setelah produk jadi terjual.

    Istri Zhang sangat senang. Dia mengucapkan terima kasih atas nasihatnya dan meminta pelayan untuk membantunya meminjam kain dan peralatan seperti jarum dan benang. Setelah itu, dia mendesak para selir, anak perempuan, dan menantu suaminya untuk berkonsentrasi pada bordir setiap hari, bekerja dari pagi hingga malam.

    Setiap kali mereka menyelesaikan suatu pekerjaan, pelayan itu akan mengambilnya, mungkin untuk dijual, sementara pada kenyataannya, dia diam-diam membawanya ke tuannya.

    Chinese-fish-Wikimedia-Commons
    ‘Beri seseorang ikan dan dia akan makan selama sehari. Ajari seseorang cara memancing dan anda memberinya makan seumur hidup.’ Memberikan sedekah itu mudah; membantu seseorang berdiri di atas kaki sendiri membutuhkan usaha dan perencanaan. Seseorang yang bersedia melakukan ini adalah teman sejati, seperti yang kita lihat dalam kisah persahabatan Tiongkok ini. (Gambar: Giuseppe Castiglione melalui domain publik Wikimedia Commons)

    Li Si mengagumi sulaman indah yang dibuat oleh keluarga Zhang San dan membelinya dengan harga tinggi. Keluarga tidak lagi membutuhkan bantuan, dan akhirnya mereka bahkan bisa menabung. Sementara mereka berterima kasih kepada pelayan tua Li Si, mereka masih lebih membenci Li sendiri. Sejak Zhang San pergi Li tidak pernah mengunjungi mereka atau bahkan bertanya tentang keluarga mereka pun tidak.

    Saat pergi, Zhang menjadi pengusaha dan memulai berbisnis. Setelah tiga tahun, ia kembali ke rumah dengan kantong penuh. Ketika dia melihat bahwa keluarganya aman dan sehat dan cukup makan, dia sangat berterima kasih kepada teman lamanya, Li Si, yang percaya bahwa dia telah membantu keluarga selama ini.

    Namun, ketika dia berbicara dengan istrinya, istrinya memarahinya serta berkata, “Berhentilah bermimpi! Jika kami benar-benar mengandalkan temanmu itu, kami mungkin tidak akan hidup untuk melihatmu!” Dia memberi tahu suaminya dengan getir apa yang telah dilakukan Li Si, dan pada saat yang sama, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kebaikan pelayan tua itu. Dia memberi tahu suaminya semua yang terjadi setelah dia pergi. Zhang hampir tidak bisa mempercayainya, dan memutuskan untuk menghadapi teman lamanya.

    Li Si senang melihat Zhang kembali dan menjabat tangannya dengan hangat untuk menyambutnya. Tetapi kemudian Zhang San, yang penuh amarah, berkata, “Saya mempercayakan keluarga saya kepada anda ketika saya pergi, dan beruntung mereka tidak mati kelaparan. Saya tidak berterima kasih kepadamu, mereka baik-baik saja hari ini. ”

    Li Si tersenyum dan menjawab, “Kamu curiga padaku, bukan? Saya bisa mengerti itu. Faktanya, pelayan lamaku mengatur segalanya untuk istrimu, yang semuanya sudah aku rencanakan.”

    “Tiga tahun lalu, saya khawatir istri dan anak perempuan anda berada dalam situasi genting. Karena anda berada jauh dan keluarga tidak memiliki tuan, jika saya membiarkan mereka memiliki kehidupan yang santai, mereka mungkin melakukan hal-hal bodoh saat menganggur dan nyaman. Jadi saya membiarkan mereka bekerja keras melalui menjahit untuk memperkuat pikiran dan tubuh mereka. Saat mereka menjadi mahir dan serius dengan pekerjaan mereka, saya memberikan harga yang lebih tinggi untuk bordir mereka sehingga mereka bisa mendapatkan lebih banyak uang tanpa menjadi lelah.

    “Orang tidak bisa mengatakan aku tidak setia atas janjiku dengan merencanakan ini untukmu. Aku tidak membutuhkan semua potongan sulaman yang telah dikumpulkan. ” Kemudian, Li menyuruh pelayannya mengeluarkan sekotak penuh sulaman yang telah dia beli selama bertahun-tahun. Semuanya dalam kondisi baru, tidak terpakai.

    Dia memberi tahu Zhang, “Saya pikir tidak berguna untuk menyimpan barang-barang ini. Tolong bawa pulang, jadikan ini sebagai hadiah pernikahan ketika putrimu menikah suatu hari nanti.”

