Seorang pengusaha kaya, Robert, baru saja mengikuti sebuah acara di sekitar pemukiman kumuh. Saat dalam perjalanan pulang, dia baru menyadari bahwa dompetnya telah hilang.
PODCAST
Asisten sekaligus supirnya berkata: “Wah tuan, jangan-jangan dompet Anda dicuri saat berada di pemukiman kumuh tadi?”
Pengusaha itu menjawab: “Hei, kita tidak boleh berprasangka buruk dulu, mungkin saja dompet saya terjatuh, atau saya yang ceroboh, telah lupa menaruhnya.”
Supir: “Jadi, bagaimana tuan? Kita lapor polisi saja?”
Robert: “Ada kartu nama saya di dompet itu, kita tunggu dulu saja, mudah-mudahan orang yang menemukan dompet itu akan menghubungi saya.”
Sore harinya, telepon di rumah pengusaha itu berbunyi.
“Selamat sore, apakah benar ini rumah Bapak Robert?”
Robert: “Benar, ada keperluan apa Anda menelepon?”
“Begini Pak, saya tidak sengaja memungut sebuah dompet, dan menemukan kartu nama Bapak di dalamnya, jadi saya pikir ini dompet Bapak, saya berniat mengembalikannya.”
Suara di telepon itu kemudian menjelaskan lokasi tempat dia akan menunggu si pengusaha tersebut.
Robert: “Baiklah, terima kasih, saya akan datang ke sana sekarang.”
Di perjalanan sang supir berkata: “Betul kan tuan? Alamat yang orang itu berikan ada di daerah pemukiman kumuh, saya yakin dia pasti sudah mengambil isi dompet Anda.”
Robert: ”Hei, kamu tidak boleh berprasangka buruk, dia mau menghubungi saya dan berniat mengembalikan dompet saya. Itu artinya, dia adalah orang yang baik.”
Sesampainya di lokasi, ternyata orang yang menelepon adalah seorang pria berbaju kumal.
Si supir berkata: “Tuan, lihat, penampilannya saja seperti itu, pasti dia yang mencuri dompet Anda.”
Robert: “Hus, sudah, hentikan omong kosongmu, uang di dompet saya tidak seberapa, namun kartu-kartu di dalamnya lebih berharga, saya sudah sangat bersyukur jika bisa mendapatkan kartu-kartu itu kembali.”
Kemudian, Robert pun menghampiri pria tersebut.
“Selamat sore Pak, apakah Anda yang menemukan dompet saya?”
Pria itu menjawab: “Ya tuan, tadi saat saya sedang berjalan, saya menemukan dompet Anda.”
Pria itu kemudian memberikan dompet yang dia temukan, dan supir Tuan Robert langsung memeriksanya. Ternyata isinya utuh. Dia tahu kalau tuannya selalu membawa uang tunai sejumlah satu juta rupiah di dompetnya.
Dia pun berbisik kepada tuannya: “Tuan, jumlah uangnya utuh.”
Tuan Robert tersenyum lalu berkata: “Nah, benar kan apa yang saya bilang, kamu tidak boleh berprasangka buruk.”
Tapi kemudian, pria ini berkata: “Tuan, boleh saya minta uang?”
Sambil tersenyum sinis, supir berkata: “Tuh benar kan, dia pasti mau minta uang, saya tidak mungkin salah.”
Tuan Robert lalu berkata kepada supirnya: “Hei, cukup, kamu jangan bicara lagi!”
Tuan Robert kemudian berbalik kepada si pria: ”Berapa yang Anda inginkan?”
“Seribu rupiah saja tuan.”
Pengusaha dan supirnya sama-sama terkejut, lalu pengusaha itu bertanya lagi:
“Seribu rupiah? sedikit sekali, untuk apa uang itu?”
“Saya menemukan kartu nama Anda di dalam dompet, dan ingin menelepon, namun saya tidak punya uang, jadi saya terpaksa meminjam uang seribu rupiah kepada pemilik toko di ujung jalan, untuk menelepon Anda. Dan sekarang, saya ingin mengembalikannya.”
Mendengarnya, si supir merasa malu pada dirinya sendiri.
Lalu tuan Robert berkata: “Pak, Anda sangat jujur dan tulus.”
Dia lalu mengeluarkan semua uang di dalam dompetnya sejumlah satu juta rupiah.
“Ini Pak, semua uang ini untuk Anda.”
“Tapi tuan, itu terlalu banyak, saya hanya perlu seribu rupiah saja.”
(Robert) ”Ya, seribu rupiah untuk mengganti uang yang Anda pinjam, sisanya adalah hadiah untuk kejujuran dan ketulusan Anda.”
Sering kali, kita mudah untuk berprasangka buruk, curiga dan salah paham terhadap sikap seseorang ataupun sesuatu hal, sebelum kita terlebih dahulu mencari fakta sebenarnya.
Padahal, sesuatu yang tampak buruk di permukaan, belum tentu kenyataannya buruk juga, maka dari itu, penting bagi kita untuk belajar membiasakan diri berpikir secara positif dan rasional.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