    Sekarang Zhang mengerti kebaikan Li dan persahabatan sejatinya. Ia menangis, memeluk, dan berterima kasih kepada sahabatnya itu dengan tulus. Sekembalinya ke rumah, dia menjelaskan kepada istri dan anak-anaknya apa yang telah terjadi. Ketika mereka akhirnya menyadari kebenaran, mereka berterima kasih dari lubuk hati mereka atas bantuan terselubungnya.(visiontimes)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Matematika di Mata Anak: Dari ” Momok” Menjadi Sahabat

    Matematika di Mata Anak: Dari ” Momok” Menjadi Sahabat

    Meskipun banyak orang yang tahu jika matematika itu penting dalam segala aspek kehidupan, namun mungkin kita tidak asing mendengar keluhan beberapa anak yang menganggap pelajaran matematika sebagai salah satu momok yang menakutkan baginya.

    Menurut mereka, hanya mendengar kata matematika saja, terkadang perut sudah terasa mual. Namun perasaan ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh para siswa sekolah, terkadang bagi orang dewasa pun, dalam beberapa hal, apa yang mereka rasakan juga masih dialami.

    Lantas, mengapa bagi sebagian orang, matematika begitu menakutkan? Apakah karena genetika? Menurut Irene Phiter, ada dua kemungkinan mengapa seorang anak mengalami ketakutan pada matematika:

    1. Mental block

    Banyak yang beranggapan “kelemahan” pada matematika diturunkan dari orangtuanya. Sebenarnya bukan karena genetika, namun lebih pada mental block-nya atau ketakutannya yang diturunkan.

    Karena pada dasarnya otak memiliki kemampuan neuroplastis yang mampu berubah dan beradaptasi melalui pertumbuhan dan reorganisasi.

    Tergantung anak tersebut terekspos terhadap apa. Jika pekerjaan orangtuanya berkaitan dengan matematika, secara tidak langsung dia akan menyampaikan pada anaknya, matematika adalah hal yang tiap hari dia temui.

    2. Cara belajar

    Mungkin saat awal berkenalan dengan matematika anak kita menggunakan cara belajar atau pendekatan yang kurang tepat, sehingga tidak memahami materi yang disampaikan, yang pada akhirnya mengakibatkan kegagalan.

    Sebenarnya tanpa disadari kita telah menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Kita dikelilingi oleh matematika saat harus membayar belanjaan di supermarket. Atau kita perlu membandingkan berapa uang yang akan kita hemat jika membeli barang berdiskon 20% atau membeli 2 gratis 1 saat akan memutuskan membeli barang di acara gebyar diskon. Atau kita perlu memperkirakan waktu berangkat dari rumah ke lokasi yang kita tuju jika jarak yang kita tempuh sekitar 55 km.

    Semua itu hanyalah sebagian kecil dari matematika dalam kehidupan sehari-hari. Tidak benar jika kita memandang matematika hanya sebagai perkalian, pembagian, atau sin cos. Pengumpulan data, estimasi, prediksi, menghitung ruang, menghitung waktu, dan masih banyak lainnya juga adalah matematika.

    Maka ada beberapa sekolah pendidikan usia dini yang mengenalkan matematika pada siswa-siswinya dimulai dengan mengajarkan konsep besar – kecil, banyak – sedikit, ataupun panjang – pendek sebelum masuk pada angka itu sendiri.

    Nah, setelah kita memandang matematika sebagai hal yang biasa kita temui, persepsi “momok” yang tertanam mungkin akan berangsur-angsur menghilang Seperti  kata pepatah “Tidak kenal maka tidak sayang,” demikian juga dengan matematika. Kita perlu mengenal atau memahaminya terlebih dahulu agar dapat menghargainya. Siapa tau setelah mengenal dan memahaminya, kemudian berubah menjadi “sahabat.”

    Namun demikian, bagaimana jika seorang anak sudah telanjur menganggapnya sebagai momok? Lebih lanjut parent coach, certified play therapist, dan master trainer dari BrainFit Indonesia tersebut menyebutkan dua hal yang perlu diperhatikan:

    1. Hilangkan mental block

    Jika kita sebagai orangtua menyadari bahwa kita secara tidak sadar memiliki ketakutan tersebut, segera hilangkan pemikiran tersebut. Bagaimanapun juga anak akan mencontoh kita.

    Jika ketakutan itu tidak kita hilangkan, secara tidak langsung kita akan menurunkan pada anak kita. Maka, hal pertama yang perlu disadari dari orangtua adalah awareness akan mental block tersebut.

    2. Cari bantuan

    Jika kita mengetahui anak kita pernah mengalami kegagalan dan kita sebagai orangtua tidak memiliki kemampuan untuk mengajarinya, carilah bantuan dari pihak ketiga. Carilah info sebanyak-banyaknya dan pilih yang menurut kita paling cocok mengajar anak kita. Mintalah pengajar tersebut mengajarkan mulai dari nol. Dengan demikian anak kita belajar konsep matematika dari perspektif yang baru.

    Terlepas dari semua itu, satu hal penting yang dapat kita lakukan sebagai orangtua adalah mendorong anak kita menerima persepsi baru, tidak mengecapnya dengan “tidak bisa matematika,” serta lebih mengenali bidang mana dalam matematika yang lebih dia kuasai. Karena matematika memiliki aspek yang sangat luas.

    Mungkin dia tidak bagus dalam perhitungan, namun dia bagus dalam hal ruang atau waktu. Dengan mengenali aspek-aspek yang dia kuasai, kita dapat melatih aspek-aspek mana saja yang perlu dia ditingkatkan. (ntdindonesia/averiani)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • PODCAST Kisah Dua Orang Pria dan Seekor Beruang

    PODCAST Kisah Dua Orang Pria dan Seekor Beruang

    Ada dua orang pria yang saling bersahabat sejak kecil, Roni dan Tomi.
    Mereka berdua sangat akrab, dan sering melakukan kegiatan bersama di hari libur.

    Suatu hari, mereka berdua berjalan-jalan bersama ke dalam hutan untuk menikmati keindahan alam. Tiba-tiba dari kejauhan datanglah seekor beruang besar dan berjalan ke arah mereka. Mereka menjadi sangat panik dan ketakutan.

    PODCAST

    Roni, yang sejak kecil suka memanjat pohon, seketika berlari ke arah pohon terdekat dan langsung memanjat dengan cepat. Sedangkan Tomi yang tidak tahu bagaimana cara memanjat pohon itu pun hanya bisa diam di tempat.

    Tomi pun merasa panik dan kesal melihat sahabatnya yang meninggalkannya sendirian. Namun, ia segera teringat cerita Ibunya waktu ia masih kecil, bahwa hewan tidak menyukai mayat. Ia pun buru-buru berbaring di atas tanah dan berpura-pura mati.

    Beruang besar segera sampai di tempat Tomi dan langsung mengendusnya. Karena mengira Tomi sudah mati, akhirnya si beruang pun pergi meninggalkannya.

    Dari atas pohon, Roni mengintip kejadian tersebut. Setelah dirasa aman, ia pun turun dari pohon tersebut dan berlari ke arah Tomi. Berkata: “Tomi sahabatku, apa yang dibisikkan beruang itu ke telingamu?”

    Tomi yang masih kesal akan kelakuan sahabatnya itu pun menjawab: “Oh beruang itu memintaku untuk menjauh dari teman sepertimu. Yang melupakan temannya sendiri di saat genting.”

    Kemudian ia pun pergi dan melanjutkan perjalanannya.

    Teman sejati adalah teman saat dibutuhkan.
    Hargailah dan jagalah persahabatan yang Anda miliki

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Saksikan video kami:

    Youtube ☛ www.youtube.com/ntdkehidupan
    Dailymotion ☛ www.dailymotion.com/ntdkehidupan
    Facebook ☛ https://web.facebook.com/ntdkehidupan​
    Terhubung dengan kami di Twitter ☛ twitter.com/indonesia_ntd
    Youmaker ☛ https://www.youmaker.com/c/ntdkehidupan

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

    VIDEO REKOMENDASI

  • Keterampilan Sosial Sangat Diperlukan Bagi Perkembangan Anak Usia Dini

    Keterampilan Sosial Sangat Diperlukan Bagi Perkembangan Anak Usia Dini

    Jika anak-anak dapat mengembangkan keterampilan sosial dengan baik di usia dini, mereka lebih cenderung sukses di masa depan. Setiap orang tua pasti ingin anaknya menjadi sukses.

    Lantas apa saja kunci utama yang dibutuhkan untuk membantu perkembangan anak usia dini agar dapat menjadi orang dewasa yang sukses? Apakah kinerja akademis, karier, atau situasi keuangan orang tua?

    Para orang tua yang ingin mengetahui apakah anaknya akan memiliki masa depan yang menjanjikan, hanya perlu melihat keterampilan sosial anaknya.

    Universitas Harvard telah melakukan penelitian terhadap 1.000 siswa kanak-kanak usia dini (taman kanak-kanak hingga Prasekolah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan interpersonal yang ditunjukkan oleh anak-anak di usia dini sangat menentukan keberhasilan dan pencapaian masa depan mereka sebagai orang dewasa.

    Ada pepatah Tiongkok yang mengatakan: “Saya melihat masa dewasa pada anak usia tiga tahun.” Ini artinya, Anda dapat memprediksi karakter, kepribadian, dan kesuksesan seseorang ketika dewasa di masa depan hanya dengan mengamatinya di masa kanak-kanak.

    Banyak hal dapat ditemukan dengan mengamati seorang anak kecil selama bermain dan melalui interaksi mereka dengan orang lain. Tanggapan anak-anak, terhadap masalah, selama permainan interpersonal, dapat mengungkapkan apakah mereka memiliki kemampuan atau memiliki teknik pribadi yang unik untuk mengelola dan menyelesaikan konflik.

    Semua ini dapat mengungkapkan lebih lanjut apakah mereka menunjukkan kualitas kepemimpinan atau tidak dan apakah mereka memiliki keyakinan serta mempertahankan apa yang benar bagi mereka.
    Waktu terbaik untuk mengembangkan komunikasi interpersonal adalah ketika anak berusia 2-6 tahun. Jika orang tua dapat menghargai tahap ini dan memupuk keterampilan sosial anak-anak, mereka akan dapat berinteraksi penuh percaya diri dengan orang lain di dalam masyarakat.

    Berikut adalah keterampilan sosial fundamental yang sangat diperlukan untuk perkembangan anak usia dini.

    Mendengarkan

    Orang tua harus mendengarkan anak-anak mereka dengan penuh perhatian ketika mereka berbicara dan menahan diri untuk tidak menginterupsi mereka dalam menyatakan pendapat atau sudut pandang mereka. Hanya dengan memberikan contoh seperti ini kepada anak-anak, mereka dapat memahami bahwa “mendengarkan” adalah menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain.

    Ketika seorang anak telah membentuk kebiasaan mendengarkan ini, dia akan memerankan karakter rendah hati, diterima dengan tulus oleh teman-temannya, dan menunjukkan lebih banyak pengendalian diri dan rasa hormat terhadap orang lain selama berinteraksi dengan mereka.

    Kebebasan

    Seseorang yang senantiasa ragu dalam membuat keputusan akan dicap “tidak tegas,” yang akan sulit dihargai oleh orang lain. Orang tua hendaknya memupuk kemampuan berpikir mandiri anak sejak dini agar menjadi individu yang lebih tegas, mandiri, dan mampu menyesuaikan diri secara sosial.

    Untuk melakukan ini, orang tua dapat membiarkan anak-anak mereka berlatih membuat pilihan dan mengajari mereka untuk menganalisis pro dan kontra dari situasi tertentu. Begitu anak membuat keputusan, orang tua harus mencoba mendukung anak-anak mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam membuat pilihan pribadi dan mandiri.

    Meminta bantuan

    Mampu meminta bantuan merupakan pertanda dari orang yang percaya diri. Orang yang percaya diri biasanya dapat mengenali kekurangannya sendiri dan secara terbuka akan meminta bantuan orang lain, yang lebih berpengetahuan,. Ini menunjukkan bahwa mereka menghargai pengetahuan dan kemampuan orang lain. Ini adalah sifat individu yang bisa menyesuaikan diri secara sosial, percaya diri, dan berpengetahuan luas.

    Orang tua yang mendidik anaknya, sebelum masuk Taman Kanak-kanak, untuk proaktif meminta bantuan dari guru atau teman sekelasnya ketika menghadapi kesulitan akan membantu menumbuhkan dan membangun sifat positif ini pada anak mereka.

    Kemampuan anak untuk meminta bantuan secara tepat waktu tidak hanya membantu mereka memecahkan masalah mereka, tetapi juga secara efektif mempersempit jarak sosial yang diakibatkan kesalahpahaman negatif dan membangun hubungan yang lebih bersahabat.

    Bergaul secara rukun dan damai

    Selama tahun-tahun awal, orang tua akan lebih bijaksana jika mengajarkan anak-anak bagaimana berperilaku dalam lingkungan sosial yang berbeda. Menumbuhkan kebiasaan komunikasi yang efektif akan sangat membantu anak-anak, sebagai orang dewasa, di tahun-tahun berikutnya.

    Orang tua yang mengekspos anak-anak mereka ke lingkungan sosial yang berbeda dan memperlihatkan cara berbicara dan bertindak yang sopan akan mengembangkan keterampilan yang sama pada anak-anak mereka.

    Berkomunikasi dan berdiskusi dengan anak-anak mereka tentang berbagai skenario yang dapat terjadi pada mereka di sekolah atau di lingkungan masyarakat akan membantu orang tua dan anak-anak menemukan solusi yang tepat. Misalnya, Anda dapat bertanya kepada anak Anda apa yang akan mereka lakukan dalam skenario berikut: “Jika Anda disalahpahami oleh teman sekelas Anda, atau jika teman sekelas Anda secara tidak sengaja mengambil barang milik Anda atau orang lain, bagaimana Anda memperlakukan mereka?” Dalam hal ini, orang tua dapat membimbing anak mereka untuk bergaul secara rukun dan damai dengan orang lain dengan mencontohkan cara-cara komunikasi yang efektif

    Rasa tanggung jawab

    Menumbuhkan rasa tanggung jawab pada anak bisa dimulai sejak dini di rumah sebelum mereka masuk Taman Kanak-kanak. Orang tua dapat memberi anak-anak mereka tugas-tugas yang sesuai dengan usia untuk dilakukan di rumah yang mendorong melakukan sesuatu secara mandiri dan menumbuhkan rasa tanggung jawab pribadi. Mereka akan belajar menerima tanggung jawab keluarga sejak usia dini.

    Agar orang tua dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab anak, mereka perlu mempercayai dan membiarkan mereka melakukan sesuatu secara mandiri, meskipun tidak selalu sesuai dengan keinginan dan standar mereka.

    Jangan ikut campur secara negatif, karena anak mungkin menyerah dan berhenti mencoba; alih-alih, usahakan untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan, karena anak-anak suka bermain. Mereka akan belajar menangani berbagai hal dengan baik sendiri, mandiri dan dengan rasa tanggung jawab. (emmalu/visiontimes/sia/feb)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Kejujuran Berdampak Positif pada Kesehatan, Menurut Studi

    Kejujuran Berdampak Positif pada Kesehatan, Menurut Studi

    Banyak anak-anak yang beranggapan bahwa kejujuran atau jujur itu berarti tidak berkata bohong – dan mengatakan hal yang sebenarnya memerankan bagian terbesar dalam bersikap jujur.

    Saat mereka beranjak remaja barulah memahami bahwa kejujuran tidak hanya berkaitan dengan perkataan namun juga melibatkan kejujuran hati dan kejujuran dalam melakukan tindakan. Maka tidak mengherankan jika anak-anak umumnya tidak mengenal istilah white lies. Mereka hanya mengenal berkata jujur atau berbohong – hitam atau putih – mereka tidak mengenal bagian abu-abu.

    Namun demikian, anggapan anak-anak tersebut tidak sepenuhnya salah. Terbukti bahwa sebuah riset yang berkaitan tentang berkata jujur atau berbohong – tanpa melibatkan tindakan – juga memiliki dampak positif pada kesehatan maupun hubungan pribadi atau sosial peserta.

    Meminimalisir kebohongan dikaitkan dengan peningkatan kesehatan yang signifikan, menurut hasil dari sebuah riset yang dilakukan Anita Kelly, seorang profesor psikologi dari University of Notre Dame. “Kami menemukan bahwa para peserta dapat secara sadar mengurangi kebohongan yang biasa dilakukannya sehari-hari secara drastis, yang pada akhirnya dikaitkan dengan peningkatan kesehatan yang signifikan,” kata Anita Kelly yang penelitiannya juga termasuk studi rahasia dan pengungkapan diri, dilansir dalam laman news.nd.edu

    Dalam artikel yang sama juga mengungkapkan bahwa peserta dalam kelompok yang “tidak berbohong” melaporkan adanya dampak positif pada peningkatan hubungan pribadi dan interaksi sosialnya, ketika mereka tidak berbohong.

    “Analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan dalam hubungan ini secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kesehatan yang dikaitkan dengan mengurangi kebohongan,” kata Lijuan Wang, yang merupakan seorang ahli statistik.

    Sebuah artikel lain dalam laman orbitermag memuat ringkasan hasil studi yang berbeda, dengan dampak yang kurang lebih sama. Dalam ringkasan tersebut disebutkan bahwa kejujuran dapat meningkatkan harga diri, kemampuan untuk menyayangi, kemampuan untuk menjalin keakraban, serta hubungan sosial. Kejujuran juga diketahui dapat menurunkan ketegangan otot, sakit tenggorokan, sakit kepala, serta mual.

    Penemuan-penemuan ini seolah menjadi salah satu bukti bahwa menerapkan kejujuran juga berdampak nyata dalam kesehatan seseorang, bukan hanya sebatas tuntutan moralitas dan spiritual. Kejujuran yang umumnya mengacu pada aspek karakter atau moral, serta memiliki konotasi positif seperti integritas ternyata juga berdampak positif dalam kesehatan. (ntdindonesia/averiani)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI